BOGOR, Mevin.ID – Hujan deras dengan intensitas tinggi yang mengguyur wilayah Kabupaten Bogor pada Rabu (11/2/2026) sore hingga malam mengakibatkan banjir bandang di sejumlah titik.
Berdasarkan data terbaru dari BPBD Provinsi Jawa Barat, sebanyak 131 rumah dilaporkan mengalami kerusakan.
Bencana ini melanda kawasan Jalan Bali Raya Bojong Koneng, Kampung Cicarewed (Desa Cijayanti), hingga merembet ke Kampung Sawah di Kecamatan Citeureup.
Material Lumpur dan Batu Sapu Pemukiman
Pranata Humas Ahli BPBD Jawa Barat, Hadi Rahmat, mengonfirmasi bahwa banjir bandang ini membawa material yang cukup ekstrem.
“Hujan deras mengakibatkan air dari anak kali perumahan meluap dengan membawa material lumpur dan batu,” ujar Hadi, Kamis (12/2/2026).
Selain merusak ratusan rumah warga dengan tingkat kerusakan ringan hingga sedang, banjir juga sempat menyeret satu unit mobil di jalur utama menuju kawasan perumahan Taman Budaya Sentul.
Video yang viral di media sosial menunjukkan kendaraan tersebut mengalami pecah kaca dan penyok akibat hantaman batu besar yang terbawa arus.
Jeritan Warga: “Sejak Perumahan Dibangun, Banjir Jadi Langganan”
Di balik data teknis tersebut, warga Desa Cijayanti menyimpan keresahan mendalam. Juanda, warga Kampung Carewed, menyebut banjir kali ini mencapai ketinggian 2 meter—terparah sepanjang sejarah wilayahnya.
Ia menunjuk pembangunan perumahan mewah di sekitar wilayah mereka sebagai penyebab berubahnya pola aliran air.
“Dulu lahan ini sejajar, lalu diurug tinggi untuk jalan perumahan. Sejak saat itu kami rutin diterjang banjir. Air Kali Saripati yang dulu lari ke sawah, sekarang balik arah ke kampung kami,” ungkap Juanda pedas.
Keluhan serupa datang dari Aisyah, warga Kampung Babakan. Meski sudah meninggikan lantai rumah, air bercampur lumpur, kayu, bahkan hewan liar seperti ular tetap merangsek masuk hingga setinggi dada orang dewasa.
Kondisi Terkini dan Upaya Pembersihan
Hingga Kamis pagi, air dilaporkan telah berangsur surut. Warga mulai membersihkan sisa-sisa lumpur di dalam rumah masing-masing, sementara pihak pengembang perumahan terpantau mulai mengerahkan alat untuk membersihkan material lumpur yang menutupi akses jalan utama.
BPBD Jawa Barat mengimbau masyarakat untuk tetap waspada mengingat cuaca ekstrem masih berpotensi terjadi di wilayah Bogor dan sekitarnya.
“Petugas masih terus melakukan kajian dan asesmen di lapangan untuk memastikan kebutuhan mendesak warga terdampak terpenuhi,” pungkas Hadi Rahmat.***
Penulis : Dadi Munardi
Editor : Bar Bernad


























