Bandung, Mevin.ID — Polisi bergerak cepat menyelidiki kematian RAF (4), balita asal Desa Samida, Kecamatan Selaawi, Garut, yang meninggal dengan sejumlah luka di tubuhnya setelah dirawat di RSU Ujung Berung, Bandung, Sabtu (22/11/2025).
Ibu kandung korban, Titawati (29), menjadi orang pertama yang membuat laporan ke Polsek Panyileukan. Meski sempat mendapatkan saran hukum dari pihak rumah sakit, Tita bersikukuh melaporkan kasus ini untuk mengetahui penyebab pasti kematian putranya.
Polisi Turun ke TKP dan Rumah Sakit
Kasat Reskrim Polrestabes Bandung, Kompol Anton, menjelaskan langkah awal penyelidikan.
“Kami mendatangi rumah sakit, kemudian membawa korban untuk pemeriksaan fisik maupun otopsi. Kami juga memeriksa saksi-saksi dan mendatangi TKP. Dari pemeriksaan awal, diduga ada tindak pidana kekerasan terhadap anak yang mengakibatkan korban meninggal dunia,” kata Anton.
Kekerasan itu diduga terjadi Jumat, 21 November 2025, di sebuah kontrakan di Desa Cipandung, Gang Gage, Kecamatan Cibiru, Kota Bandung.
Dari penyelidikan tersebut, polisi mengamankan satu orang, yakni ibu sambung korban, untuk diperiksa intensif.
“Satu orang yang diduga pelaku sudah kami amankan. Statusnya masih dalam pemeriksaan, dalam tahap BAP di Sat Reskrim Polrestabes Bandung,” ucap Anton.
Hasil Awal Otopsi: Ada Luka Baru dan Luka Lama
“Ditemukan banyak luka, baik luka baru maupun luka lama. Ada tanda kekerasan benda tumpul di kepala—dahi dan belakang kepala—juga di tangan, kaki, dan dada,” ujar Anton.
Motif Sementara: Rasa Cemburu
Saat ditanya dugaan motif, Anton menyampaikan keterangan sementara yang didapat penyidik.
“Untuk sementara, keterangannya karena ada rasa kecemburuan. Bapaknya korban dianggap lebih sayang kepada anak tersebut dibandingkan dengan anak-anak dari ibu sambungnya,” katanya.
Anton menegaskan pemeriksaan masih berlangsung dan keterangan dapat berkembang seiring proses penyidikan.
Korban Dimakamkan di Garut
Setelah proses otopsi, jenazah RAF dibawa pulang dan dimakamkan di kampung halamannya pada Minggu (23/11/2025).
Keluarga berharap penyebab kematian RAF terungkap tuntas, termasuk perbedaan keterangan ayah kandung korban yang kini juga diperiksa polisi.***


























