SOLO, Mevin.ID – Mantan Presiden RI, Joko Widodo (Jokowi), mendatangi Markas Kepolisian Resor Kota (Polresta) Solo pada Rabu sore (11/2/2026).
Kehadiran mantan orang nomor satu di Indonesia ini diduga kuat untuk menjalani pemeriksaan terkait penyidikan kasus dugaan pencemaran nama baik yang berakar dari tudingan ijazah palsu.
Jokowi tiba di lokasi sekitar pukul 15.55 WIB dengan penampilan khas kemeja batik cokelat dipadukan dengan peci hitam.
Ia didampingi oleh kuasa hukumnya, Yakub Hasibuan. Sebelum memasuki gedung utama, Jokowi sempat menyapa awak media yang telah menanti di area Mapolresta Solo.
Langkah Kooperatif Menghadapi Proses Hukum
Kedatangan Jokowi ke Polresta Solo dinilai sebagai langkah kooperatif dalam merespons dinamika hukum yang kembali memanas.
Kasus ini kembali mencuat menyusul perkembangan terbaru di Polda Metro Jaya, di mana pengamat kebijakan publik, Bonatua Silalahi, dijadwalkan hadir sebagai saksi ahli.
Bonatua dikabarkan membawa salinan dokumen ijazah yang diklaim diperoleh melalui mekanisme sengketa informasi untuk ditunjukkan kepada penyidik.
Kehadiran Bonatua sendiri merupakan usulan dari pihak Roy Suryo dkk melalui kuasa hukum Refly Harun, guna menguji keabsahan dokumen pendidikan sang mantan presiden.
“Kemarin kami melakukan rapat konsolidasi untuk saksi dan ahli, dan insya Allah Bonatua adalah salah satu ahli yang ingin kami ajukan,” ujar Refly Harun.
Materi Pemeriksaan: Kuliah hingga Skripsi
Berdasarkan informasi yang dihimpun, dalam agenda pemeriksaan tersebut, Jokowi dicecar sekitar 10 pertanyaan oleh tim penyidik.
Materi pertanyaan dikabarkan berkaitan dengan proses masa perkuliahan hingga penyusunan skripsi untuk mengklarifikasi tudingan-tudingan yang beredar selama ini.
Pihak kuasa hukum maupun kepolisian belum memberikan pernyataan resmi secara mendetail mengenai hasil pemeriksaan di dalam gedung.
Hingga berita ini diturunkan, penyidikan masih terus berjalan untuk menggali keterangan lebih lanjut dari berbagai pihak saksi dan ahli.
Langkah Jokowi yang bersedia hadir langsung di kantor polisi ini dipandang banyak pihak sebagai upaya untuk mengakhiri polemik panjang mengenai keabsahan ijazahnya yang kerap menjadi isu musiman di panggung politik nasional.***
Editor : Bar Bernad


























