Bahaya! Sudah 4 Kasus Anak Bunuh Diri di Indonesia dalam Dua Bulan Pertama 2026

- Redaksi

Rabu, 18 Februari 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Surat yang ditinggalkan siswa SD yang bunuh diri di Ngada, NTT. (Istimewa)

i

Surat yang ditinggalkan siswa SD yang bunuh diri di Ngada, NTT. (Istimewa)

JAKARTA, Mevin.ID – Kasus seorang anak yang diduga mengakhiri hidupnya di Kabupaten Penajam Paser Utara (PPU), Kalimantan Timur, menjadi alarm keras bagi Indonesia.

Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI) mencatat peristiwa nahas tersebut sebagai kasus keempat di tahun 2026, menandai situasi darurat yang membutuhkan penanganan serius dari pemerintah.

“Ini adalah kasus ke-4 anak mengakhiri hidup di tahun 2026. Dan ini warning yang keras,” tegas Anggota KPAI, Diyah Puspitarini, saat dihubungi di Jakarta, Rabu.

Korban adalah seorang remaja perempuan berusia 14 tahun yang ditemukan pertama kali oleh bibinya pada Kamis, 12 Februari lalu.

Hingga saat ini, aparat kepolisian masih melakukan penyelidikan mendalam terkait penyebab kematian korban, termasuk menelusuri dugaan adanya praktik perundungan yang mungkin dialami korban sebelumnya.

KPAI mendesak pemerintah, khususnya lintas kementerian dan lembaga, untuk bergerak masif dalam upaya pencegahan.

Diyah mengingatkan agar catatan kelam tahun 2023 dan 2024, di mana Indonesia menempati posisi tertinggi kasus anak mengakhiri hidup di Asia Tenggara, tidak terulang kembali.

“Jangan sampai seperti tahun 2023 dan 2024 Indonesia menempati kasus tertinggi anak mengakhiri hidup di Asia Tenggara terulang lagi. Butuh pencegahan yang masif. KPAI meminta pemerintah lintas kementerian dan lembaga untuk serius menangani ini,” ujarnya.

Pihaknya juga tengah berkoordinasi dengan berbagai pihak di PPU untuk memastikan penyebab pasti kematian korban dapat terungkap.

Selain itu, KPAI mengimbau masyarakat agar tidak memberikan stigma negatif terhadap almarhumah maupun keluarga yang ditinggalkan.

Peristiwa tragis ini sekaligus menjadi evaluasi bagi pemerintah daerah untuk meninjau kembali implementasi kebijakan Kabupaten/Kota Layak Anak (KLA) sebagai upaya menciptakan lingkungan yang aman dan ramah bagi anak.***

Facebook Comments Box

Penulis : Atep K

Editor : Bar Bernad

Follow WhatsApp Channel mevin.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Budi Arie: Usut Tuntas Penyerangan Andrie Yunus secara Adil!
Iran “Segel” Selat Hormuz bagi AS dan Israel, Harga Minyak Dunia Langsung Mendidih!
Respons Ketegangan Iran vs AS-Israel, TNI: Siaga 1
Ketum Projo Budi Arie: Kritik Rakyat Adalah Energi Bangsa, Bukan Ancaman!
Heboh Video Pidato Netanyahu Punya 6 Jari, Benarkah Hanya Rekayasa AI?
KPK Tetapkan 2 Tersangka dalam OTT Bupati Cilacap, Ini Bocorannya!
Bareskrim Bongkar Imperium Judol Oei Hengky Wiryo, Rp530 Miliar Disetor ke Kas Negara
Harga Minyak Dunia Meroket, Trump Ancam Bakal ‘Gebuk’ Iran Lebih Parah dalam Sepekan ke Depan

Berita Terkait

Senin, 16 Maret 2026 - 00:28 WIB

Budi Arie: Usut Tuntas Penyerangan Andrie Yunus secara Adil!

Minggu, 15 Maret 2026 - 18:51 WIB

Iran “Segel” Selat Hormuz bagi AS dan Israel, Harga Minyak Dunia Langsung Mendidih!

Minggu, 15 Maret 2026 - 16:01 WIB

Respons Ketegangan Iran vs AS-Israel, TNI: Siaga 1

Sabtu, 14 Maret 2026 - 22:14 WIB

Ketum Projo Budi Arie: Kritik Rakyat Adalah Energi Bangsa, Bukan Ancaman!

Sabtu, 14 Maret 2026 - 22:11 WIB

Heboh Video Pidato Netanyahu Punya 6 Jari, Benarkah Hanya Rekayasa AI?

Berita Terbaru