600 Hektare Sawah Milik Warga di Demak Terendam Banjir

- Redaksi

Jumat, 14 Maret 2025

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Warga menggunakan perahu saat melintasi banjir di Desa Cihanjuang, Cimanggung, Sumedang, Jawa Barat, Jumat (14/3/2025). Menurut warga setempat banjir luapan Sungai Cimande itu telah terjadi dua kali dalam waktu sebulan sehingga lebih dari 300 kepala keluarga dan ratusan rumah terdampak serta merusak sejumlah fasilitas seperti masjid, sekolah dan pondok pesantren. ANTARA FOTO/Novrian Arbi/nym. (ANTARA FOTO/NOVRIAN ARBI)

Warga menggunakan perahu saat melintasi banjir di Desa Cihanjuang, Cimanggung, Sumedang, Jawa Barat, Jumat (14/3/2025). Menurut warga setempat banjir luapan Sungai Cimande itu telah terjadi dua kali dalam waktu sebulan sehingga lebih dari 300 kepala keluarga dan ratusan rumah terdampak serta merusak sejumlah fasilitas seperti masjid, sekolah dan pondok pesantren. ANTARA FOTO/Novrian Arbi/nym. (ANTARA FOTO/NOVRIAN ARBI)

Demak, Mevin.ID – Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) menyatakan total seluas 600 hektare lahan sawah milik warga di Kabupaten Demak, Jawa Tengah terendam banjir.

Kepala Pusat Data, Informasi dan Komunikasi Kebencanaan BNPB, Abdul Muhari dalam keterangan di Jakarta, Jumat, mengatakan bahwa banjir tersebut dipicu oleh hujan berintensitas tinggi yang mengguyur daerah itu pagi dini hari tadi.

“Empat desa di Kecamatan Guntur menjadi wilayah yang paling terdampak bencana banjir tersebut, termasuk persawahan warga,” kata dia.

Berdasarkan data dari tim reaksi cepat BPBD Kabupaten Demak, 600 hektare lahan sawah yang terendam banjir itu meliputi 200 hektare sawah di Desa Bumiharjo, 250 hektare sawah di Desa Tlogorejo, 50 hektare di Desa Turitempel, dan 100 hektare di Desa Trimulyo.

Menurut dia, untuk jumlah warga terdampak banjir masih dalam proses pendataan oleh tim petugas gabungan yang bersiaga di lokasi kejadian.

Kendati demikian, ia memastikan kondisi warga terdampak menjadi hal yang paling diprioritaskan pemerintah kabupaten setempat yang terus berkoordinasi dengan BNPB, sembari melangsungkan upaya pemulihan dampak bencana.

“BNPB meminta pemerintah daerah untuk segera memeriksa kesiapan perangkat, personel, serta sumber daya guna menghadapi potensi darurat,” kata dia.***

Facebook Comments Box
Follow WhatsApp Channel mevin.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Ironi Pelayan Publik, 5.268 ASN di Kabupaten Cirebon Menunggak Pajak Kendaraan
Berakhir Damai, Belasan Siswa Pengeroyok Guru SMK di Jambi Hanya Dikenai Sanksi Pernyataan
Petani Ujungjaya Sumedang Dapat Bantuan Pertanian Rp12,5 M, Ini Rinciannya
Kuatkan Pendidikan Agama, Pemkab Indramayu Hibahkan Tanah 1,2 Hektare untuk MAN 1
Sidak ke Kaki Gunung Ciremai, Gubernur Jabar Dedi Mulyadi Warning Perusak Lingkungan: “Saya Tidak Akan Diam!”
“Pak Dedi, Pangalereskeun Jalan Abdi,” Isak Kecil dari Kegelapan Subuh di Pelosok Garut
Viral di Medsos, Kebun Ubi Cikoneng Cileunyi Mendadak Ramai Dikunjungi, Ekonomi Warga Menggeliat
Update Tragedi Gunung Pongkor: Evakuasi Penambang Terhambat Cuaca Ekstrem, Petugas Pastikan Kabar Ledakan Adalah Hoaks

Berita Terkait

Kamis, 15 Januari 2026 - 23:11 WIB

Ironi Pelayan Publik, 5.268 ASN di Kabupaten Cirebon Menunggak Pajak Kendaraan

Kamis, 15 Januari 2026 - 20:33 WIB

Berakhir Damai, Belasan Siswa Pengeroyok Guru SMK di Jambi Hanya Dikenai Sanksi Pernyataan

Kamis, 15 Januari 2026 - 20:00 WIB

Petani Ujungjaya Sumedang Dapat Bantuan Pertanian Rp12,5 M, Ini Rinciannya

Kamis, 15 Januari 2026 - 17:30 WIB

Kuatkan Pendidikan Agama, Pemkab Indramayu Hibahkan Tanah 1,2 Hektare untuk MAN 1

Kamis, 15 Januari 2026 - 15:05 WIB

Sidak ke Kaki Gunung Ciremai, Gubernur Jabar Dedi Mulyadi Warning Perusak Lingkungan: “Saya Tidak Akan Diam!”

Berita Terbaru