Anggota Komisi IV DPR Kritik Penempatan Politisi di Tim FOLU Net Sink 2030

- Redaksi

Selasa, 11 Maret 2025

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Anggota Komisi IV DPR RI Firman Soebagyo. Foto : Dok/Andri

Anggota Komisi IV DPR RI Firman Soebagyo. Foto : Dok/Andri

Jakarta, Mevin.ID – Anggota Komisi IV DPR RI, Firman Soebagyo, mengkritisi keputusan Menteri Kehutanan (Menhut) Raja Juli Antoni yang menempatkan politisi atau kader partai dalam struktur Operation Management Office (OMO) Indonesia’s Forestry and Other Land Use (FOLU) Net Sink 2030.

Firman menilai organisasi yang fokus pada pengurangan emisi dan pengendalian perubahan iklim ini seharusnya diisi oleh figur profesional, bukan politisi.

“Lembaga pemerintahan (tapi dikelola) seperti menjadi alat politik atau menjadi instrumen politik untuk mencapai tujuan tertentu yang bertentangan dengan UU,” kata Firman dalam keterangan tertulis yang dikutip Parlementaria, di Jakarta, Senin (10/3/2025).

ASN Tersisih, Kader Partai Mendominasi

Firman, yang merupakan politisi Fraksi Partai Golkar, menyayangkan penempatan kader partai dalam tim FOLU Net Sink 2030. Menurutnya, hal ini membuat Aparatur Sipil Negara (ASN) yang memiliki kompetensi justru tersisih. “Seharusnya para ASN memiliki kesempatan, namun jadi begitu mudah tergeser oleh gerombolan kader partai yang belum tentu profesional,” ujarnya.

Ia menegaskan bahwa penempatan kader partai dalam tim tersebut tidak didasarkan pada latar belakang yang mendukung. Firman pun berharap Presiden Prabowo Subianto dapat memberikan perhatian lebih pada persoalan ini. “Jangan sampai kasus serupa menjadi preseden yang dianggap biasa dalam sistem perekrutan pegawai pemerintahan dewasa ini,” tegasnya.

SK Menhut dan Honor yang Disorot

Menteri Kehutanan Raja Juli Antoni telah mengeluarkan Surat Keputusan (SK) Nomor 32 pada 31 Januari 2025 tentang Penetapan Struktur Organisasi Operation Management Office (OMO) Indonesia Forestry and Other Land Use (FOLU) Net Sink 2030. Dalam SK tersebut, Raja Juli memasukkan sejumlah kader partai ke dalam organisasi ini.

Beleid itu juga menyebutkan besaran honor untuk anggota tim. Penanggung jawab atau pengarah menerima honor sebesar Rp 50 juta setiap bulan, anggota bidang Rp 20 juta per bulan, dan staf Rp 8 juta per bulan. Hal ini menimbulkan pertanyaan publik terkait transparansi dan akuntabilitas penggunaan anggaran negara.

Panggilan untuk Transparansi dan Profesionalisme

Firman menekankan pentingnya transparansi dan profesionalisme dalam penunjukan anggota tim FOLU Net Sink 2030. Ia meminta agar proses seleksi dilakukan secara terbuka dan berdasarkan kompetensi, bukan pertimbangan politik.

“Ini menyangkut masa depan lingkungan hidup dan target penurunan emisi yang menjadi komitmen pemerintah. Jangan sampai program strategis ini dikelola oleh orang-orang yang tidak kompeten,” tandasnya.

Dengan kritik ini, publik menantikan respons dari Kementerian Kehutanan terkait proses seleksi dan komposisi tim FOLU Net Sink 2030, serta langkah-langkah konkret untuk memastikan program ini berjalan sesuai tujuan utamanya.***

Facebook Comments Box
Follow WhatsApp Channel mevin.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Politisi Golkar Sebut Kunjungan Presiden ke Luar Negeri Pertegas Posisi Indonesia di Mata Internasional
Darurat Sampah! DPRD DKI Desak Pemprov Hentikan Solusi ‘Tambal Sulam’ di TPST Bantar Gebang
Darurat Abrasi Sungai di Nunuk Baru, Komisi III DPRD Majalengka Desak Pemda Segera Turunkan Anggaran BTT
Gaya Hidup Mewah Jaksa Jadi Sorotan, Komisi III DPR: Reformasi Kejaksaan Masih “Tambal Sulam”
Ribuan Kendaraan Dinas Nunggak Pajak, DPRD Bekasi Soroti Krisis Keteladanan Pemkot
Tak Sekadar Donasi, DPRD Kota Bekasi Antar Langsung Bantuan ke Wilayah Bencana
Dana Hibah RW Mengendap, Komisi I DPRD Bekasi Minta Evaluasi Camat dan Lurah
Kinerja Kecamatan Disorot, DPRD Bekasi Ingatkan Akuntabilitas Anggaran

Berita Terkait

Rabu, 21 Januari 2026 - 20:09 WIB

Politisi Golkar Sebut Kunjungan Presiden ke Luar Negeri Pertegas Posisi Indonesia di Mata Internasional

Minggu, 11 Januari 2026 - 10:34 WIB

Darurat Sampah! DPRD DKI Desak Pemprov Hentikan Solusi ‘Tambal Sulam’ di TPST Bantar Gebang

Jumat, 9 Januari 2026 - 21:24 WIB

Darurat Abrasi Sungai di Nunuk Baru, Komisi III DPRD Majalengka Desak Pemda Segera Turunkan Anggaran BTT

Rabu, 24 Desember 2025 - 16:23 WIB

Gaya Hidup Mewah Jaksa Jadi Sorotan, Komisi III DPR: Reformasi Kejaksaan Masih “Tambal Sulam”

Senin, 15 Desember 2025 - 16:28 WIB

Ribuan Kendaraan Dinas Nunggak Pajak, DPRD Bekasi Soroti Krisis Keteladanan Pemkot

Berita Terbaru