Alamku Geruduk Kantor BTNGC: Desak Penataan Ulang Pengelolaan Air Ciremai

- Redaksi

Rabu, 10 Desember 2025

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Kuningan, Mevin.ID — Aliansi Masyarakat Kuningan (Alamku), yang terdiri dari tujuh organisasi masyarakat dan mahasiswa, menggelar aksi unjuk rasa di depan Kantor Balai Taman Nasional Gunung Ciremai (BTNGC) di Desa Manislor, Kecamatan Jalaksana, Rabu (10/12).

Massa membawa dua tuntutan utama: memperkuat upaya pelestarian kawasan konservasi Gunung Ciremai, serta menindak tegas praktik pemanfaatan air yang dinilai banyak dilakukan tanpa izin.

Soroti Perizinan Air Ganda dan Dampak Kekeringan

Koordinator aksi, Yusuf Dandi Asih, menilai pengelolaan sumber daya air di kawasan Ciremai penuh kejanggalan. Ia menyebut adanya praktik perizinan ganda yang berdampak pada berkurangnya pasokan air ke wilayah pemukiman dan lahan pertanian.

“Dampaknya luar biasa. Masyarakat di bawah mengalami kekeringan dan makin sulit bercocok tanam,” kata Yusuf.

Ia mencontohkan kondisi di Kecamatan Cigugur, di mana hasil panen padi menurun drastis. Jika sebelumnya petani bisa panen dua hingga tiga kali setahun, kini untuk mencapai dua kali panen saja sulit.

Diduga 40 Titik Pengelolaan Air Tanpa Izin

Yusuf menyebutkan, hanya di Cisantana saja terdapat sekitar 15 titik pengelolaan air yang diduga beroperasi tanpa izin. Jika digabungkan dengan wilayah Palutungan, Linggarjati, dan sekitarnya, jumlahnya diperkirakan mencapai 40 titik.

“Kami akan laporkan data lengkapnya kepada aparat penegak hukum. Biar APH yang menentukan mana yang berizin dan mana yang tidak,” tegasnya.

Aksi juga diwarnai kritik terhadap pernyataan Kepala TNGC yang dinilai tidak memberikan jawaban jelas terkait kondisi debit air dan tata kelola perizinan.

Tuntut Transparansi, Minta Kepala BTNGC Mundur Jika Ada Pungli

Aktivis perempuan, Isma Winartoro, menambahkan bahwa lembaganya menuntut transparansi penuh terkait izin pemanfaatan air.

“Tadi Kepala TNGC menyatakan tidak pernah ada korupsi atau pungli di tubuh TNGC. Kalau terbukti satu saja, kami minta Kepala TNGC mundur dan BTNGC dibubarkan,” ujarnya.

BTNGC: Penataan Sedang Berjalan, Tidak Ada Pungli

Menanggapi aksi tersebut, Kepala BTNGC Kuningan, Toni Anwar, menyampaikan bahwa pihaknya sedang melakukan penataan ulang terhadap pengelolaan pemanfaatan air yang sudah berlangsung bertahun-tahun.

“Ketentuannya sama, mungkin komunikasinya yang perlu diperbaiki. Kami sudah menyurati para pengelola yang belum mengurus izin agar segera melengkapi administrasi,” jelas Toni.

Ia juga menegaskan tidak ada praktik pungli atau korupsi di tubuh BTNGC. “Saya menjamin itu tidak ada,” katanya.

Toni menambahkan, perizinan pemanfaatan air komersial kini sudah dibuka kembali, dan seluruh retribusi menjadi kewenangan pemerintah pusat.

Aksi ditutup dengan seruan agar Presiden Prabowo Subianto dan Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan, Raja Juliyanto, turun tangan menata ulang pengelolaan kawasan Ciremai, termasuk mempertimbangkan opsi pembubaran BTNGC.***

Facebook Comments Box

Penulis : Bar Bernad

Follow WhatsApp Channel mevin.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Bogor Memanas! Ribuan Sopir Angkot Bakal Geruduk Balai Kota Besok, Tuntut Kejelasan Nasib
Predator di Sekolah: Oknum Guru SDN di Serpong Diduga Cabuli Belasan Murid, Kini Dirumahkan
Polda NTT Ringkus Penembak Burung Hantu Tyto Alba di Belu, Senapan Angin Diamankan
Air Mata Bu Guru Tri, Kisah Razia Rambut di Jambi yang Berujung Jeruji Besi
Viral Aksi Kejam di NTT: Burung Hantu Manguni Ditembak Hanya Karena “Mengganggu Tidur”
KDM Turun Tangan Tengahi Sengketa Air Gunung Ciremai: PDAM Tirta Kamuning Vs Warga
Tanggul Citarum Jebol di Muaragembong, 553 KK Terendam Banjir Luapan Air Sungai
Melawan Arus Demi Sesuap Nasi: Kisah Viral Penjual Tahu Bulat Terjang Banjir 50 Cm

Berita Terkait

Rabu, 21 Januari 2026 - 17:10 WIB

Bogor Memanas! Ribuan Sopir Angkot Bakal Geruduk Balai Kota Besok, Tuntut Kejelasan Nasib

Rabu, 21 Januari 2026 - 11:29 WIB

Predator di Sekolah: Oknum Guru SDN di Serpong Diduga Cabuli Belasan Murid, Kini Dirumahkan

Rabu, 21 Januari 2026 - 11:10 WIB

Polda NTT Ringkus Penembak Burung Hantu Tyto Alba di Belu, Senapan Angin Diamankan

Rabu, 21 Januari 2026 - 09:22 WIB

Air Mata Bu Guru Tri, Kisah Razia Rambut di Jambi yang Berujung Jeruji Besi

Rabu, 21 Januari 2026 - 09:15 WIB

Viral Aksi Kejam di NTT: Burung Hantu Manguni Ditembak Hanya Karena “Mengganggu Tidur”

Berita Terbaru