Amnesty Internasional Indonesia Ingatkan Risiko Relokasi Warga Gaza ke Pulau Galang

- Redaksi

Senin, 11 Agustus 2025

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Sejumlah pegiat HAM dari Amnesty International Indonesia membentangkan spanduk dan poster saat melakukan aksi di depan Kedutaan Besar Amerika Serikat untuk Indonesia, di Jakarta. Dalam aksinya mereka meminta Israel menghentikan serangan besar-besaran ke Gaza sekaligus mengakhiri penindasan sistem apartheid kepada warga Palestina. ANTARA FOTO/Hafidz Mubarak A/nym.

i

Sejumlah pegiat HAM dari Amnesty International Indonesia membentangkan spanduk dan poster saat melakukan aksi di depan Kedutaan Besar Amerika Serikat untuk Indonesia, di Jakarta. Dalam aksinya mereka meminta Israel menghentikan serangan besar-besaran ke Gaza sekaligus mengakhiri penindasan sistem apartheid kepada warga Palestina. ANTARA FOTO/Hafidz Mubarak A/nym.

Jakarta, Mevin.ID — Amnesty Internasional Indonesia mengingatkan pemerintah agar berhati-hati terkait rencana merelokasi ribuan warga Gaza yang terluka akibat agresi militer Israel ke Pulau Galang, Batam, Kepulauan Riau, dengan alasan kemanusiaan.

“Rencana ini harus disikapi dengan kritis,” ujar Deputi Direktur Amnesty International Indonesia, Wirya Adiwena, dalam siaran pers yang diterima, Senin (11/8/2025).

Wirya menilai, meski pemerintah menyampaikan kebijakan tersebut sebagai misi kemanusiaan, jika tidak hati-hati, langkah itu berpotensi sejalan dengan skenario besar Israel dan Amerika Serikat di bawah pemerintahan Donald Trump yang memudahkan pengosongan Jalur Gaza.

Ia menegaskan, segala bentuk pemindahan warga Palestina dari wilayah pendudukan di luar kesukarelaan mereka dapat dianggap sebagai kejahatan perang. Amnesty menilai Indonesia harus menolak segala upaya yang berpotensi mendukung pendudukan ilegal Israel.

“Intinya, hentikan genosida dan apartheid Israel, gencatan senjata permanen, dan buka jalur kemanusiaan demi mengakhiri kelaparan akut di sana. Bukan merelokasi mereka dari tempat tinggalnya,” kata Wirya.

Amnesty juga mempertanyakan waktu pengumuman kebijakan ini, mengingat rencana evakuasi telah ada sejak Januari 2025 dan kembali mencuat usai negosiasi dagang Indonesia–Amerika Serikat. Pada Februari lalu, Donald Trump disebut pernah menyarankan relokasi dua juta warga Gaza ke negara-negara lain.

Wirya mengingatkan, separuh populasi Gaza adalah penyintas atau keturunan dari peristiwa Nakba 1948. Relokasi ke Indonesia berpotensi menciptakan “Nakba baru” jika mereka tidak dapat kembali ke tanah kelahirannya.

Amnesty juga menyoroti tantangan pemenuhan hak dasar, mengingat hingga kini sekitar 12.000 pengungsi dan pencari suaka di Indonesia belum terpenuhi kebutuhannya.

Sebelumnya, Presiden Prabowo Subianto dalam sidang kabinet 6 Agustus 2025 memerintahkan penyiapan bantuan medis bagi 2.000 korban perang Gaza di Pulau Galang. Wakil Gubernur Kepulauan Riau Nyanyang Haris Pratamura menyatakan dukungan penuh terhadap rencana tersebut.***

Facebook Comments Box
Follow WhatsApp Channel mevin.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Iran “Segel” Selat Hormuz bagi AS dan Israel, Harga Minyak Dunia Langsung Mendidih!
Respons Ketegangan Iran vs AS-Israel, TNI: Siaga 1
Ketum Projo Budi Arie: Kritik Rakyat Adalah Energi Bangsa, Bukan Ancaman!
Heboh Video Pidato Netanyahu Punya 6 Jari, Benarkah Hanya Rekayasa AI?
KPK Tetapkan 2 Tersangka dalam OTT Bupati Cilacap, Ini Bocorannya!
Bareskrim Bongkar Imperium Judol Oei Hengky Wiryo, Rp530 Miliar Disetor ke Kas Negara
Harga Minyak Dunia Meroket, Trump Ancam Bakal ‘Gebuk’ Iran Lebih Parah dalam Sepekan ke Depan
LPBI NU Jawa Barat Kutuk Keras Penyiraman Air Keras Aktivis KontraS: “Ancaman Nyata bagi Demokrasi!”

Berita Terkait

Minggu, 15 Maret 2026 - 18:51 WIB

Iran “Segel” Selat Hormuz bagi AS dan Israel, Harga Minyak Dunia Langsung Mendidih!

Minggu, 15 Maret 2026 - 16:01 WIB

Respons Ketegangan Iran vs AS-Israel, TNI: Siaga 1

Sabtu, 14 Maret 2026 - 22:14 WIB

Ketum Projo Budi Arie: Kritik Rakyat Adalah Energi Bangsa, Bukan Ancaman!

Sabtu, 14 Maret 2026 - 22:11 WIB

Heboh Video Pidato Netanyahu Punya 6 Jari, Benarkah Hanya Rekayasa AI?

Sabtu, 14 Maret 2026 - 19:29 WIB

KPK Tetapkan 2 Tersangka dalam OTT Bupati Cilacap, Ini Bocorannya!

Berita Terbaru