KARAWANG, Mevin.ID – Harapan warga Dusun Kampek, Desa Karangligar, Kabupaten Karawang untuk terbebas dari kepungan banjir melalui program rumah panggung bantuan tampaknya harus pupus.
Banjir yang telah merendam wilayah tersebut selama 45 hari terakhir akhirnya turut menenggelamkan fasilitas rumah panggung yang seharusnya menjadi solusi anti-banjir.
Sejak 7 Desember 2025 hingga hari ini, Senin (19/1/2026), debit air di wilayah tersebut tidak pernah benar-benar surut, menciptakan pemandangan layaknya permukiman yang terapung di atas danau.
Rumah Panggung Tak Lagi Mempan
Rumah panggung yang merupakan program inisiasi Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi (KDM), kini mulai terendam.
Dari 24 unit rumah panggung percontohan yang dibangun, 14 di antaranya kini sudah dimasuki air dengan ketinggian sekitar 20 hingga 30 sentimeter di dalam rumah.
Jajang (25) atau yang akrab disapa Guil, salah satu penerima manfaat, mengaku kecewa karena rumah setinggi 3,2 meter miliknya tetap terendam.
“Kita banjir di sini sudah sekitar 45 hari. Awalnya memang tidak masuk ke rumah, tapi sejak Sabtu kemarin air mulai masuk. Padahal ini rumah panggung, tapi ketinggian banjir di titik rumah saya mencapai 3,5 meter,” ungkap Guil.
Usulan Warga yang Tak Terakomodir
Guil menceritakan bahwa saat proses pembangunan, dirinya sempat meminta pihak kontraktor untuk menambah ketinggian tiang penyangga dari 320 sentimeter menjadi 350 sentimeter.
Permintaan itu didasari atas pengalamannya selama bertahun-tahun tinggal di wilayah tersebut yang sering dilanda banjir setinggi lebih dari 3 meter.
“Saya sempat minta ditinggikan jadi 3,5 meter, tapi katanya tidak bisa karena harus sesuai gambar atau desain awal. Imbasnya sekarang benar-benar terendam. Rumah panggung yang seharusnya jadi penyelamat, sekarang malah tidak bisa dihuni,” keluh Guil yang kini terpaksa mengontrak rumah di lokasi lain untuk mengungsi.
Dampak Luas di Dusun Kampek
Banjir yang disebabkan luapan Sungai Cibeet ini telah melumpuhkan total aktivitas warga di Dusun Kampek. Berikut adalah rincian dampak bencana per 19 Januari 2026:
|
Keterangan |
Jumlah |
|---|---|
|
Rumah Terendam |
132 Unit |
|
Warga Mengungsi |
472 Jiwa |
|
Rumah Panggung Terdampak |
14 Unit |
Hingga saat ini, ratusan warga masih bertahan di pengungsian atau rumah kontrakan sementara.
Warga mendesak pemerintah untuk mengevaluasi desain rumah panggung di wilayah Karangligar agar di masa depan bantuan yang diberikan benar-benar sesuai dengan karakteristik bencana di lapangan.***
Penulis : Bar Bernad
Editor : Abdilah Kurniawan


























