Jakarta, Mevin.ID – BMKG memperingatkan peningkatan potensi cuaca ekstrem di sejumlah wilayah Indonesia menyusul penguatan dua bibit siklon tropis sekaligus: 91S dan 93S.
Meski keduanya bergerak menjauhi Indonesia, efek tidak langsungnya diprediksi cukup signifikan dalam beberapa hari ke depan.
Bibit 91S yang berada di Samudera Hindia barat daya Lampung diperkirakan resmi berubah menjadi Siklon Tropis Bakung pada Jumat (12/12) pukul 19.00 WIB.
Penguatan sistem ini mendorong lonjakan kecepatan angin hingga 65 km/jam dan memicu peningkatan curah hujan di wilayah barat Sumatra dan Lampung.
Wilayah yang Diperkirakan Terdampak:
- Hujan sedang–lebat: Bengkulu, Lampung
- Angin kencang: Pesisir barat Sumatera Barat, Bengkulu, Lampung
- Gelombang tinggi 1,25–2,5 meter: Kep. Mentawai, perairan Bengkulu–Lampung, Selat Sunda selatan, perairan selatan Banten–Jawa Barat
Sementara itu, bibit siklon 93S di selatan Bali–NTB masih stabil namun berpotensi menguat dalam 48–72 jam ke depan.
Dampak yang Perlu Diwaspadai dari 93S:
- Hujan sedang–lebat: Jawa Timur, Bali, NTB
- Angin kencang: Pesisir selatan Jatim dan Bali
- Gelombang tinggi 1,25–2 meter: Perairan selatan Jatim hingga NTT
BMKG menegaskan bahwa kondisi ini sudah berdampak dalam bentuk peningkatan hujan dan gelombang tinggi sejak beberapa hari terakhir.
Koordinasi dengan BNPB, Basarnas, dan pemerintah daerah terus dilakukan untuk memastikan mitigasi berjalan.
Deputi Meteorologi BMKG Guswanto mengingatkan agar masyarakat tetap waspada namun tidak panik, serta hanya merujuk pada informasi resmi.
Di tengah maraknya kabar simpang siur di media sosial, BMKG menekankan pentingnya menghindari informasi tidak valid, terutama yang bisa memicu kepanikan.
Dengan dua bibit siklon yang masih aktif, Indonesia memasuki periode cuaca yang menuntut kewaspadaan tinggi, terutama bagi masyarakat di wilayah pesisir dan daerah rawan banjir maupun longsor.***


























