Bogor, Mevin.ID – Hujan deras semalaman mengakibatkan banjir di sejumlah wilayah Kabupaten Bogor, Jawa Barat.
Dilaporkan sebanyak 140 kepala keluarga (KK) terdampak dan 204 warga terpaksa mengungsi.
Menanggapi hal ini, Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi, menyampaikan permohonan maaf melalui akun Instagram pribadinya @dedimulyadi71.
Dalam unggahannya, Dedi Mulyadi menyampaikan permohonan maaf yang tulus kepada warga Bogor.
Lihat postingan ini di Instagram
“Saya mohon maaf yang sebesar-besarnya terhadap warga Bogor atas musibah bencana yang dialami pada saat ini, banjir yang meluapnya air yang luar biasa,” ujarnya.
Gubernur menjelaskan bahwa meskipun penelitian resmi belum dilakukan, faktor utama penyebab banjir adalah perubahan kawasan Puncak dari kebun teh dan hutan menjadi kawasan rekreasi dan bangunan liar.
“Kita memahami kalau penelitiannya belum dilakukan, tetapi faktor penyebabnya adalah berubahnya kawasan Puncak dari kawasan kebun teh dan kawasan hutan menjadi kawasan tempat rekreasi dan bangunan-bangunan liar yang bertebaran sangat luar biasa,” jelasnya.
Komitmen untuk Memulihkan Kawasan Puncak
Dedi Mulyadi menegaskan perlunya keberanian untuk mengembalikan kawasan Puncak sebagai areal kebun teh atau hutan.
“Untuk itu diperlukan keberanian yang kuat bagi kita semua, termasuk dengan Kementerian Lingkungan Hidup, untuk secara bersama-sama mengembalikan Puncak menjadi areal kebun teh atau menjadi areal hutan,” ujarnya.
Gubernur juga mengakui bahwa salah satu objek wisata di Puncak yang dikelola oleh BUMD Jaswita, bekerja sama dengan PTPN, turut berkontribusi terhadap masalah ini.
“Kami juga mohon maaf karena di Puncak itu ternyata ada salah satu objek wisata yang dikelola oleh BUMD Jaswita yang bekerja sama dengan PTPN, yang menggunakan area tanah yang berada di Puncak. Tentunya ini memiliki pengaruh terhadap kualitas curah hujan yang berdampak pada aliran air,” jelasnya.
Evaluasi dan Tindakan Lanjutan
Dedi Mulyadi berjanji akan mengevaluasi keberadaan area wisata tersebut.
“Untuk itu, kami akan mengevaluasi keberadaan area wisata tersebut yang dikelola oleh Jaswita, BUMD Provinsi Jawa Barat. Sekali lagi, kami akan mengevaluasi dan kalau diperlukan, mengembalikan kembali area tersebut menjadi areal kebun teh atau area hutan,” tegasnya.
Gubernur juga mengajak semua pihak untuk belajar dari musibah ini.
“Terima kasih, mudah-mudahan apa yang kita alami menjadi pembelajaran penting bagi kita bahwa pengelolaan alam tidak boleh ugal-ugalan, harus selaras dengan fitrah alam. Saya mohon maaf yang sebesar-besarnya terhadap warga,” tutupnya.
Banjir yang melanda Kabupaten Bogor telah menyebabkan kerusakan di beberapa wilayah dan memaksa ratusan warga mengungsi. Pemerintah setempat dan tim penanggulangan bencana telah bergerak cepat untuk memberikan bantuan dan mengevakuasi warga yang terdampak.
Dengan komitmen untuk mengevaluasi dan memulihkan kawasan Puncak, diharapkan kejadian serupa dapat dihindari di masa depan.***


























