250 Ton Beras Ilegal Masuk lewat Sabang, Mentan Amran Sulaiman Bongkar Dugaan Rekayasa Impor

- Redaksi

Minggu, 23 November 2025

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

 Jakarta, Mevin.ID – Menteri Pertanian Amran Sulaiman mengungkap masuknya 250 ton beras impor ilegal dari Thailand ke Indonesia melalui Pelabuhan Sabang, Aceh. Temuan ini disampaikan Amran dalam konferensi pers di Kalibata, Jakarta Selatan, Minggu (23/11/2025).

Amran menyebut laporan mengenai masuknya beras tanpa izin itu ia terima sekitar pukul 14.00 WIB. Tak menunggu lama, ia langsung meminta penyegelan dan memastikan beras tersebut tidak beredar ke masyarakat.

“Tanpa izin pusat, tetap masuk”

Menurut Amran, impor ilegal ini dilakukan tanpa persetujuan pemerintah pusat, bahkan bertentangan dengan arahan Presiden Prabowo Subianto yang tengah mendorong swasembada pangan dan penguatan sektor pertanian nasional.

“Kami tanya Dirjen, Deputi, Bapanas, apakah menyetujui? Ternyata risalahnya menolak, tapi tetap dilakukan,” ujar Amran.

Ia juga menemukan kejanggalan lain: rapat pembahasan impor baru berlangsung pada 14 November di Jakarta, namun izin impor dari Thailand sudah keluar lebih dulu.

“Artinya, ini sudah direncanakan,” tegasnya.

Diduga berasal dari Thailand dan Vietnam

Amran menyebut impor ini kemungkinan berasal dari Thailand dan Vietnam—dua negara dengan harga beras yang jauh lebih murah.

“Iya, memang murah. Karena Indonesia tidak mengimpor beras,” katanya.

Beras ilegal itu ditemukan di gudang milik PT Multazam Sabang Group (MSG), sebuah perusahaan swasta yang diduga memanfaatkan status Sabang sebagai zona perdagangan bebas.

Zona Bebas Bukan Alasan

Menurut Amran, dalih zona bebas perdagangan tidak bisa dijadikan pembenaran untuk mengimpor beras tanpa mengikuti kebijakan pusat.

“Itu harus dibaca utuh, dan harus sesuai kebijakan pemerintah pusat,” tegasnya.

Pengusutan Berlanjut

Amran menyampaikan terima kasih kepada seluruh pihak yang bergerak cepat menyegel dan menelusuri rantai distribusi beras ilegal tersebut.

Pemerintah kini tengah menelusuri pihak-pihak yang terlibat dan memastikan kasus ini tidak mengganggu stabilitas pangan nasional.***

Facebook Comments Box
Follow WhatsApp Channel mevin.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Tangis Pilu di Ruang MK: Anak Wartawan Eva Pasaribu Pertanyakan Keterbukaan Hukum Kasus Oknum TNI
Alasan KPK Seret Ono Surono dalam Kasus Korupsi Bupati Bekasi
KLH Gugat Rp4,8 Triliun ke 6 Perusahaan Penyebab Banjir Sumut
KPK Cecar Ono Surono Soal Aliran Uang Kasus Korupsi Bupati Bekasi Ade Kuswara
BMKG Tetapkan Status Awas, 3 Provinsi Ini Berpotensi Hujan Lebat & Banjir
KPK Tegaskan Punya Bukti Ketua PBNU Kasus Korupsi Kuota Haji
Kasus Korupsi Ade Kunang, Benarkah KPK Periksa Wakil Ketua DPRD Jabar Ono Surono? 
BPOM Tarik Susu Formula Nestle S-26, Waspadai Potensi Toksin Cereulide yang Tahan Panas

Berita Terkait

Jumat, 16 Januari 2026 - 07:32 WIB

Tangis Pilu di Ruang MK: Anak Wartawan Eva Pasaribu Pertanyakan Keterbukaan Hukum Kasus Oknum TNI

Kamis, 15 Januari 2026 - 19:00 WIB

KLH Gugat Rp4,8 Triliun ke 6 Perusahaan Penyebab Banjir Sumut

Kamis, 15 Januari 2026 - 18:40 WIB

KPK Cecar Ono Surono Soal Aliran Uang Kasus Korupsi Bupati Bekasi Ade Kuswara

Kamis, 15 Januari 2026 - 17:13 WIB

BMKG Tetapkan Status Awas, 3 Provinsi Ini Berpotensi Hujan Lebat & Banjir

Kamis, 15 Januari 2026 - 13:00 WIB

KPK Tegaskan Punya Bukti Ketua PBNU Kasus Korupsi Kuota Haji

Berita Terbaru