Bandung, Mevin.ID – Polemik seputar lagu Bayar Bayar Bayar milik band punk Sukatani masih terus menjadi perbincangan publik. Lagu tersebut viral setelah Sukatani membuat video permintaan maaf dan menghapus lagu tersebut dari berbagai platform musik.
Meski band asal Purbalingga ini mengklaim bahwa permintaan maaf dilakukan atas kesadaran pribadi, banyak yang meyakini bahwa mereka diintimidasi hingga memutuskan untuk menurunkan lagu tersebut dari peredaran.
Tidak hanya itu, Novi, salah satu personel Sukatani, juga dipecat dari posisinya sebagai guru di sebuah sekolah dasar di Banjarnegara. Pihak sekolah beralasan bahwa Novi telah melanggar kode etik, sehingga harus ditindak tegas. Keputusan ini menuai pro dan kontra di kalangan publik.
Baca Juga :
Di tengah kontroversi tersebut, dukungan dari sesama musisi terus mengalir. Beberapa di antaranya datang dari Seringai, Morfem, Tabrak Lari, Stevi Item, Baskara Putra, Nadin Amizah, dan Melly Goeslaw. Melly, melalui unggahan di Instagram-nya pada Senin (24/2/2025), menyatakan bahwa lirik lagu Sukatani merupakan bentuk protes terhadap instansi negara dan harus disikapi dengan bijaksana.
Dukungan juga datang dari Bintang Rena, penyanyi, pencipta lagu, dan DJ asal Bandung. Rena mengaku awalnya tidak mengetahui lagu tersebut, namun setelah melihat viralnya lagu itu, ia mengapresiasi karya Sukatani.

“Awalnya saya tidak tahu lagu ini, tapi karena viral, saya pikir lagu ini keren. Liriknya bagus, apa adanya, sangat jujur,” kata Rena, yang pernah menciptakan theme song Asian Games 2018 dan masuk dalam 25 lagu resmi ajang tersebut.
“Asyik juga kalau membuat lagu soal polisi”, kata Rena. Ia mengaku akan merilis juga lagu soal polisi dalam waktu dekat.
Rena pun memberikan semangat kepada Sukatani. “Teruslah berkarya, jangan kapok. Kamu keren! Lagu ini penuh dengan pesan moral,” ujarnya.
Kebebasan berekspresi bagi seniman sendiri dijamin dalam Undang-Undang Hak Cipta Pasal 50 dan Undang-Undang ITE Pasal 27 dan 28. Namun, polemik ini juga memicu respons dari pihak kepolisian.
Kapolri Ajak Sukatani Jadi Duta Polri
Kapolri Jenderal Pol. Listyo Sigit Prabowo mengajak Band Sukatani untuk menjadi duta Polri dalam upaya perbaikan dan evaluasi berkelanjutan terhadap perilaku oknum anggota kepolisian yang masih menyimpang. Ajakan ini disampaikan sebagai bagian dari komitmen Polri untuk terus berbenah dan menjadi institusi yang lebih adaptif terhadap kritik.
“Nanti kalau Band Sukatani berkenan, akan kami jadikan juri atau duta untuk Polri. Ini demi membangun kritik yang konstruktif, koreksi, dan perbaikan terhadap institusi, serta evaluasi berkelanjutan terhadap perilaku oknum Polri yang masih menyimpang,” kata Kapolri dalam keterangannya di Jakarta, Minggu (18/2).
Dengan dukungan dari berbagai pihak, termasuk sesama musisi dan bahkan Kapolri, Sukatani diharapkan dapat terus berkarya dan menyuarakan aspirasi melalui musik mereka. ***


























