BEKASI, Mevin.ID – Dunia pendidikan di Kabupaten Bekasi kembali menjadi sorotan setelah sebuah video singkat yang diunggah oleh netizen tiktok viral di media sosial.
Unggahan tersebut memotret kondisi memprihatinkan di SDN Telajung 01, di mana para siswa terpaksa belajar di tengah fasilitas yang rusak parah dan tidak layak.
Dalam video tersebut, terlihat jelas betapa beratnya beban yang harus ditanggung para siswa demi mendapatkan ilmu.
Meski gedung sekolah berada dalam kondisi membahayakan, kegiatan di dalam kelas tampak tetap berjalan di tengah keterbatasan.
View this post on Instagram
Fasilitas Rusak Berat: Plafon Jebol hingga Genangan Air
Berdasarkan pantauan visual dari unggahan tersebut, terdapat beberapa poin kerusakan krusial yang sangat mengganggu jalannya Kegiatan Belajar Mengajar (KBM):
- Atap Bocor & Lantai Tergenang: Akibat cuaca ekstrem belakangan ini, kebocoran di area atap memicu genangan air yang cukup luas di lantai kelas. Hal ini membuat ruang kelas menjadi becek dan tidak nyaman.
- Plafon Menghitam dan Berlubang: Langit-langit kelas tampak menghitam akibat rembesan air yang berlangsung lama. Beberapa bagian plafon bahkan sudah jebol, yang dikhawatirkan dapat ambruk sewaktu-waktu dan menimpa siswa.
- Inventaris Sekolah Rusak: Sejumlah meja, kursi, dan perlengkapan belajar lainnya terlihat basah dan berantakan akibat tidak terlindungi dari tetesan air hujan.
Desak Perhatian Disdik dan Gubernur Dedi Mulyadi
Kondisi ini memicu keprihatinan luas dari netizen. Pemilik akun @cahya_novi dalam keterangannya berharap agar otoritas terkait tidak menutup mata terhadap nasib para siswa di SDN Telajung 01.
“Semoga secepatnya ada perbaikan dan ada perhatian langsung dari Dinas Pendidikan Kabupaten Bekasi, agar siswanya bisa efektif kembali belajarnya,” tulis akun tersebut dalam unggahannya.
Laporan digital ini juga secara terbuka menandai akun resmi Disdik Kabupaten Bekasi, Disdik Jawa Barat, hingga Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi.
Harapannya, ada langkah konkret dan cepat untuk merenovasi gedung sekolah tersebut sebelum terjadi hal-hal yang tidak diinginkan terkait keselamatan jiwa siswa dan tenaga pendidik.
Hingga berita ini diturunkan, pihak sekolah maupun Dinas Pendidikan Kabupaten Bekasi belum memberikan pernyataan resmi terkait rencana perbaikan gedung tersebut.***
Penulis : Bar Bernad


























