Aksi Heroik di Mentawai, Selamatkan Penyu dari Jeratan Sampah dan Edukasi Bahaya Racun Logam Berat

- Redaksi

Kamis, 22 Januari 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

MENTAWAI, Mevin.ID – Sebuah aksi penyelamatan satwa lindung yang penuh tantangan terekam dalam unggahan akun Instagram Ivo Jefry Elika Putra.

Video tersebut memperlihatkan upaya penyelamatan seekor penyu yang terdampar di pesisir pantai dalam kondisi memprihatinkan, terlilit sampah plastik dan jaring nelayan.

Ivo bersama rekan-rekannya bergerak cepat melepaskan lilitan tali plastik yang menjerat tubuh penyu tersebut. Namun, aksi ini bukan sekadar misi lingkungan; ini adalah upaya penyelamatan nyawa manusia melalui edukasi kesehatan.

Trauma Tragedi 2018: Daging Penyu yang Mematikan

Penyelamatan ini dibarengi dengan edukasi keras kepada warga setempat agar tidak mengonsumsi penyu tersebut. Langkah ini diambil bukan tanpa alasan. Masyarakat Mentawai memiliki memori kelam terkait konsumsi daging penyu.

Pada Februari 2018, tragedi berdarah terjadi di Desa Taileleu, Kecamatan Siberut Barat Daya. Usai menyantap daging penyu dalam pesta adat (punen), puluhan warga mengalami keracunan massal dengan gejala:

  •  Pusing dan muntah-muntah.
  • Sesak napas.
  • Tenggorokan berlendir hingga gatal-gatal hebat.

Tragedi tersebut memakan tiga korban jiwa, termasuk dua balita berusia 2,5 dan 4,5 tahun, serta seorang lansia berusia 66 tahun.

Bahaya Logam Berat (Pb) di Tubuh Penyu

Ivo memberikan pemahaman kepada warga bahwa penyu bukan lagi sumber pangan yang aman. Berdasarkan penjelasan medis, penyu seringkali mengandung kadar Logam Berat Timbal (Pb) yang sangat tinggi.

“Akhirnya mereka menerima dengan baik dan mengurungkan niat untuk mengambil dagingnya, dan kita melepaskan penyu tersebut kembali ke laut,” tulis Ivo dalam keterangannya.

Ketegangan dengan Warga Dusun Lain

Meski berhasil membujuk warga sekitar, proses pelepasan tidak berjalan mulus. Setelah dilepaskan, penyu tersebut justru berenang ke arah hulu sungai, yang memancing perhatian warga dari dusun sebelah.

Aksi kejar-kejaran sempat terjadi. Meski sudah diperingatkan mengenai risiko racun mematikan, beberapa warga tetap bersikeras mengejar satwa tersebut.

Beruntung, penyu tersebut akhirnya mengubah arah berenang menuju muara laut, menjauh dari jangkauan pemburu.

“Terakhir kali melihat penyu ini berenang menuju muara laut kembali setelah dikejar. Semoga bisa lepas ke laut,” harap Ivo.

Risiko Kesehatan di Balik Satwa Dilindungi

Selain statusnya yang dilindungi secara hukum, mengonsumsi penyu membawa risiko kesehatan yang fatal. Selain logam berat, penyu diketahui membawa:

  • Bakteri Vibrio: Penyebab keracunan makanan akut.
  • Parasit berbahaya: Yang dapat merusak organ tubuh manusia.

Aksi yang dilakukan Ivo dan kawan-kawan menjadi pengingat penting bahwa menjaga kelestarian alam berarti juga menjaga keselamatan komunitas dari ancaman kesehatan yang nyata.***

Facebook Comments Box

Penulis : Bar Bernad

Follow WhatsApp Channel mevin.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Viral Aksi Berani Ibu Berkerudung Robohkan Tembok Pabrik Protes Banjir 2 Tahun
Mahasiswa KKN UNIK Cipasung Kritik Keras Pemerintah: Kondisi SLB ABC Ciawi Menyayat Hati
Tragedi Lampu Merah Kendari, Bocah Penjual Tisu Tewas Dilindas Alat Berat demi Mencari Sesuap Nasi
Usai Diburu Warga Kondisi Macan Tutul Jawa di Pacet Stabil, Ini Penjelasan BBKSDA Jabar
Apa itu Bocor Usus seperti Diderita Siti Atlet Rugby Asal Garut? Simak Ulasannya
Bandung Bangga, Natanael Juara Dunia Olimpiade Sains di AS dan Diundang NASA
Tanggap Darurat Longsor Cisarua Berakhir, Basarnas Tetap Siagakan Operasi Terbatas
Wujudkan Transparansi, Pemkab Majalengka Mulai Labelisasi Rumah Penerima Bansos

Berita Terkait

Sabtu, 7 Februari 2026 - 08:02 WIB

Viral Aksi Berani Ibu Berkerudung Robohkan Tembok Pabrik Protes Banjir 2 Tahun

Sabtu, 7 Februari 2026 - 05:35 WIB

Mahasiswa KKN UNIK Cipasung Kritik Keras Pemerintah: Kondisi SLB ABC Ciawi Menyayat Hati

Jumat, 6 Februari 2026 - 22:59 WIB

Tragedi Lampu Merah Kendari, Bocah Penjual Tisu Tewas Dilindas Alat Berat demi Mencari Sesuap Nasi

Jumat, 6 Februari 2026 - 21:15 WIB

Usai Diburu Warga Kondisi Macan Tutul Jawa di Pacet Stabil, Ini Penjelasan BBKSDA Jabar

Jumat, 6 Februari 2026 - 20:46 WIB

Apa itu Bocor Usus seperti Diderita Siti Atlet Rugby Asal Garut? Simak Ulasannya

Berita Terbaru