BANDUNG, Mevin.ID – Pemerintah Provinsi Jawa Barat bergerak cepat mendata dan memantau kondisi warganya yang berada di kawasan Timur Tengah menyusul memanasnya konflik antara Israel dan Amerika Serikat melawan Iran.
Berdasarkan pendataan sementara, tercatat sebanyak 3.960 warga Jawa Barat tersebar di sejumlah negara di kawasan tersebut.
Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika Provinsi Jawa Barat, Adi Komar, mengungkapkan bahwa ribuan warga tersebut mayoritas berstatus sebagai pekerja migran, sementara sebagian lainnya tercatat sebagai mahasiswa.
Mereka tersebar di beberapa negara seperti Iran, Turki, Arab Saudi, Oman, Kuwait, dan Bahrain.
“Tahap pertama kami data dan memastikan kondisi mereka. Kami berharap kondisi masyarakat Jabar di Timur Tengah baik-baik saja,” ujar Adi kepada wartawan di Kota Bandung, Rabu (4/3/2026).
Untuk mempermudah koordinasi, Pemerintah Provinsi Jawa Barat tidak hanya mengandalkan grup komunikasi yang sudah ada, tetapi juga membuka saluran pengaduan khusus.
Masyarakat yang berada di Timur Tengah atau keluarga di dalam negeri dapat melaporkan kondisinya melalui hotline di nomor 082126030038.
Adi menambahkan, setiap laporan yang masuk akan ditindaklanjuti secara berjenjang bekerja sama dengan pemerintah pusat.
Ia juga mengimbau agar warga Jawa Barat senantiasa mematuhi arahan resmi dari Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) setempat serta pemerintah di negara masing-masing.
“Kami imbau untuk terus memonitor informasi terkini terkait perkembangan konflik dan mengutamakan keselamatan dengan mengikuti arahan dari otoritas setempat dan KBRI,” pungkasnya.***
Penulis : Atep K
Editor : Bar Bernad


























