Alarm Bahaya dari Perut Bandung: Sesar Lembang Masuki Fase Kritis, Potensi Gempa M 7,0 Mengintai

- Redaksi

Sabtu, 20 Desember 2025

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Bandung, Mevin.ID – Di balik keindahan panorama perbukitan Lembang dan deretan vila mewahnya, tersimpan ancaman geologi yang kini berada di titik nadir. Sesar Lembang, patahan aktif sepanjang 29 kilometer yang membentang dari Padalarang hingga Jaten, dilaporkan telah memasuki fase kritis akumulasi energi.

Para ahli memperingatkan bahwa gempa besar di wilayah Bandung Raya kini tinggal menunggu waktu. Berdasarkan catatan sejarah geologi, “raksasa” ini telah tertidur selama lebih dari 560 tahun dan kini sedang menghimpun tenaga untuk kembali menggeliat.

Bukti Nyata dari “Luka” di Perut Bumi

Peneliti Pusat Riset Kebumian dan Maritim BRIN, Mudrik Rahmawan Daryono, mengungkapkan temuan mengejutkan melalui metode paritan geologi (paleoseismology trenching) di situs Batu Lonceng, Lembang.

“Kami menemukan bukti nyata berupa lapisan tanah yang terobek dan bergeser secara vertikal setinggi 40 sentimeter. Secara total, pergeseran horizontalnya bisa mencapai lebih dari 1,5 meter,” jelas Mudrik dalam diskusi daring Bandung Executive Forum, Sabtu (20/12/2025).

Fakta Kunci Sesar Lembang:

  • Kecepatan Geser: Rata-rata 3,5 milimeter per tahun.
  • Gempa Terakhir: Diperkirakan terjadi pada rentang tahun 1450–1460 Masehi.
  • Potensi Magnitudo: Menghimpun energi setara gempa Magnitudo 6,5 hingga 7,0.
  • Dampak Guncangan: Skala VIII-IX MMI (Mampu merobohkan bangunan dengan konstruksi buruk).

Legenda Sangkuriang dan Fakta Tektonik

Menariknya, Mudrik menyebut bahwa legenda “Danau Bandung dalam Semalam” dalam kisah Sangkuriang kemungkinan besar merupakan memori kolektif leluhur terhadap peristiwa tektonik masa lalu.

Mekanisme oblique-slip (geser naik) pada Sesar Lembang secara geologis sangat memungkinkan membendung aliran sungai seketika dan menciptakan danau saat terjadi gempa besar tunggal.

Tantangan Mitigasi: Ribuan Jiwa di Atas Garis Api

Ironi terbesar saat ini adalah masifnya pembangunan di sepanjang jalur patahan. Hotel, objek wisata, sekolah, hingga pemukiman padat berdiri tepat di atas retakan aktif.

Mudrik menekankan pentingnya Indonesia belajar dari Jepang (Kobe) dan Taiwan (Chi-Chi) dalam mengelola sesar aktif. Salah satu idenya adalah membangun Museum Sesar Aktif.

“Kita butuh bukti fisik yang tidak ditutup kembali agar masyarakat bisa melihat sendiri bahwa bumi di bawah kaki mereka bisa terbelah. Ini penting untuk menumbuhkan kesadaran alami, bukan sekadar larangan normatif,” tegasnya.

Apa yang Harus Dilakukan Warga Bandung?

Karena gempa tidak memberikan peringatan, mitigasi mandiri menjadi kunci keselamatan:

  • Perkuat Struktur: Pastikan bangunan (terutama bangunan tua) memiliki perkuatan di bagian siku-siku.
  • Amankan Perabotan: Ikat lemari tinggi atau kulkas ke dinding agar tidak roboh saat guncangan.
  • Hafalkan Titik Aman: Kenali tempat berlindung terdekat di dalam rumah, seperti kolong meja kayu yang kuat.

Seluruh wilayah Bandung Raya, mulai dari Kota Bandung, Cimahi, hingga Kabupaten Bandung Barat, diprediksi akan menerima dampak guncangan yang signifikan jika sesar ini pecah. Bahkan, getaran kuat diperkirakan bisa merambat hingga ke Purwakarta dan Subang.

“Kita tidak bisa mencegah bumi bergerak, tetapi kita bisa memilih untuk tidak menjadi korban dari ketidaktahuan kita sendiri,” pungkas Mudrik.***

Facebook Comments Box
Follow WhatsApp Channel mevin.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Tangan Diborgol, Wali Kota Madiun Maidi Resmi Ditahan KPK Terkait Kasus Pemerasan & Gratifikasi
Pakai Rompi Oranye KPK, Bupati Pati Sudewo Bantah Peras Calon Perangkat Desa Rp2,6 Miliar
GUN Ketua LSM Sniper Diperiksa KPK Terkait Korupsi Bupati Bekasi Ade Kunang
Terjaring OTT Jual Beli Jabatan, Bupati Pati Sudewo Tiba di Gedung Merah Putih KPK
Cinta di Balik Air Bah, Kisah Induk Gajah Melawan Arus Dahsyat Demi Sang Anak
TKW Korban Penganiayaan di Oman Diselamatkan Pekerja Indonesia, Eka Diduga Jadi Korban TPPO
Kabar Baik untuk Pegawai Inti SPPG: Status PPPK Resmi Per 1 Februari 2026, Bagaimana Nasib Relawan dan Staf Lain?
Wapres Gibran di Tasikmalaya: Perkuat Ekonomi Rakyat hingga Pantau Inovasi AI di Pesantren

Berita Terkait

Rabu, 21 Januari 2026 - 08:48 WIB

Tangan Diborgol, Wali Kota Madiun Maidi Resmi Ditahan KPK Terkait Kasus Pemerasan & Gratifikasi

Rabu, 21 Januari 2026 - 08:02 WIB

Pakai Rompi Oranye KPK, Bupati Pati Sudewo Bantah Peras Calon Perangkat Desa Rp2,6 Miliar

Selasa, 20 Januari 2026 - 16:00 WIB

GUN Ketua LSM Sniper Diperiksa KPK Terkait Korupsi Bupati Bekasi Ade Kunang

Selasa, 20 Januari 2026 - 15:06 WIB

Terjaring OTT Jual Beli Jabatan, Bupati Pati Sudewo Tiba di Gedung Merah Putih KPK

Selasa, 20 Januari 2026 - 13:32 WIB

Cinta di Balik Air Bah, Kisah Induk Gajah Melawan Arus Dahsyat Demi Sang Anak

Berita Terbaru