Akses Terputus Total: 3.522 Warga Desa Tempur Jepara Terisolasi Akibat Longsor di 18 Titik

- Redaksi

Senin, 12 Januari 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Kondisi jalan utama di Desa Tempur, Kecamatan Keling, tertutup material longsoran karena longsor terjadi di puluhan titik di Kabupaten Jepara, Jawa Tengah, Sabtu (10/1/2026). ANTARA/HO-BPBD Jepara/aa.

Kondisi jalan utama di Desa Tempur, Kecamatan Keling, tertutup material longsoran karena longsor terjadi di puluhan titik di Kabupaten Jepara, Jawa Tengah, Sabtu (10/1/2026). ANTARA/HO-BPBD Jepara/aa.

JEPARA, Mevin.ID – Bencana tanah longsor hebat melanda Desa Tempur, Kecamatan Keling, Kabupaten Jepara, Jawa Tengah. Berdasarkan data Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Jepara hingga Minggu (11/1/2026), sebanyak 3.522 jiwa dari 1.445 Kepala Keluarga (KK) dilaporkan terisolasi akibat akses jalan yang terputus total.

Hujan deras yang mengguyur wilayah tersebut sejak Jumat (9/1) memicu longsor di sedikitnya 18 titik dengan kategori rusak berat hingga kritis.

Jalan Hilang Tergerus Aliran Sungai

Kepala Pelaksana Harian BPBD Kabupaten Jepara, Arwin Noor Isdiyanto, mengungkapkan bahwa titik longsor terparah berada di pertigaan dekat spot foto “Selamat Datang”.

Di lokasi tersebut, badan jalan sepanjang 50 meter hilang total karena tergerus aliran Sungai Gelis.

“Titik kritis lainnya ada di Jembatan Mbah Sujak. Badan jalan terkikis hingga kedalaman enam meter akibat aliran sungai yang berpindah,” jelas Arwin dalam keterangannya, Minggu (11/1).

Dampak Kerusakan di Desa Tempur:

Selain memutus akses transportasi, bencana ini membawa dampak berantai bagi warga desa:

  • Permukiman: 6 unit rumah warga rusak (terendam lumpur hingga rusak total).
  • Infrastruktur: Jaringan listrik padam total akibat tiang roboh dan miring.
  • Pertanian: Puluhan hektare sawah di sepanjang Sungai Gelis hanyut dan rusak.
  • Logistik: Pasokan kebutuhan pokok terhambat karena kendaraan tidak bisa melintas.

Kendala Penanganan dan Kebutuhan Mendesak

Hingga saat ini, BPBD Jepara telah mengerahkan alat berat dan personel untuk melakukan pembersihan material. Namun, proses evakuasi di lapangan menghadapi tantangan berat.

“Pembersihan belum tuntas karena terkendala cuaca ekstrem yang berpotensi memicu longsor susulan. Selain itu, banyak material batu berukuran besar yang terus berjatuhan dari tebing,” tambah Arwin.

Kebutuhan Mendesak Saat Ini:

  • Tambahan alat berat (Ekskavator tipe PC-75) untuk menyingkirkan material batu besar.
  • Mesin Alkon (penyemprot air) untuk pembersihan lumpur.
  • Dukungan logistik dan bahan pangan untuk warga yang terisolasi.
  • Perbaikan jaringan listrik dari pihak terkait.

Pihak BPBD mengimbau warga untuk tetap waspada mengingat curah hujan yang masih tinggi.

Rencana pembukaan akses jalan akan dilanjutkan hari ini dengan memprioritaskan keselamatan tim di lapangan.***

Facebook Comments Box

Editor : Bar Bernad

Sumber Berita: Antara

Follow WhatsApp Channel mevin.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Predator di Sekolah: Oknum Guru SDN di Serpong Diduga Cabuli Belasan Murid, Kini Dirumahkan
Polda NTT Ringkus Penembak Burung Hantu Tyto Alba di Belu, Senapan Angin Diamankan
Air Mata Bu Guru Tri, Kisah Razia Rambut di Jambi yang Berujung Jeruji Besi
Viral Aksi Kejam di NTT: Burung Hantu Manguni Ditembak Hanya Karena “Mengganggu Tidur”
KDM Turun Tangan Tengahi Sengketa Air Gunung Ciremai: PDAM Tirta Kamuning Vs Warga
Tanggul Citarum Jebol di Muaragembong, 553 KK Terendam Banjir Luapan Air Sungai
Melawan Arus Demi Sesuap Nasi: Kisah Viral Penjual Tahu Bulat Terjang Banjir 50 Cm
Insinerator Dilarang, Pemkot Bandung akan Rekrut 1.000 Petugas ‘Gaslah’

Berita Terkait

Rabu, 21 Januari 2026 - 11:29 WIB

Predator di Sekolah: Oknum Guru SDN di Serpong Diduga Cabuli Belasan Murid, Kini Dirumahkan

Rabu, 21 Januari 2026 - 09:22 WIB

Air Mata Bu Guru Tri, Kisah Razia Rambut di Jambi yang Berujung Jeruji Besi

Rabu, 21 Januari 2026 - 09:15 WIB

Viral Aksi Kejam di NTT: Burung Hantu Manguni Ditembak Hanya Karena “Mengganggu Tidur”

Rabu, 21 Januari 2026 - 08:35 WIB

KDM Turun Tangan Tengahi Sengketa Air Gunung Ciremai: PDAM Tirta Kamuning Vs Warga

Rabu, 21 Januari 2026 - 07:38 WIB

Tanggul Citarum Jebol di Muaragembong, 553 KK Terendam Banjir Luapan Air Sungai

Berita Terbaru