TANGERANG, Mevin.ID – Bencana banjir melanda wilayah Kabupaten Tangerang secara masif. Bupati Tangerang, Moch Maesyal Rasyid, mengungkapkan bahwa dari total 29 kecamatan, sebanyak 27 wilayah kecamatan terdampak banjir akibat cuaca ekstrem yang melanda dalam beberapa hari terakhir.
Berdasarkan data terkini, musibah ini telah berdampak pada sedikitnya 33 ribu Kepala Keluarga (KK) dengan total populasi mencapai 133 ribu jiwa.
“Dari jumlah total 29 wilayah kecamatan, yang terdampak bencana sebanyak 27 kecamatan. Terdapat 33 ribu KK dengan 133 ribu jiwa terdampak banjir,” ujar Maesyal Rasyid di Tangerang, Selasa (27/1/2026).
Penyebab dan Kondisi Terkini
Bupati menjelaskan bahwa bencana ini dipicu oleh hujan deras dengan intensitas tinggi yang menyebabkan meluapnya sejumlah aliran sungai dan danau (situ) yang sudah tidak mampu menampung debit air. Beberapa titik yang menjadi perhatian utama meliputi:
-
Aliran Sungai: Sungai Cidurian dan Sungai Cirarab.
-
Wilayah Perairan: Situ Gelam.
Meski di sebagian besar wilayah air mulai berangsur surut, beberapa lokasi terpantau masih terendam banjir dengan ketinggian debit air bervariasi antara 30 hingga 80 centimeter.
Langkah Penanganan Pemerintah Kabupaten
Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Tangerang kini fokus pada upaya pemulihan pascabencana dengan mengerahkan seluruh Organisasi Perangkat Daerah (OPD) terkait. Berikut adalah langkah-langkah strategis yang sedang dijalankan:
-
Penanganan Darurat: Evakuasi dan bantuan langsung kepada korban terdampak sejak hari pertama banjir.
-
Normalisasi Sungai: Melakukan pengerukan dan pembersihan aliran sungai berkoordinasi dengan Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS).
-
Pengadaan Alat: Pemkab telah mengagendakan pembelian pompa air berskala besar secara bertahap untuk mempercepat pengurasan air di titik-titik rawan.
Kolaborasi Jangka Panjang
Untuk solusi permanen, Maesyal Rasyid menekankan pentingnya sinergi lintas sektor. Saat ini, pihaknya telah menjalin komunikasi intensif dengan Pemerintah Provinsi Banten dan kementerian terkait.
“Kami sudah diundang oleh Gubernur, BBWS, BPN hingga Wali Kota Tangerang mengenai pembahasan penanganan banjir untuk mencari solusi (jangka panjang),” pungkasnya.
Pemkab Tangerang berkomitmen untuk segera menuntaskan masalah infrastruktur pengairan guna meminimalisir risiko serupa di masa depan, mengingat curah hujan yang masih sulit diprediksi.***
Editor : Bar Bernad
Sumber Berita: Antara
























