Aceh Timur, Mevin.ID — Harapan warga untuk kembali tenang setelah membersihkan rumah pascabanjir belum juga terwujud. Hujan yang turun tanpa henti sejak Sabtu malam kembali memicu banjir susulan di Gampong Aceh dan Gampong Keude Blang, Kecamatan Idi Rayeuk. Warga yang sempat pulang, kini harus mengungsi lagi.
Kepala Pelaksana BPBD Aceh Timur, Afifullah, mengatakan dua desa itu kembali tergenang setelah debit air meningkat cepat pada Minggu (7/12) pagi.
“Ini banjir susulan. Warga sudah sempat bersih-bersih rumah, tapi hujan terus mengguyur. Air naik lagi,” ujarnya.
Kecemasan Lama yang Kembali Datang
Warga disebut sudah trauma dengan banjir sebelumnya pada 26 November. Kala itu, air naik mendadak dan sempat menjebak sejumlah warga di dalam rumah. Kekhawatiran serupa kini muncul lagi.
“Mereka memilih mengungsi karena takut kejadian kemarin terulang. Air naik cepat, tiba-tiba,” lanjut Afifullah.
Curah hujan tinggi membuat drainase tak sanggup menampung debit air. Aliran sungai di beberapa titik bahkan kembali meluap, membanjiri rumah-rumah yang baru sehari dua hari dikeringkan.
BPBD Siaga Penuh
BPBD bersama TNI, Polri, dan pemerintah kecamatan terus memantau ketinggian air di titik rawan. Tim evakuasi disiagakan untuk kemungkinan terburuk bila debit air kembali melonjak.
Petugas juga mengimbau warga tetap siaga dan tidak menunggu hingga air menyentuh ambang berbahaya.
“Hujan masih berpotensi turun. Masyarakat jangan lengah,” kata Afifullah.
Saat ini, pendataan sedang berlangsung terkait jumlah rumah yang kembali terendam dan total pengungsi baru akibat banjir susulan.
Aceh Timur Belum Pulih, Ancaman Hujan Masih Tinggi
Banjir kali ini menjadi pukulan tambahan bagi ribuan warga Aceh Timur yang sejak dua pekan terakhir hidup dalam ketidakpastian. Sebagian baru berani kembali ke rumah, sebagian lainnya masih bertahan di posko.
Dengan prakiraan hujan yang belum mereda, ancaman banjir susulan masih membayangi wilayah-wilayah rawan genangan.***


























