Banda Aceh, Mevin.ID — Hujan yang tak kunjung reda sejak Jumat malam memaksa ratusan warga Trumon Tengah, Aceh Selatan, meninggalkan rumah mereka.
Debit air yang terus naik hingga 150 sentimeter membuat kawasan itu tak lagi aman untuk dihuni. Dalam situasi gelap, dingin, dan penuh ketidakpastian, tim gabungan TNI, Polri, BPBD, hingga relawan bergerak tanpa henti mengevakuasi warga.
Total 558 warga berhasil dibawa ke tempat pengungsian pada Sabtu (29/11/2025).
Letkol Inf Andrino DN Lubis, Komandan Kodim 0107 Aceh Selatan, mengatakan evakuasi dimulai sejak Jumat (28/11) malam. “Warga di Trumon Tengah harus segera kita pindahkan karena debit air terus meningkat. Mereka kini ditempatkan di dua titik pengungsian,” ujarnya.
Dua lokasi itu adalah Posko Utama Kompi 1 Batalyon C Pelopor Satuan Brimob Polda Aceh dan Posko Cot Bayu di Kecamatan Trumon Tengah.
Menembus Malam dengan Perahu Karet
Evakuasi tidak berlangsung mudah. Tim harus melintasi genangan setinggi pinggang orang dewasa hingga 150 sentimeter, dengan penerangan terbatas. Perahu karet menjadi satu-satunya transportasi yang memungkinkan. Mereka memastikan setiap jalur aman dari arus deras atau puing-puing yang dibawa banjir.
Kelompok rentan menjadi prioritas: lansia yang tubuhnya mulai menggigil, balita yang digendong tinggi-tinggi, anak-anak yang bingung dengan situasi, hingga ibu hamil yang harus diselamatkan lebih dulu.
“Keselamatan masyarakat adalah prioritas. Kami terus minta warga tetap tenang dan mengikuti arahan tim,” kata Andrino.
Hujan, Sungai Meluap, dan Kesiagaan yang Belum Berakhir
Hujan berintensitas tinggi serta luapan sungai disebut sebagai penyebab utama banjir meluas. Pemukiman terendam, akses jalan terputus, dan warga terpaksa mengamankan diri ke lokasi lebih tinggi.
Dandim juga menegaskan seluruh Babinsa di wilayah terdampak tetap siaga dan terus memantau perkembangan lapangan. Laporan berkala diberikan, mengingat situasi belum sepenuhnya terkendali.
“Ini belum normal. Personel kami harus sigap dan cepat merespons, agar warga mendapat perlindungan secepat mungkin,” katanya.
Fokus Berikutnya: Bertahan dan Menunggu Air Surut
Sembari menunggu air mereda, pemerintah daerah dan lembaga terkait terus menyalurkan bantuan darurat dan membangun akses sementara, termasuk jembatan darurat di sejumlah titik.
Untuk kini, 558 warga Trumon Tengah dapat bernapas sedikit lega. Namun dalam ketidakpastian cuaca, kewaspadaan tetap menjadi kata kunci. Aceh Selatan masih berjaga—bersama air yang belum sepenuhnya ingin pergi.***


























