49 Calon Pahlawan Nasional Telah Diserahkan ke Presiden, Termasuk Soeharto dan Marsinah

- Redaksi

Sabtu, 8 November 2025

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Menteri Sosial (Mensos) RI Saifullah Yusuf atau Gus Ipul

Menteri Sosial (Mensos) RI Saifullah Yusuf atau Gus Ipul

Jakarta, Mevin.ID — Menteri Sosial (Mensos) RI Saifullah Yusuf atau Gus Ipul menyatakan daftar 49 tokoh yang diusulkan untuk mendapatkan gelar pahlawan nasional telah diserahkan kepada Presiden Prabowo Subianto. Penyerahan dilakukan oleh Menteri Kebudayaan Fadli Zon mewakili Dewan Gelar.

“Sudah diserahkan ke Presiden. Pak Fadli Zon sudah menghadap Presiden untuk menyerahkan nama-nama yang telah memenuhi syarat,” kata Gus Ipul kepada wartawan di Jakarta Pusat, Sabtu (8/11).

Gus Ipul menjelaskan, dari total 49 nama tersebut, 40 merupakan usulan baru sementara 9 lainnya adalah usulan dari tahun-tahun sebelumnya yang belum ditetapkan.

Beberapa nama tokoh nasional yang masuk dalam daftar itu di antaranya Presiden ke-2 RI Soeharto, Presiden ke-4 RI Abdurrahman Wahid (Gus Dur), ulama Syekhona Kholil Bangkalan, Kiai Bisri Syansuri, serta aktivis buruh Marsinah.

“Ada pejuang-pejuang lain dari berbagai provinsi yang juga masuk. Marsinah juga masuk kategori pejuang buruh,” ujarnya.

Gus Ipul menambahkan bahwa pengumuman resmi akan disampaikan langsung oleh Presiden Prabowo dalam waktu dekat. Ia meminta publik menunggu keputusan final mengenai siapa saja yang akan ditetapkan sebagai pahlawan nasional tahun ini.

“Nanti akan diumumkan bersama-sama. Yang jelas, prosesnya sudah dilewati, dan siapa pun yang diputuskan tentu sudah memenuhi syarat,” kata Gus Ipul.***

Facebook Comments Box
Follow WhatsApp Channel mevin.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Pemerintah Cabut 22 Izin Hutan, 1 Juta Hektare Ditertibkan
Ijazah Jokowi Ditunjukkan dalam Gelar Perkara Khusus, Polemik Publik Mulai Mereda
Fadli Zon Luncurkan Buku Sejarah Indonesia 10 Jilid, Fokus Merawat Memori Kolektif Bangsa
Presiden Prabowo: Sumatera Bukan Tempat Wisata Bencana, Pejabat Harus Fokus Bantu Korban
14 Desember Resmi Jadi Hari Sejarah, Fadli Zon Tegaskan Pentingnya Memori Kolektif
Perusahaan Biang Banjir Sumatera Dipetakan, Terancam Pidana dan Ganti Rugi
AS Perketat Akses Masuk, Riwayat Media Sosial Jadi Alat Penyaringan Digital
BRIN Soroti Banjir Sumatera, Indonesia Dinilai Gagal Belajar dari Sejarah Bencana

Berita Terkait

Selasa, 16 Desember 2025 - 07:55 WIB

Pemerintah Cabut 22 Izin Hutan, 1 Juta Hektare Ditertibkan

Senin, 15 Desember 2025 - 21:21 WIB

Ijazah Jokowi Ditunjukkan dalam Gelar Perkara Khusus, Polemik Publik Mulai Mereda

Senin, 15 Desember 2025 - 20:19 WIB

Fadli Zon Luncurkan Buku Sejarah Indonesia 10 Jilid, Fokus Merawat Memori Kolektif Bangsa

Senin, 15 Desember 2025 - 18:49 WIB

Presiden Prabowo: Sumatera Bukan Tempat Wisata Bencana, Pejabat Harus Fokus Bantu Korban

Senin, 15 Desember 2025 - 18:42 WIB

14 Desember Resmi Jadi Hari Sejarah, Fadli Zon Tegaskan Pentingnya Memori Kolektif

Berita Terbaru

Berita

Pemerintah Cabut 22 Izin Hutan, 1 Juta Hektare Ditertibkan

Selasa, 16 Des 2025 - 07:55 WIB