Banjir Menggulung Aceh Selatan, 558 Warga Trumon Tengah Dievakuasi dalam Gelap dan Genangan

- Redaksi

Sabtu, 29 November 2025

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Tim gabungan mengevakuasi korban banjir di Trumon Tengah, Kabupaten Aceh Selatan, Sabtu (29/11/2025). ANTARA/HO- Kodim 0107 Aceh Selatan

Tim gabungan mengevakuasi korban banjir di Trumon Tengah, Kabupaten Aceh Selatan, Sabtu (29/11/2025). ANTARA/HO- Kodim 0107 Aceh Selatan

Banda Aceh, Mevin.ID — Hujan yang tak kunjung reda sejak Jumat malam memaksa ratusan warga Trumon Tengah, Aceh Selatan, meninggalkan rumah mereka.

Debit air yang terus naik hingga 150 sentimeter membuat kawasan itu tak lagi aman untuk dihuni. Dalam situasi gelap, dingin, dan penuh ketidakpastian, tim gabungan TNI, Polri, BPBD, hingga relawan bergerak tanpa henti mengevakuasi warga.

Total 558 warga berhasil dibawa ke tempat pengungsian pada Sabtu (29/11/2025).

Letkol Inf Andrino DN Lubis, Komandan Kodim 0107 Aceh Selatan, mengatakan evakuasi dimulai sejak Jumat (28/11) malam. “Warga di Trumon Tengah harus segera kita pindahkan karena debit air terus meningkat. Mereka kini ditempatkan di dua titik pengungsian,” ujarnya.

Dua lokasi itu adalah Posko Utama Kompi 1 Batalyon C Pelopor Satuan Brimob Polda Aceh dan Posko Cot Bayu di Kecamatan Trumon Tengah.

Menembus Malam dengan Perahu Karet

Evakuasi tidak berlangsung mudah. Tim harus melintasi genangan setinggi pinggang orang dewasa hingga 150 sentimeter, dengan penerangan terbatas. Perahu karet menjadi satu-satunya transportasi yang memungkinkan. Mereka memastikan setiap jalur aman dari arus deras atau puing-puing yang dibawa banjir.

Kelompok rentan menjadi prioritas: lansia yang tubuhnya mulai menggigil, balita yang digendong tinggi-tinggi, anak-anak yang bingung dengan situasi, hingga ibu hamil yang harus diselamatkan lebih dulu.

“Keselamatan masyarakat adalah prioritas. Kami terus minta warga tetap tenang dan mengikuti arahan tim,” kata Andrino.

Hujan, Sungai Meluap, dan Kesiagaan yang Belum Berakhir

Hujan berintensitas tinggi serta luapan sungai disebut sebagai penyebab utama banjir meluas. Pemukiman terendam, akses jalan terputus, dan warga terpaksa mengamankan diri ke lokasi lebih tinggi.

Dandim juga menegaskan seluruh Babinsa di wilayah terdampak tetap siaga dan terus memantau perkembangan lapangan. Laporan berkala diberikan, mengingat situasi belum sepenuhnya terkendali.

“Ini belum normal. Personel kami harus sigap dan cepat merespons, agar warga mendapat perlindungan secepat mungkin,” katanya.

Fokus Berikutnya: Bertahan dan Menunggu Air Surut

Sembari menunggu air mereda, pemerintah daerah dan lembaga terkait terus menyalurkan bantuan darurat dan membangun akses sementara, termasuk jembatan darurat di sejumlah titik.

Untuk kini, 558 warga Trumon Tengah dapat bernapas sedikit lega. Namun dalam ketidakpastian cuaca, kewaspadaan tetap menjadi kata kunci. Aceh Selatan masih berjaga—bersama air yang belum sepenuhnya ingin pergi.***

Facebook Comments Box
Follow WhatsApp Channel mevin.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Mengapa Bandung Terasa Lebih Dingin Akhir-akhir Ini? Begini Penjelasan BMKG
Proyek Geothermal Cipendawa Memanas, Warga Pasircina Usir Paksa Alat Berat PT DMGP
Viral! Emak-Emak Lumajang Minta Gunung Semeru Dipindah: ‘Biar saya aman di sini’
Bertaruh Nyawa di Teras Musala: Kisah Mata Nuraini, Ibu di Palembang yang Melahirkan dalam Keterbatasan
Tragis! Guru SMK di Jambi Dikeroyok Siswa Secara Brutal, Korban Alami Trauma Berat
14 Ton Kabel Optik di Buahbatu Diturunkan, 2 Jalur Ini Jadi Sasaran Diskominfo & Apjatel Selanjutnya 
Evaluasi Wisata Bandung: Walkot Farhan Temukan Banyak Kotoran Manusia di Ruas Jalan Utama
Kecam Rencana Wali Kota Bandung, FK3I: Menghilangkan Satwa di Bandung Zoo Itu Menggelikan!

Berita Terkait

Rabu, 14 Januari 2026 - 21:39 WIB

Mengapa Bandung Terasa Lebih Dingin Akhir-akhir Ini? Begini Penjelasan BMKG

Rabu, 14 Januari 2026 - 20:50 WIB

Proyek Geothermal Cipendawa Memanas, Warga Pasircina Usir Paksa Alat Berat PT DMGP

Rabu, 14 Januari 2026 - 19:40 WIB

Viral! Emak-Emak Lumajang Minta Gunung Semeru Dipindah: ‘Biar saya aman di sini’

Rabu, 14 Januari 2026 - 17:55 WIB

Bertaruh Nyawa di Teras Musala: Kisah Mata Nuraini, Ibu di Palembang yang Melahirkan dalam Keterbatasan

Rabu, 14 Januari 2026 - 16:50 WIB

Tragis! Guru SMK di Jambi Dikeroyok Siswa Secara Brutal, Korban Alami Trauma Berat

Berita Terbaru