Sibolga, Mevin.ID – Hujan deras yang mengguyur Kota Sibolga dan Kabupaten Tapanuli Tengah memicu banjir bandang dan longsor yang merusak banyak titik infrastruktur kelistrikan PLN.
Dari gardu hubung yang terendam, tiang distribusi patah, hingga jaringan tertutup material longsor—semuanya membuat wilayah terdampak gelap dan sulit dijangkau.
Manager PLN UP3 Sibolga, Bachtiar, menyebut tim langsung diterjunkan begitu status Siaga Kelistrikan diaktifkan. “Kami lakukan asesmen lapangan, isolasi jaringan, dan penanganan awal di area yang dinilai aman,” ujarnya.
Namun upaya pemulihan tidak bisa dilakukan secepat biasanya. Banyak jalur menuju lokasi bencana terputus oleh genangan air dan timbunan longsor. Beberapa titik bahkan benar-benar terisolasi.
Safety First: Evakuasi Aman Sebelum Kabel Menyala
General Manager PLN UID Sumatera Utara, Mundhakir, menegaskan bahwa keselamatan publik menjadi prioritas utama. “Banjir dan longsor di Sibolga dan Tapteng membutuhkan kewaspadaan penuh,” katanya. Sebelum jaringan dipulihkan, seluruh prosedur keamanan harus dipastikan berjalan sempurna.
PLN juga intens berkoordinasi dengan BPBD, pemerintah daerah, serta TNI–Polri agar jalur aman bagi petugas sebelum penanganan teknis dimulai.
Imbauan untuk Warga: Hindari Gardu dan Tiang yang Tergenang
Di tengah kondisi cuaca yang belum stabil, PLN meminta warga tetap menjauhi peralatan dan instalasi listrik yang terendam. Masyarakat diminta segera melapor jika menemukan jaringan yang membahayakan melalui PLN Mobile atau Contact Center 123.
“Mohon doa dan kerja sama masyarakat. Pemulihan akan kami lakukan secepat mungkin setelah kondisi dinyatakan aman,” ujar Mundhakir.!***


























