8 Kota Ikonik Dunia Batalkan Hitung Mundur Tahun Baru, Apa yang Terjadi?

- Redaksi

Rabu, 31 Desember 2025

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

JAKARTA, Mevin.ID – Tradisi kembang api yang megah dan konser musik berskala besar yang biasanya menjadi ciri khas malam pergantian tahun kini tak lagi menghiasi langit di berbagai belahan dunia.

Menjelang detik-detik menuju 2026, sejumlah kota besar secara mengejutkan memilih untuk membatalkan atau membatasi perayaan mereka.

Alasan yang melatarbelakangi beragam, mulai dari penghormatan terhadap korban bencana alam, tragedi kemanusiaan, hingga langkah preventif menjaga keamanan publik.

Indonesia: Bali dan Jakarta Satu Suara dalam Empati

Dua magnet utama perayaan tahun baru di Indonesia, Bali dan Jakarta, resmi meniadakan pesta kembang api dan konser terbuka.

Keputusan ini diambil sebagai bentuk solidaritas nasional terhadap saudara-saudara kita yang tengah berduka akibat bencana banjir dan longsor hebat yang melanda wilayah Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat.

Pemerintah Kota Denpasar dan Pemprov DKI Jakarta sepakat bahwa menghamburkan anggaran untuk hura-hura di tengah duka mendalam nasional adalah hal yang tidak patut.

Sebagai gantinya, perayaan dialihkan ke konsep reflektif dan doa bersama secara sederhana.

Peta Pembatalan di Berbagai Belahan Dunia

Tak hanya di tanah air, beberapa kota ikonik dunia juga mengambil langkah serupa dengan pertimbangan yang mendalam:

  • Hong Kong: Membatalkan kembang api legendarisnya menyusul masa berkabung akibat tragedi kebakaran apartemen di Tai Po. Fokus perayaan diganti dengan pesan perdamaian.
  • Sydney, Australia: Menghapus pesta di Pantai Bondi pasca-insiden penembakan massal Oktober lalu guna menghormati trauma komunitas. Meski kembang api di pelabuhan tetap ada, pengamanan diperketat dan ada momen hening khusus.
  • Tokyo, Jepang: Menutup total akses hitung mundur di Shibuya. Langkah ini demi menghindari kepadatan ekstrem (crowd crush) dan konsumsi alkohol berlebihan di ruang publik.
  • Paris, Prancis: Menghapus konser di Champs-Élysées demi keamanan, meski kembang api tetap menyala dengan pengawasan ketat aparat.
  • Belgrade, Serbia: Membatalkan konser remaja di malam tahun baru karena risiko keselamatan akibat kerumunan massa yang kerap memicu insiden dorong-dorongan.
  • Monako: Melarang total kembang api pribadi dan piroteknik untuk mencegah kebakaran dan menjaga ketertiban umum.

Pergeseran Makna Perayaan

Fenomena pembatalan serentak ini menunjukkan adanya pergeseran cara pandang masyarakat global dalam menyambut tahun baru. Tahun 2026 disambut bukan dengan suara bising, melainkan dengan kerendahan hati.

Keselamatan publik dan sensitivitas terhadap tragedi kemanusiaan kini menjadi prioritas di atas gengsi kemeriahan.

Bagi warga dunia, tahun ini menjadi momen untuk “pulang” ke nilai-nilai dasar manusia: saling menjaga dan saling merasakan duka sesama.***

Facebook Comments Box

Penulis : Bar Bernad

Follow WhatsApp Channel mevin.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Wamenkum Desak Pembahasan Cepat RUU Pidana Mati Bersama Komisi III DPR
Gempa Berkekuatan M 5,7 Guncang Kepulauan Tanimbar, Maluku
Darurat Mental Health! Menkes Ungkap 28 Juta Penduduk Indonesia Punya Masalah Kejiwaan
Tingkatkan Kinerja, Komisi III DPR RI Setuju Usulan Penambahan Anggaran di Kejaksaan
Tangan Diborgol, Wali Kota Madiun Maidi Resmi Ditahan KPK Terkait Kasus Pemerasan & Gratifikasi
Pakai Rompi Oranye KPK, Bupati Pati Sudewo Bantah Peras Calon Perangkat Desa Rp2,6 Miliar
GUN Ketua LSM Sniper Diperiksa KPK Terkait Korupsi Bupati Bekasi Ade Kunang
Terjaring OTT Jual Beli Jabatan, Bupati Pati Sudewo Tiba di Gedung Merah Putih KPK

Berita Terkait

Rabu, 21 Januari 2026 - 16:30 WIB

Wamenkum Desak Pembahasan Cepat RUU Pidana Mati Bersama Komisi III DPR

Rabu, 21 Januari 2026 - 16:07 WIB

Gempa Berkekuatan M 5,7 Guncang Kepulauan Tanimbar, Maluku

Rabu, 21 Januari 2026 - 11:49 WIB

Darurat Mental Health! Menkes Ungkap 28 Juta Penduduk Indonesia Punya Masalah Kejiwaan

Rabu, 21 Januari 2026 - 08:48 WIB

Tangan Diborgol, Wali Kota Madiun Maidi Resmi Ditahan KPK Terkait Kasus Pemerasan & Gratifikasi

Rabu, 21 Januari 2026 - 08:02 WIB

Pakai Rompi Oranye KPK, Bupati Pati Sudewo Bantah Peras Calon Perangkat Desa Rp2,6 Miliar

Berita Terbaru