Ajaib, Buah Malapari Bisa Diolah Jadi Bioavtur Bahan Bakar Pesawat Terbang: Dikembangkan BRIN di Lembata

- Redaksi

Minggu, 18 Januari 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

JAKARTA, Mevin.ID – Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) mengembangkan tanaman malapari (Pongamia pinnata) di lahan kering Kabupaten Lembata, Nusa Tenggara Timur, sebagai salah satu solusi strategis untuk ketahanan energi hijau nasional. Kerja sama ini melibatkan PT Lembata Hira Sejahtera (BATARA) dan Pemerintah Kabupaten Lembata.

Tanaman malapari dinilai memiliki potensi besar sebagai sumber bahan baku bioavtur – bahan bakar pesawat ramah lingkungan yang berasal dari minyak nabati non-pangan. Minyak biji malapari dapat diolah menjadi biodiesel dan bioavtur tanpa bersaing dengan kebutuhan pangan serta mendukung kebijakan penerbangan berkelanjutan global.

Prof. Budi Leksono, Peneliti Ahli Utama BRIN, menjelaskan bahwa rendemen minyak alami malapari mencapai 20–28 persen, dan dapat ditingkatkan hingga sekitar 44 persen melalui seleksi genetik dan optimalisasi ekstraksi. Tanaman ini juga memiliki keunggulan ekologis sebagai legum yang mampu mengikat nitrogen, sehingga cocok ditanam di lahan marginal dan kering seperti di wilayah timur Indonesia.

“Malapari sangat adaptif pada lahan marginal dan wilayah dengan kondisi kering ekstrem, seperti di Indonesia bagian timur, termasuk Lembata,” ujar Budi dalam diskusi di Jakarta, dikutip Minggu (18/1/2026).

Pengembangan malapari di Lembata diintegrasikan dengan sistem agroforestri berbasis masyarakat, memungkinkan penanaman tanaman pangan dan komoditas lain di bawah tegakan malapari. Selain mendukung transisi energi, program ini juga diharapkan dapat meningkatkan kesejahteraan masyarakat serta berkontribusi pada penurunan emisi karbon nasional.

Ke depan, BRIN akan fokus pada penyiapan benih malapari bersertifikasi dan pengembangan varietas unggul asli Lembata, dengan melibatkan sinergi pentaheliks antara pemerintah, riset, swasta, dan masyarakat.***

Facebook Comments Box

Editor : Atep K

Follow WhatsApp Channel mevin.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Penjelasan tentang KHGT sebagai Pedoman Muhammadiyah Tentukan Awal Ramadan 1447 H
Kisah Pilu Norida Akmal Ayob: 18 Tahun Hidup Sengsara di Lombok, Akhirnya Dijemput Pulang ke Malaysia
Hilal Masih di Bawah Ufuk, Kemenag Prediksi 1 Ramadan 1447 H Jatuh pada Kamis 19 Februari
Survei Indikator: Warga Jabar Puas Infrastruktur, Tapi Keluhkan Akses Modal Ekonomi.
Gagalkan Penjualan Orang ke Arab Saudi, Satgas P2MI Projo Apresiasi Penyelamatan 11 Calon Pekerja Migran
Tok! Kemenag Gelar Sidang Isbat Hari Ini, Prediksi Awal Puasa Jatuh pada 19 Februari 2026
Prediksi BRIN: Awal Ramadan 2026 Berpotensi Berbeda Karena Faktor Hilal Global vs Lokal
‘Tembok Ratapan Solo’ Tandai Rumah Jokowi di Google Maps: Sekedar Iseng atau Nyata?

Berita Terkait

Selasa, 17 Februari 2026 - 23:00 WIB

Penjelasan tentang KHGT sebagai Pedoman Muhammadiyah Tentukan Awal Ramadan 1447 H

Selasa, 17 Februari 2026 - 21:42 WIB

Kisah Pilu Norida Akmal Ayob: 18 Tahun Hidup Sengsara di Lombok, Akhirnya Dijemput Pulang ke Malaysia

Selasa, 17 Februari 2026 - 18:58 WIB

Hilal Masih di Bawah Ufuk, Kemenag Prediksi 1 Ramadan 1447 H Jatuh pada Kamis 19 Februari

Selasa, 17 Februari 2026 - 16:27 WIB

Survei Indikator: Warga Jabar Puas Infrastruktur, Tapi Keluhkan Akses Modal Ekonomi.

Selasa, 17 Februari 2026 - 11:24 WIB

Gagalkan Penjualan Orang ke Arab Saudi, Satgas P2MI Projo Apresiasi Penyelamatan 11 Calon Pekerja Migran

Berita Terbaru