Bandung, Mevin.ID – Hanya dalam sehari setelah OpenAI meluncurkan generator gambar berbasis GPT-4o, media sosial sudah dibanjiri gambar-gambar bergaya Studio Ghibli, termasuk versi AI dari tokoh seperti Elon Musk, Donald Trump, hingga adegan dari The Lord of the Rings. CEO OpenAI, Sam Altman, bahkan dikabarkan menggunakan gambar profil yang dibuat dengan generator baru ini.
Namun, di balik viralnya tren ini, muncul pertanyaan besar: apakah meniru gaya visual dari studio animasi ternama seperti Ghibli melanggar hak cipta?
Menurut Evan Brown, pengacara hak kekayaan intelektual di firma hukum Neal & McDevitt, hukum hak cipta saat ini belum secara eksplisit melindungi “gaya” artistik.
— Moon Parameter (@ParamMoon) March 26, 2025
Ini berarti, secara teknis, OpenAI tidak melakukan pelanggaran hanya dengan menghasilkan gambar yang menyerupai film My Neighbor Totoro atau Spirited Away.
Namun, masalah utama terletak pada bagaimana model AI ini dilatih. Jika OpenAI menggunakan jutaan bingkai dari film-film Studio Ghibli untuk melatih sistemnya tanpa izin, maka ini bisa menjadi kasus pelanggaran hak cipta yang lebih kompleks.
Pengadilan masih memproses beberapa tuntutan hukum serupa, termasuk gugatan yang diajukan oleh The New York Times terhadap OpenAI atas dugaan penggunaan materi berhak cipta tanpa izin.
studio ghibli is out, dr seuss is in pic.twitter.com/4ECxwLLkoj
— Jordi Hays (@jordihays) March 26, 2025
Dalam pernyataannya kepada TechCrunch, OpenAI menyebutkan bahwa sistem mereka menolak untuk meniru “gaya individu seniman yang masih hidup” tetapi mengizinkan replikasi “gaya studio yang lebih luas.” Namun, ini tetap menimbulkan perdebatan, karena gaya Studio Ghibli sendiri erat kaitannya dengan sentuhan pribadi pendirinya, Hayao Miyazaki.
Di sisi lain, pengguna AI tampaknya semakin menikmati kebebasan ini. Banyak yang menggunakan fitur gambar GPT-4o untuk menciptakan ulang foto pernikahan mereka dalam gaya Pixar, atau mengubah potret tokoh teknologi seperti Marc Andreessen menjadi ilustrasi ala Dr. Seuss.
Bahkan, dibandingkan dengan generator gambar dari Google Gemini atau xAI Grok, teknologi OpenAI disebut sebagai yang paling akurat dalam meniru gaya visual studio animasi.

Kredit Gambar: Maxwell Zeff/openAI
Dengan lonjakan permintaan yang tinggi, OpenAI bahkan sempat menunda peluncuran fitur gambar AI ini untuk pengguna gratis. Namun, seiring semakin luasnya penggunaan teknologi ini, kemungkinan besar perdebatan hukum dan etika seputar hak cipta akan semakin memanas.
Apakah ini langkah maju dalam inovasi kreatif, atau awal dari tantangan hukum yang lebih besar? Seperti halnya banyak perkembangan AI lainnya, jawabannya mungkin hanya akan terungkap seiring berjalannya waktu.***
Sumber Berita: Tech Crunch.


























