TANGERANG, Mevin.ID – Meski sempat berangsur surut, bencana banjir kembali mengepung wilayah Kabupaten Tangerang.
Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Tangerang melaporkan sebanyak lima kecamatan masih terendam banjir dengan ketinggian air mencapai satu meter hingga Kamis (22/1/2026).
Kepala BPBD Kabupaten Tangerang, Ahmad Taufik, mengungkapkan bahwa cuaca ekstrem yang kembali terjadi sejak awal pekan ini memicu luapan sungai-sungai besar di wilayah tersebut.
Daftar Wilayah yang Masih Terendam
Hingga saat ini, tercatat lima kecamatan yang masih berjuang melawan genangan air dengan ketinggian bervariasi antara 40 cm hingga 100 cm:
- Kecamatan Kresek
- Kecamatan Gunung Kaler
- Kecamatan Kosambi
- Kecamatan Jayanti
- Kecamatan Tigaraksa (titik terbaru akibat hujan ekstrem)
“Banjir kembali terjadi di lima kecamatan tersebut sejak Senin (19/1) karena intensitas hujan yang sangat tinggi. Di Tigaraksa, banjir dipicu curah hujan lokal, sementara di Gunung Kaler dan Kresek akibat meluapnya Sungai Cidurian,” jelas Ahmad Taufik.
Dampak Luas Sejak Awal Januari
Secara akumulatif sejak banjir melanda pada Minggu (11/1), bencana ini tercatat telah berdampak pada wilayah yang cukup luas:
- Total Wilayah: 24 Kecamatan dan 119 Desa/Kelurahan.
- Warga Terdampak: Kurang lebih mencapai 50.000 jiwa.
- Penyebab Utama: Meluapnya aliran Sungai Cidurian dan Sungai Cimanceuri.
Saat ini, pihak BPBD masih melakukan rekapitulasi ulang untuk mendata jumlah pasti warga yang masih bertahan di pengungsian maupun yang memilih tetap di rumah pada gelombang banjir terbaru ini.
Upaya Penanganan Darurat
Pemerintah Kabupaten Tangerang telah mengerahkan berbagai bantuan sarana dan prasarana ke titik-titik lokasi pengungsian. Beberapa langkah yang telah diambil antara lain:
- Penerjunan personel gabungan untuk evakuasi.
- Penyaluran mesin pompa penyedot air dari BPBD dan Dinas Bina Marga.
Distribusi bantuan logistik bagi warga terdampak.
“Kami terus berupaya maksimal meskipun sarana prasarana yang tersedia masih terbatas dibandingkan luasnya wilayah terdampak,” tambah Taufik.
Masyarakat yang tinggal di bantaran sungai dihimbau untuk tetap siaga, mengingat curah hujan di wilayah Banten dan sekitarnya diprediksi masih akan tetap tinggi dalam beberapa hari kedepan.***
Editor : Bar Bernad


























