Anggaran Bantuan Kematian Warga Bantar Gebang TA 2025 Senilai Rp160 Miliar Diduga Menguap

- Redaksi

Jumat, 23 Januari 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

BEKASI, Mevin.ID – Alokasi anggaran fantastis senilai Rp160.898.928.000 yang bersumber dari bantuan keuangan Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta untuk warga Bantar Gebang, Kota Bekasi, kini tengah menjadi sorotan tajam.

Dana kompensasi dampak TPST Bantar Gebang tersebut diduga tidak terealisasi secara optimal, terutama pada pos bantuan kematian bagi warga terdampak.

Kompensasi Nyawa yang Tak Kunjung Tiba

Dana ratusan miliar tersebut sejatinya dialokasikan sebagai bentuk tanggung jawab atas dampak lingkungan dan kesehatan yang diderita masyarakat di sekitar Tempat Pengolahan Sampah Terpadu (TPST) Bantar Gebang. Salah satu poin krusial dalam bantuan ini adalah pemberian santunan kematian.

Namun, memasuki Tahun Anggaran (TA) 2025, realisasi dana tersebut justru dipertanyakan. Minimnya transparansi mengenai mekanisme penyaluran dan data penerima manfaat memicu keresahan di tengah masyarakat.

“Bantuan ini seharusnya menjadi bentuk tanggung jawab pemerintah kepada warga terdampak. Namun sampai sekarang, realisasinya tidak jelas dan tidak dirasakan masyarakat,” ujar salah satu perwakilan warga dengan nada kecewa.

Sorotan Aktivis: Kejahatan Sosial dan Moral

Dugaan mandeknya penyaluran dana ini memantik reaksi keras dari pemuda Bekasi. Erik Julianto, perwakilan pemuda Bekasi, menilai bahwa ketidakjelasan ini bukan sekadar persoalan administratif, melainkan menyentuh ranah hukum dan moral.

“Persoalan semacam ini mestinya jangan dibiarkan karena menyangkut sosial dan moral. Ini juga salah satu bentuk kejahatan yang memang harus diadili secara hukum,” tegas Erik saat memberikan keterangan.

Erik mendorong lembaga berwenang, mulai dari Kejaksaan hingga Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), untuk turun tangan melakukan audit investigatif.

Menurutnya, keterbukaan informasi publik terkait laporan penggunaan anggaran sangat mendesak demi memastikan akuntabilitas.

Menanti Klarifikasi Pemerintah

Masyarakat yang selama bertahun-tahun hidup berdampingan dengan risiko penyakit dan polusi sampah merasa hak ganti rugi mereka diabaikan.

Hingga berita ini diterbitkan, belum ada penjelasan resmi dari Pemerintah Kota Bekasi maupun Pemprov DKI Jakarta terkait kendala atau status realisasi anggaran bantuan kematian tersebut.

Warga Bantar Gebang kini menuntut kejelasan: Ke mana larinya dana Rp160 miliar tersebut? Dan kapan hak-hak warga yang terdampak akan segera dipenuhi sesuai janji pemerintah?***

Facebook Comments Box

Penulis : Pratigto

Follow WhatsApp Channel mevin.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Polisi Majalengka Gerebek Kontrakan di Babakan Jawa, Pengedar Sabu 11 Gram Berhasil Diringkus
Petani Lembang “Blokade” Jalur Offroad: Jalan Hancur, Pipa Air Pecah, Pakan Ternak Terhambat
Seruan Setop Bayar Pajak Kendaraan: Pemprov Jateng Kalang Kabut, Siapkan Diskon 5 Persen
Tragis di Bojongsoang, Sakit Hati Dihina, Suami Tega Habisi Nyawa Istri di Depan Sang Anak
Investasi Bodong Aplikasi MBA Pangandaran, Polda Jabar Dibanjiri Laporan
WALHI Jabar Endus Kepentingan Politik di Balik Penutupan Bandung Zoo: “Ada Dugaan Janji ke Pihak Tertentu”
Transformasi Regulasi Cagar Budaya dan Implikasi Yuridis Sengketa Lahan SMAN 1 Bandung
Tragedi Pembunuhan Siswa SMPN 26 Bandung: Terungkap Korban Alami Perundungan Sejak SD

Berita Terkait

Senin, 16 Februari 2026 - 21:34 WIB

Polisi Majalengka Gerebek Kontrakan di Babakan Jawa, Pengedar Sabu 11 Gram Berhasil Diringkus

Senin, 16 Februari 2026 - 20:59 WIB

Petani Lembang “Blokade” Jalur Offroad: Jalan Hancur, Pipa Air Pecah, Pakan Ternak Terhambat

Senin, 16 Februari 2026 - 19:31 WIB

Tragis di Bojongsoang, Sakit Hati Dihina, Suami Tega Habisi Nyawa Istri di Depan Sang Anak

Senin, 16 Februari 2026 - 19:07 WIB

Investasi Bodong Aplikasi MBA Pangandaran, Polda Jabar Dibanjiri Laporan

Senin, 16 Februari 2026 - 15:02 WIB

WALHI Jabar Endus Kepentingan Politik di Balik Penutupan Bandung Zoo: “Ada Dugaan Janji ke Pihak Tertentu”

Berita Terbaru