Jakarta, Mevin.ID – Apple telah menyetujui komitmen untuk meningkatkan investasi di Indonesia sebagai bagian dari upaya memenuhi sanksi akibat belum menjalankan komitmen inovasi pada periode sebelumnya dengan semestinya. Hal ini sesuai dengan Peraturan Menteri Perindustrian (Permenperin) No. 29 Tahun 2017 tentang Ketentuan dan Tata Cara Penghitungan Nilai Tingkat Komponen Dalam Negeri Produk Telepon Seluler, Komputer Genggam, dan Komputer Tablet.
Komitmen ini diwujudkan melalui penandatanganan Memorandum of Understanding (MoU) antara Kementerian Perindustrian (Kemenperin) dan Apple pada Rabu (26/2/2025). MoU tersebut mencakup rencana investasi Apple di Indonesia untuk periode 2023–2029.
Penambahan Investasi dan Produksi AirTag di Batam
Salah satu bentuk penambahan investasi Apple adalah dengan membawa perusahaan Global Value Chain (GVC) mereka, yaitu ICT Luxshare, untuk berinvestasi di Indonesia. ICT Luxshare akan memproduksi aksesoris AirTag di pabrik yang sedang dibangun di Batam dengan nilai investasi sebesar USD150 juta.
Dengan investasi ini, Indonesia akan menjadi pemasok utama untuk 65% produksi AirTag di pasar global. Apple juga berkomitmen bahwa komponen baterai AirTag akan dipenuhi dari produsen dalam negeri, sehingga mendorong pertumbuhan industri lokal.
Dampak Positif bagi Ekonomi dan Teknologi Indonesia
Komitmen Apple ini diharapkan memberikan dampak positif yang signifikan bagi Indonesia, antara lain:
1. Penciptaan Lapangan Kerja: Investasi ini akan menciptakan ribuan lapangan kerja baru, baik langsung maupun tidak langsung, di sektor manufaktur dan teknologi.
2. Pengembangan Ekosistem Startup: Apple berencana untuk mendukung pengembangan ekosistem startup teknologi di Indonesia melalui program pelatihan dan pengembangan skill.
3. Peningkatan Daya Saing Global: Dengan menjadi pusat produksi AirTag, Indonesia akan semakin diperhitungkan dalam rantai pasok global, khususnya di sektor teknologi.
Fokus pada Pengembangan Skill dan Teknologi
Selain investasi fisik, Apple juga berkomitmen untuk mendukung pengembangan sumber daya manusia (SDM) di Indonesia. Perusahaan ini akan mengadakan berbagai kegiatan pelatihan dan pengembangan skill bagi para ahli (expert) yang ingin meningkatkan kompetensi mereka di bidang teknologi.
“Kami akan fokus pada kegiatan pengembangan teknologi dan peningkatan skill bagi expert yang ingin menambah skill baru,” ujar perwakilan Apple.
Ketegasan Kemenperin dalam Negosiasi
Keberhasilan negosiasi antara Kemenperin dan Apple menunjukkan peran penting pemerintah Indonesia dalam menarik investasi asing yang berkualitas. Ketegasan Kemenperin dalam menegakkan aturan dan memastikan komitmen investasi dari Apple membuktikan bahwa Indonesia serius dalam menciptakan iklim investasi yang kondusif.
“Ketegasan Kemenperin dalam bernegosiasi dengan Apple menunjukkan peran penting pemerintah Indonesia dalam menciptakan ribuan lapangan kerja baru, mendorong perkembangan ekosistem startup teknologi, serta memberikan kontribusi yang signifikan terhadap peningkatan daya saing Indonesia di kancah global,” jelas Menteri Perindustrian.
Komitmen Apple untuk meningkatkan investasi di Indonesia, khususnya dalam produksi AirTag di Batam, merupakan langkah positif yang akan memberikan dampak besar bagi perekonomian dan perkembangan teknologi di Tanah Air.
Dengan dukungan pemerintah dan kolaborasi yang baik antara pihak swasta dan publik, Indonesia berpotensi menjadi pusat produksi dan inovasi teknologi di kawasan Asia Tenggara.***
























