Bandung, Mevin.ID – Stadion Gelora Bandung Lautan Api kembali bersiap menjadi lautan biru pada Jumat malam, 21 November 2025.
Bukan sekadar laga pekan ke-13 Super League 2025/26, pertarungan PERSIB kontra Dewa United ini punya rasa yang berbeda: rindu stadion, misi balas dendam, dan momentum untuk kembali memanaskan papan atas.
Pelatih PERSIB, Bojan Hodak, datang dengan satu pesan tegas: menang untuk Bobotoh. Titik.
Namun pria Kroasia itu juga tak menutupi kenyataan: duel nanti tidak akan ringan.
“Ini akan menjadi pertandingan sulit. Bagi saya, Dewa adalah salah satu tim terbaik di Indonesia,” ujarnya pada sesi konferensi pers di GBLA, Kamis (20/11). Kalimat yang terdengar sederhana, tapi penuh peringatan.
Hodak masih heran bagaimana lawan yang musim lalu finis sebagai runner-up, kini tercecer di posisi 14.
“Saya tidak tahu apa yang terjadi pada mereka. Komposisi pemainnya tidak banyak berubah. Tapi mereka akan bermain all out besok,” lanjutnya.
Meski begitu, PERSIB datang dengan fokus penuh. Tanpa Adam Alis, Federico Barba, dan Luciano Guaycochea, Hodak menegaskan satu hal: Maung siap tempur.
“Musim lalu, mereka mengalahkan kami di sini. Sekarang, kami harus kerja 100 persen dan dapatkan hasil positif,” tegasnya.
Marc Klok: “Kita Rindu Stadion Ini”
Jika Hodak bicara soal strategi, Marc Klok bicara soal rasa.
Rindu—itu kata pertama yang menggambarkan suasana hatinya jelang pertandingan.
Maklum, PERSIB terakhir kali tampil di GBLA pada 27 Oktober, saat menjamu Persis Solo. Lalu jeda dua pekan sejak kemenangan dramatis 3-2 atas Selangor FC di Malaysia membuat atmosfer laga kandang terasa semakin ditunggu.
“Sudah cukup lama tidak main. Kami sangat antusias untuk besok. Kita mulai lagi di liga,” kata Klok, matanya berbinar.
Bagi kapten PERSIB itu, duel melawan Dewa United adalah pertemuan dua tim besar—dan karena itu, standar permainan harus naik.
“Semua tahu ini pertandingan berat. Dua tim hebat, banyak pemain hebat. Kami siap, kami antusias. Target kami pasti menang di kandang.”***

























