2 Mata Elang Dikeroyok di Kalibata, Satu Tewas: Polisi Selidiki Motif dan Pelaku

- Redaksi

Kamis, 11 Desember 2025

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Ilustrasi Meninggal

Ilustrasi Meninggal

Jakarta, Mevin.IDInsiden pengeroyokan terhadap dua orang mata elang atau debt collector terjadi di kawasan Kalibata, Jakarta Selatan, Kamis (11/12/2025) sekitar pukul 15.30 WIB. Satu orang tewas di lokasi, sementara satu lainnya mengalami luka serius.

Kapolsek Pancoran, Kompol Mansur, mengatakan peristiwa bermula ketika dua debt collector tersebut menghentikan seorang pengendara motor di pinggir jalan.

“Sepeda motor tiba-tiba distop oleh kedua orang ini. Setelah diberhentikan, menurut keterangan saksi, muncul mobil dari arah jalan dan sejumlah orang turun,” ujar Mansur.

Dikeroyok Sekelompok Orang dari Mobil

Orang-orang yang turun dari mobil itu langsung mengeroyok kedua debt collector. Aksi tersebut berlangsung sangat cepat, hingga menyulitkan saksi mengidentifikasi para pelaku.

“Tiba-tiba saja turun untuk membantu pemotor. Lalu terjadilah pengeroyokan itu,” kata Mansur.

Usai melakukan aksi pengeroyokan, para pelaku langsung kabur meninggalkan lokasi. Pengendara motor yang sebelumnya dihentikan pun ikut menghilang.

“Tidak ada satu pun yang tinggal. Semuanya kabur, baik pelaku maupun pemotor,” terang Mansur.

Motif Masih Gelap, Polisi Lakukan Penyelidikan

Hingga kini, aparat kepolisian belum mengetahui hubungan antara pemotor yang dihentikan dan para pelaku pengeroyokan. Identitas para pelaku juga belum dapat dipastikan.

“Masih dalam penyelidikan. Kejadiannya sangat cepat menurut saksi di TKP,” ucap Mansur.

Jenazah korban yang tewas telah dibawa ke rumah sakit untuk dilakukan pemeriksaan lebih lanjut.

Buntut Kasus Debt Collector yang Sering Bersinggungan dengan Publik

Kasus kekerasan yang melibatkan debt collector bukan pertama kali memicu reaksi publik. Praktik penghentian paksa kendaraan di jalan—sering disertai intimidasi—kerap memicu konflik dan perlawanan spontan dari warga sekitar.

Polisi menegaskan akan mengusut tuntas insiden di Kalibata ini, termasuk menelusuri apakah ada unsur pembelaan terhadap pemotor atau motif lain yang melatarbelakanginya.***

Facebook Comments Box
Follow WhatsApp Channel mevin.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Tok! MK Putuskan Wartawan Tak Bisa Langsung Dipidana karena Karya Jurnalistik
KPK Gelar OTT di Madiun: Wali Kota Maidi dan 14 Orang Lainnya Diamankan
Wapres Gibran ‘Blusukan’ ke Banjir Bekasi: Soroti Bantuan yang Terlambat hingga Instruksikan Normalisasi Sungai
Ricuh Keraton Solo, Putri PB XIII Protes Penyerahan SK Pelaksana Cagar Budaya ke Tedjowulan
Ormas Gerakan Rakyat Deklarasikan Diri Jadi Partai Politik, Usung Anies Baswedan untuk Capres 2029
Sidang Perdana Kasus Korupsi Rp201 Miliar: Noel Ebenezer Seret Nama Partai dan Ormas dalam ‘Permainan’ Sertifikat K3
Threads Kalahkan X di Pengguna Harian Seluler, Platform Elon Musk Hadapi Badai Skandal
Surat Tanah Girik, Petok & Letter C Tidak Berlaku Mulai 2 Februari 2026, Segera Perbarui!

Berita Terkait

Senin, 19 Januari 2026 - 22:41 WIB

Tok! MK Putuskan Wartawan Tak Bisa Langsung Dipidana karena Karya Jurnalistik

Senin, 19 Januari 2026 - 20:39 WIB

KPK Gelar OTT di Madiun: Wali Kota Maidi dan 14 Orang Lainnya Diamankan

Senin, 19 Januari 2026 - 15:23 WIB

Ricuh Keraton Solo, Putri PB XIII Protes Penyerahan SK Pelaksana Cagar Budaya ke Tedjowulan

Senin, 19 Januari 2026 - 14:30 WIB

Ormas Gerakan Rakyat Deklarasikan Diri Jadi Partai Politik, Usung Anies Baswedan untuk Capres 2029

Senin, 19 Januari 2026 - 12:59 WIB

Sidang Perdana Kasus Korupsi Rp201 Miliar: Noel Ebenezer Seret Nama Partai dan Ormas dalam ‘Permainan’ Sertifikat K3

Berita Terbaru