71.433 Pelajar Bandung Terindikasi Masalah Kesehatan Mental

- Redaksi

Minggu, 8 Februari 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

BANDUNG, Mevin.ID – Siapa sangka puluhan ribu pelajar di Kota Bandung, Jawa Barat, saat ini ternyata terindikasi masalah kesehatan mental. Lalu, apa yang akan dilakukan pemerintah?

Pemerintah Kota Bandung mengumumkan kesiapannya untuk memperkuat penanganan kesehatan mental pelajar dengan melibatkan psikolog klinis secara langsung di sekolah.

Langkah responsif ini diambil menyusul tematan mengkhawatirkan dari hasil skrining Cek Kesehatan Jiwa (CKG) yang dilaksanakan Agustus hingga Oktober 2025.

Data skrining mengungkapkan bahwa dari total 148.239 peserta didik yang mengikuti pemeriksaan, sebanyak 71.433 siswa (48,19%) terindikasi memiliki masalah kesehatan jiwa.

Angka ini mencapai titik tertinggi di jenjang SMP/MTs sederajat, dengan 49,09% siswanya menunjukkan indikasi gangguan.

Dominasi Ansietas dan Depresi

Pada jenjang SMP, temuan lebih rinci menunjukkan kompleksitas masalah:

· 30,55% siswa menunjukkan masalah kesehatan jiwa.
· 76,46% mengalami gejala ansietas (kecemasan) ringan.
· 7,89% terindikasi ansietas berat.
· 15,23% mengalami gejala depresi ringan.
· 7,42% terindikasi depresi berat.

Tren serupa juga terlihat di jenjang SD/MI, di mana 53,75% dari 80.724 peserta (43.390 siswa) terindikasi masalah, didominasi ansietas dan depresi ringan. Di tingkat SMA/MA, angkanya 25,79%, dan di SLB mencapai 48,51%.

“Lampu Kuning”

Merespons data ini, M. Ilmi Hatta, Anggota Majelis Psikolog Himpunan Psikologi Indonesia (Himpsi) Jawa Barat sekaligus dosen Psikologi Unisba, menyatakan kondisi ini sudah masuk kategori “lampu kuning” yang membutuhkan penanganan serius.

“Guru BK di sekolah memiliki peran penting, namun kewenangannya terbatas. Untuk kasus-kasus yang cukup berat, intervensi dan terapi dari psikolog klinis menjadi suatu keharusan,” tegas Ilmi, Jumat (6/2/2026).

Rencana Aksi Kolaboratif: Dari Sekolah hingga Rumah

Program yang sejalan dengan komitmen Wali Kota Bandung, Muhammad Farhan, ini dirancang dengan pendekatan komprehensif:

1. Pendampingan Langsung: Psikolog akan turun ke sekolah untuk memberikan intervensi dan terapi kepada siswa yang membutuhkan.

2. Peningkatan Kapasitas Guru BK: Guru Bimbingan Konseling akan mendapat pelatihan khusus untuk mengenali gejala dini, melakukan penanganan awal, dan mengetahui kapan harus merujuk ke psikolog.

3. Psikoedukasi untuk Orang Tua: Melalui kolaborasi dengan Dinas Kesehatan, psikolog akan memberikan edukasi kepada orang tua di tingkat wilayah tentang pola asuh dan pendampingan anak yang tepat, mengingat banyak masalah mental berakar dari lingkungan keluarga.

“Ini tidak bisa dikerjakan satu pihak saja. Harus ada kerja sama antara sekolah, psikolog, pemerintah, dan orang tua. Intervensinya menyasar anak, tapi juga lingkaran di sekitarnya,” pungkas Ilmi.

Kolaborasi antara Himpsi Jabar, Dinas Pendidikan, dan Dinas Kesehatan ini diharapkan dapat menciptakan ekosistem pendidikan yang lebih sehat psikologis, mendukung well-being siswa, dan secara bertahap menekan angka masalah kesehatan mental di kalangan pelajar Kota Bandung.***

Facebook Comments Box

Penulis : Atep K

Editor : Bar Bernad

Follow WhatsApp Channel mevin.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Antrean Truk Sampah Mengular 8 KM di Jalan Siliwangi Pasca-Longsor TPST Bantargebang
Waspada Penyakit Campak saat Mudik: Mudah Menular, Kasus di Jabar Melonjak
Penemuan Jasad Sopir di Sukaraja Wetan Gegerkan Warga Jatiwangi, Korban Diduga Meninggal 4 Hari Lalu
Tiket Mudik Gratis 2026 Jabar Tersisa 1.012 Kursi: Buruan Daftar, Catat Rute dan Cara Pesannya!
Operasi Ketupat Lodaya 2026: Sebanyak 26.692 Personel Gabungan Siap Amankan Arus Mudik Lebaran di Jabar
Agim, Kursi Kosong di SMKN 4 Garut, dan Mimpi yang Tergadai di Atas Materai
Horor Flyover Pasupati, Kasus Percobaan Bunuh Diri Makin Meningkat: Ini Antisipasi Pemkot Bandung 
Geger “Lele Mentah” dalam Kotak Makan, SMAN 2 Pamekasan Tolak 1.022 Porsi Menu Makan Bergizi Gratis

Berita Terkait

Kamis, 12 Maret 2026 - 13:44 WIB

Antrean Truk Sampah Mengular 8 KM di Jalan Siliwangi Pasca-Longsor TPST Bantargebang

Kamis, 12 Maret 2026 - 10:00 WIB

Waspada Penyakit Campak saat Mudik: Mudah Menular, Kasus di Jabar Melonjak

Rabu, 11 Maret 2026 - 23:46 WIB

Penemuan Jasad Sopir di Sukaraja Wetan Gegerkan Warga Jatiwangi, Korban Diduga Meninggal 4 Hari Lalu

Rabu, 11 Maret 2026 - 13:25 WIB

Tiket Mudik Gratis 2026 Jabar Tersisa 1.012 Kursi: Buruan Daftar, Catat Rute dan Cara Pesannya!

Rabu, 11 Maret 2026 - 12:53 WIB

Operasi Ketupat Lodaya 2026: Sebanyak 26.692 Personel Gabungan Siap Amankan Arus Mudik Lebaran di Jabar

Berita Terbaru