“Antrian Panjang di Cianjur”: Potret Muda-Mudi Mengejar Asa di Tengah Sulitnya Lapangan Kerja

- Redaksi

Senin, 14 Juli 2025

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Cianjur, Mevin.ID – Matahari belum muncul sepenuhnya di langit Cianjur, tapi deretan manusia sudah mengular di sepanjang Jalan Siliwangi. Pakaian hitam putih, berkas lamaran di tangan, dan harapan di dada. Itulah pemandangan yang terjadi Senin pagi (14/7/2025), ketika ribuan pencari kerja memadati kawasan Santiong untuk melamar pekerjaan di sebuah toko ritel lokal, Khaira Store.

Mereka datang sejak pukul 05.00 WIB. Beberapa dari luar kota—Bogor, Sukabumi, hingga Pangandaran. Kebanyakan adalah fresh graduate, wajah-wajah muda yang belum lama meninggalkan bangku sekolah atau kampus, kini berdiri berdesakan demi satu peluang kerja.

“Situasi pagi ini antrian ribuan pelamar terus memadati kawasan Santiong Jalan Siliwangi Cianjur untuk melamar pekerjaan di sebuah toko ritel hits di Cianjur,” tulis akun TikTok @cianjurtea_ dalam unggahan viral yang memperlihatkan lautan manusia bergerak perlahan seperti antre sembako.

@cianjurtea_Situasi pagi ini antrian ribuan pelamar terus memadati kawasan Santiong Jalan Siliwangi Cianjur untuk melamar pekerjaan di sebuah toko ritel hits di Cianjur (Senin, 14 Juli 2025). Gimana dari kalian ada yg ikut antri melamar disini? #cianjur

♬ 꿈과 책과 힘과 벽 – JANNABI

Khaira Store, ritel yang membuka 50 lowongan untuk posisi seperti kasir, waiter, staf gudang, hingga konten kreator, tak pernah membayangkan antusiasme yang sedemikian besar. “Jumlah pelamar sudah tembus seribu lebih,” ujar Ros Isnawati Nuraeni, perwakilan toko. “Kita awalnya buka lewat media sosial saja.”

Saking padatnya, manajemen memutuskan menerima semua dokumen tanpa seleksi awal. Namun, mereka pun kewalahan. Banyak pelamar tak sempat ditangani. Mereka hanya bisa meninggalkan map cokelat dan menatap antrean yang tak kunjung habis.

“Kami mohon maaf. Gak nyangka bakal semembludak ini,” tulis pihak Khaira Store dalam kolom komentar.

Realitas Baru Lulusan Baru

Pemandangan semacam ini bukan pertama kalinya terjadi. Di era pascapandemi, walk-in interview yang membludak adalah gejala dari satu hal: kesenjangan antara jumlah pencari kerja dan lapangan pekerjaan yang tersedia. Menurut data Kementerian Ketenagakerjaan, pada 2025 angkatan kerja Indonesia telah mencapai 149 juta jiwa—dengan tambahan 2–3 juta pencari kerja baru tiap tahun.

Sayangnya, mesin ekonomi belum mampu menyesuaikan laju pertumbuhan ini. Dunia usaha menahan ekspansi, lapangan kerja tetap terbatas, sementara setiap tahun selalu ada lulusan baru yang perlu diserap.

Warganet pun geram sekaligus sedih. Banyak yang menyayangkan metode walk-in interview yang dinilai tak efisien dan justru menyulitkan. “Mending pakai link form, jadi tinggal seleksi yang cocok saja yang dipanggil,” tulis akun @angginoviantykur.

Yang lain mengekspresikan empati mendalam:
“Ya Allah sedih banget lihat teman-teman yang rela panas-panasan, desek-desekan biar bisa kerja. Semoga ada kabar baik setelah penantian yang penuh perjuangan itu,” tulis akun @4kunb3rdu2.

Di Balik Map Cokelat dan Senyum Teguh

Mungkin mereka yang berdiri berjam-jam di bawah matahari itu tidak tahu siapa yang akan membaca surat lamarannya. Mungkin mereka hanya percaya bahwa hari itu bisa menjadi titik balik. Namun bagi kita yang menyaksikan dari layar ponsel—baik sebagai penonton, pembuat kebijakan, atau pemilik bisnis—pemandangan ini seharusnya lebih dari sekadar konten viral.

Ini adalah panggilan untuk empati, dan lebih dari itu, panggilan untuk perombakan sistem. Karena di balik ribuan map cokelat yang ditinggalkan itu, ada ribuan kisah tentang anak muda yang tak menyerah, meski dunia kerja kian sempit dan mimpi harus terus diperjuangkan.***

Facebook Comments Box
Follow WhatsApp Channel mevin.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

157 Perusahaan Diadukan ke Disnakertrans Jabar soal THR Lebaran 2026
Wali Kota Bandung Bekukan Izin Proyek BRT, Kualitas Pekerjaan di 5 Titik Buruk
Sinergi di Bulan Suci: Kadin Majalengka Gandeng Baznas Santuni Puluhan Anak Yatim
Pantauan Arus Mudik: Rest Area KM 147 Tol Purbaleunyi Masih Kondusif, Polisi Prediksi Kepadatan Berlanjut
Sidang Lanjutan Kasus Resbob: Ibunda Terdakwa Sampaikan Maaf kepada Masyarakat Sunda dan Viking
Awas Longsor! Bupati Majalengka Tandai Jalur Cikijing dan Cikebo Sebagai Zona Merah Mudik 2026
Warga Bandung Harus Tunggu Lagi, Wali Kota Bekukan Izin BRT Gara-gara Pengerjaan “Jelek Sekali”
Polisi Bongkar Hasil Olah TKP Tewasnya Pejabat Satpol PP di Kosan Cigasong, Ada Apa?

Berita Terkait

Selasa, 17 Maret 2026 - 13:04 WIB

157 Perusahaan Diadukan ke Disnakertrans Jabar soal THR Lebaran 2026

Selasa, 17 Maret 2026 - 00:37 WIB

Wali Kota Bandung Bekukan Izin Proyek BRT, Kualitas Pekerjaan di 5 Titik Buruk

Senin, 16 Maret 2026 - 21:30 WIB

Sinergi di Bulan Suci: Kadin Majalengka Gandeng Baznas Santuni Puluhan Anak Yatim

Senin, 16 Maret 2026 - 19:01 WIB

Pantauan Arus Mudik: Rest Area KM 147 Tol Purbaleunyi Masih Kondusif, Polisi Prediksi Kepadatan Berlanjut

Senin, 16 Maret 2026 - 18:37 WIB

Sidang Lanjutan Kasus Resbob: Ibunda Terdakwa Sampaikan Maaf kepada Masyarakat Sunda dan Viking

Berita Terbaru

Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menyebut praktik pemberian Tunjangan Hari Raya (THR) dari kepala daerah kepada Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) tak hanya terjadi di Kabupaten Cilacap, Jawa Tengah. (ANTARA FOTO/Indrianto Eko Suwarso)

Kolom

Ketika THR Berubah Menjadi Jerat Korupsi

Selasa, 17 Mar 2026 - 11:03 WIB