Bandung, Mevin.ID — Bandara Husein Sastranegara Bandung kembali melayani penerbangan komersial setelah sebelumnya sebagian besar rute dialihkan ke Bandara Internasional Jawa Barat (BIJB) Kertajati sejak Oktober 2023. Hal ini disampaikan langsung oleh Wali Kota Bandung Muhammad Farhan.
“Bandara Husein itu tidak pernah tutup. Hanya dialihkan jadwalnya ke Kertajati. Tapi sekarang, Alhamdulillah, sudah mulai aktif lagi,” ujar Farhan dalam talkshow TVRI Jawa Barat, dikutip dari situs Pemkot Bandung, Selasa (8/7/2025).
Saat ini, Bandara Husein telah melayani penerbangan intra-Pulau Jawa dengan rute Halim-Bandung-Pangandaran dan Yogyakarta-Bandung-Yogyakarta menggunakan pesawat baling-baling yang dioperasikan oleh maskapai perintis Susi Air.
Farhan mengatakan aktivasi kembali bandara ini merupakan langkah awal yang positif. Pemkot Bandung juga mulai menyusun ulang anggaran perjalanan dinas untuk memanfaatkan kembali moda udara dari Bandara Husein.
“Kalau ada tugas ke Jogja, bisa naik pesawat dari Husein. Sekali-kali mah pakai pesawat lah,” ujarnya.
Namun demikian, Menteri Perhubungan Dudy Purwagandhi menyatakan bahwa keputusan membuka kembali Bandara Husein harus dikaji dengan hati-hati agar tidak berdampak negatif terhadap keberlangsungan Bandara Kertajati yang selama ini belum optimal.
“Kalau Husein dibuka kembali, nanti dampaknya ke Kertajati seperti apa? Jangan sampai Kertajati makin terpuruk dan buat kerugian negara,” kata Dudy saat ditemui di Jakarta Pusat, Rabu (10/7/2025).
Dudy mengingatkan bahwa pembangunan Kertajati merupakan inisiatif bersama pemerintah daerah, sehingga pemda harus turut aktif mengoptimalkan fungsinya sebagai hub penerbangan utama Jawa Barat.
Sementara itu, General Manager Bandara Husein Sastranegara, Indra Crisna Seputra, menyatakan bahwa bandara tetap aktif beroperasi meski dalam skema terbatas sejak Oktober 2023. Penerbangan tetap berjalan untuk pesawat baling-baling, serta misi militer dan medis.
“Saat ini kami melayani rute Pangandaran-Bandung-Halim yang beroperasi tiga kali seminggu dengan pesawat ATR 72,” ujar Indra.
Sebelum pengalihan ke Kertajati, Bandara Husein sempat melayani delapan rute aktif termasuk Denpasar, Medan, Balikpapan, Singapura, dan Kuala Lumpur, dengan pesawat jet seperti Airbus A320.***


























