Jakarta, Mevin.ID – Pemerintah Singapura kembali menunjukkan ketepatan khas mereka dalam merespons kenaikan biaya hidup.
Mulai 5 Desember 2025, sekitar 3 juta warga berusia 21 tahun ke atas akan menerima bantuan tunai 100–600 dolar Singapura atau setara Rp1,2 juta–Rp7,7 juta.
Bantuan ini merupakan bagian dari Paket Jaminan (Assurance Package) — program besar yang dirancang untuk meringankan beban rumah tangga berpenghasilan rendah hingga menengah dalam lima tahun ke depan.
Kementerian Keuangan menjelaskan bahwa total bantuan yang diterima warga selama periode itu bisa mencapai 700–2.250 dolar Singapura (sekitar Rp9 juta–Rp29 juta). Pemerintah bahkan menambah anggaran baru sebesar 3 miliar dolar Singapura, sehingga total nilai program mencapai 9,6 miliar dolar Singapura atau sekitar Rp123 triliun.
Berapa Besaran Bantuan Tunai yang Akan Diterima?
Besaran dana dihitung berdasarkan pendapatan kena pajak dan jumlah properti yang dimiliki:
- Penghasilan kena pajak lebih dari 100.000 SGD → 100 SGD
- Penghasilan 39.000–100.000 SGD → 350 SGD
- Penghasilan kurang dari 39.000 SGD → 600 SGD
- Pemilik lebih dari satu properti → bantuan otomatis 100 SGD
Selain uang tunai, warga juga mendapat voucher komunitas, potongan harga, dan isi ulang MediSave.
Cara Menerima Bantuan: Serba Digital, Serba Terhubung
Seperti biasa, Singapura mengandalkan sistem pembayaran digital yang rapi dan cepat:
- Penyaluran utama dilakukan melalui PayNow-NRIC.
- Warga diminta menautkan NRIC ke PayNow sebelum 23 November 2025.
- Bagi yang tidak memiliki PayNow-NRIC tetapi punya rekening di DBS, POSB, OCBC, atau UOB, informasi rekening harus diinput paling lambat 29 November 2025.
- Pembayaran melalui GIRO akan dilakukan 16 Desember 2025.
- Yang tidak punya rekening bank akan menerima uang melalui GovCash paling lambat 22 Desember 2025.
Penerima juga akan mendapat pemberitahuan resmi lewat SMS gov.sg atau lewat surat, jika nomor ponsel belum terdaftar.***


























