Balita Asal Garut Tewas Penuh Luka di Bandung, Polisi Periksa Ibu Tiri sebagai Terduga Pelaku

- Redaksi

Senin, 24 November 2025

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Kasat Reskrim Polrestabes Bandung, Kompol Anton

Kasat Reskrim Polrestabes Bandung, Kompol Anton

Bandung, Mevin.ID — Polisi bergerak cepat menyelidiki kematian RAF (4), balita asal Desa Samida, Kecamatan Selaawi, Garut, yang meninggal dengan sejumlah luka di tubuhnya setelah dirawat di RSU Ujung Berung, Bandung, Sabtu (22/11/2025).

Ibu kandung korban, Titawati (29), menjadi orang pertama yang membuat laporan ke Polsek Panyileukan. Meski sempat mendapatkan saran hukum dari pihak rumah sakit, Tita bersikukuh melaporkan kasus ini untuk mengetahui penyebab pasti kematian putranya.

Polisi Turun ke TKP dan Rumah Sakit

Kasat Reskrim Polrestabes Bandung, Kompol Anton, menjelaskan langkah awal penyelidikan.

“Kami mendatangi rumah sakit, kemudian membawa korban untuk pemeriksaan fisik maupun otopsi. Kami juga memeriksa saksi-saksi dan mendatangi TKP. Dari pemeriksaan awal, diduga ada tindak pidana kekerasan terhadap anak yang mengakibatkan korban meninggal dunia,” kata Anton.

Kekerasan itu diduga terjadi Jumat, 21 November 2025, di sebuah kontrakan di Desa Cipandung, Gang Gage, Kecamatan Cibiru, Kota Bandung.

Dari penyelidikan tersebut, polisi mengamankan satu orang, yakni ibu sambung korban, untuk diperiksa intensif.

“Satu orang yang diduga pelaku sudah kami amankan. Statusnya masih dalam pemeriksaan, dalam tahap BAP di Sat Reskrim Polrestabes Bandung,” ucap Anton.

Hasil Awal Otopsi: Ada Luka Baru dan Luka Lama

“Ditemukan banyak luka, baik luka baru maupun luka lama. Ada tanda kekerasan benda tumpul di kepala—dahi dan belakang kepala—juga di tangan, kaki, dan dada,” ujar Anton.

Motif Sementara: Rasa Cemburu

Saat ditanya dugaan motif, Anton menyampaikan keterangan sementara yang didapat penyidik.

“Untuk sementara, keterangannya karena ada rasa kecemburuan. Bapaknya korban dianggap lebih sayang kepada anak tersebut dibandingkan dengan anak-anak dari ibu sambungnya,” katanya.

Anton menegaskan pemeriksaan masih berlangsung dan keterangan dapat berkembang seiring proses penyidikan.

Korban Dimakamkan di Garut

Setelah proses otopsi, jenazah RAF dibawa pulang dan dimakamkan di kampung halamannya pada Minggu (23/11/2025).

Keluarga berharap penyebab kematian RAF terungkap tuntas, termasuk perbedaan keterangan ayah kandung korban yang kini juga diperiksa polisi.***

Facebook Comments Box
Follow WhatsApp Channel mevin.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Polda NTT Ringkus Penembak Burung Hantu Tyto Alba di Belu, Senapan Angin Diamankan
Air Mata Bu Guru Tri, Kisah Razia Rambut di Jambi yang Berujung Jeruji Besi
Viral Aksi Kejam di NTT: Burung Hantu Manguni Ditembak Hanya Karena “Mengganggu Tidur”
KDM Turun Tangan Tengahi Sengketa Air Gunung Ciremai: PDAM Tirta Kamuning Vs Warga
Tanggul Citarum Jebol di Muaragembong, 553 KK Terendam Banjir Luapan Air Sungai
Melawan Arus Demi Sesuap Nasi: Kisah Viral Penjual Tahu Bulat Terjang Banjir 50 Cm
Insinerator Dilarang, Pemkot Bandung akan Rekrut 1.000 Petugas ‘Gaslah’
‘Tolong, Saya Ingin Pulang’: Jeritan Eka dari Oman, Korban Penganiayaan Majikan

Berita Terkait

Rabu, 21 Januari 2026 - 11:10 WIB

Polda NTT Ringkus Penembak Burung Hantu Tyto Alba di Belu, Senapan Angin Diamankan

Rabu, 21 Januari 2026 - 09:22 WIB

Air Mata Bu Guru Tri, Kisah Razia Rambut di Jambi yang Berujung Jeruji Besi

Rabu, 21 Januari 2026 - 09:15 WIB

Viral Aksi Kejam di NTT: Burung Hantu Manguni Ditembak Hanya Karena “Mengganggu Tidur”

Rabu, 21 Januari 2026 - 08:35 WIB

KDM Turun Tangan Tengahi Sengketa Air Gunung Ciremai: PDAM Tirta Kamuning Vs Warga

Rabu, 21 Januari 2026 - 07:38 WIB

Tanggul Citarum Jebol di Muaragembong, 553 KK Terendam Banjir Luapan Air Sungai

Berita Terbaru