Bandung, Mevin.ID – Spirit Konferensi Asia-Afrika (KAA) 1955 kembali dihidupkan dalam momentum peringatan 70 tahun, bukan sekadar catatan sejarah, melainkan pengingat akan pentingnya solidaritas global di tengah krisis kemanusiaan dunia.
Dengan latar belakang situasi geopolitik yang memanas—perang di Timur Tengah, konflik di Eropa Timur, hingga pertarungan ekonomi dunia—pameran ini hadir membawa pesan: kemanusiaan seharusnya menjadi pemupakatan utama antarbangsa.
Rahmat Jabaril, selaku panitia, menegaskan bahwa KAA harus dibaca ulang bukan hanya sebagai peristiwa politik, melainkan juga sebagai gerakan kebudayaan.
“Konferensi Asia-Afrika dulu lahir dari kesadaran persaudaraan lintas budaya dan nasib. Semangat itu relevan hari ini, ketika dunia justru terjebak pada logika perang dan persaingan,” ujarnya.
Pameran bertema “Spirit Persaudaraan Lintas Budaya Asia-Afrika” ini digelar di Gedung OCBC Indonesia, Jalan Asia Afrika 100, Bandung.
Acara pembukaan berlangsung pada Senin, 22 September 2025 pukul 16.00 WIB, sementara pameran dibuka untuk publik mulai 23–28 September 2025, pukul 10.00–17.00 WIB.
Menurut Rahmat, kegiatan ini diharapkan menjadi ruang refleksi sekaligus penghubung gagasan, bagaimana budaya bisa menjadi jalan damai di tengah dunia yang kian terpecah.***







![Presiden AS Donald Trump berbicara kepada anggota pers di dalam Air Force One selama penerbangan menuju Pangkalan Gabungan Andrews, Maryland, AS, pada 6 April 2025 [Kent Nishimura/Reuters]](https://mevin.id/wp-content/uploads/2025/04/2025-04-07T000448Z_1552781344_RC2MSDAA10A2_RTRMADP_3_USA-TRUMP-1743986064-225x129.webp)




![Presiden AS Donald Trump berbicara kepada anggota pers di dalam Air Force One selama penerbangan menuju Pangkalan Gabungan Andrews, Maryland, AS, pada 6 April 2025 [Kent Nishimura/Reuters]](https://mevin.id/wp-content/uploads/2025/04/2025-04-07T000448Z_1552781344_RC2MSDAA10A2_RTRMADP_3_USA-TRUMP-1743986064-360x200.webp)













