Bareskrim Koordinasi Tangani Kasus Penyiksaan Anak di Kebayoran Lama

- Redaksi

Rabu, 11 Juni 2025

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Penyidik Subdit V PPA Direktorat Reserse Kriminal Umum Kepolisian Daerah Sumatera Selatan menunjukkan beberapa barang bukti kasus dugaan tindak pidana perdagangan orang (TPPO), di Palembang, Sumatera Selatan, Senin (19/6/2023) (ANTARA/M Riezko Bima Elko P)

i

Penyidik Subdit V PPA Direktorat Reserse Kriminal Umum Kepolisian Daerah Sumatera Selatan menunjukkan beberapa barang bukti kasus dugaan tindak pidana perdagangan orang (TPPO), di Palembang, Sumatera Selatan, Senin (19/6/2023) (ANTARA/M Riezko Bima Elko P)

Jakarta, Mevin.ID – Direktorat Tindak Pidana Perempuan dan Anak serta Perdagangan Orang (PPA-PPO) Bareskrim Polri turun tangan dalam penanganan kasus penyiksaan anak di Kebayoran Lama, Jakarta Selatan.

“Polri saat ini tengah berkoordinasi dengan instansi terkait untuk memastikan anak tersebut mendapatkan perlindungan, pemulihan, dan pendampingan secara maksimal,” kata Direktur PPA-PPO Bareskrim Polri, Brigjen Pol. Nurul Azizah, Rabu (11/6).

Nurul Azizah menegaskan keselamatan dan pemulihan anak menjadi prioritas utama, sambil menyampaikan keprihatinannya atas kejadian ini.

Sebelumnya, Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Kebayoran Lama menemukan seorang anak berinisial MK (7) dalam kondisi luka-luka parah. Kasatpol PP Kebayoran Lama, Eko, menyebut MK mengalami luka bacok di kaki sekitar 5-6 cm dan lebam kebiruan di mata.

Menurut Eko, MK mengaku sering disiksa ayahnya, YA, termasuk dibakar dan dipelintir hingga tulangnya keluar. Bocah ini hanya diberi satu sendok nasi basi setiap hari.

“Setiap hari dia cuma dikasih makan sesendok nasi,” ungkap Eko.

Saat ini, korban sedang menjalani perawatan intensif di RSUD Kebayoran Lama.***

Facebook Comments Box
Follow WhatsApp Channel mevin.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Trump Remehkan Lonjakan Harga BBM: “Menang Perang Lawan Iran Jauh Lebih Penting!”
Modus Perusahaan Keluarga: KPK Ungkap Direktur Perusahaan Pemenang Proyek Ternyata ART Bupati Fadia
Setelah Iran, Trump Bidik Kuba: “Rezim Komunis Akan Segera Jatuh!”
“Penyelamat Kami!” Warga Pekalongan Kirim Karangan Bunga ke KPK Usai Penangkapan Bupati Fadia
Skandal Impor Bea Cukai: KPK Sita 5 Mobil Mewah, Enam Pejabat dan Swasta Jadi Tersangka
Ironi Pemilik ‘Bibi Kelinci’: Unggah CCTV Pencurian di Restoran, Selebgram Nabilah O’Brien Malah Jadi Tersangka
Anggaran Makan Bergizi Gratis Pakai Dana Pendidikan, Habiburokhman: Penerimanya Adalah Siswa!
Kim Jong-un Pasang Badan buat Teheran: “Satu Rudal Saja Cukup Lenyapkan Israel”

Berita Terkait

Jumat, 6 Maret 2026 - 15:22 WIB

Trump Remehkan Lonjakan Harga BBM: “Menang Perang Lawan Iran Jauh Lebih Penting!”

Jumat, 6 Maret 2026 - 12:29 WIB

Setelah Iran, Trump Bidik Kuba: “Rezim Komunis Akan Segera Jatuh!”

Jumat, 6 Maret 2026 - 11:23 WIB

“Penyelamat Kami!” Warga Pekalongan Kirim Karangan Bunga ke KPK Usai Penangkapan Bupati Fadia

Jumat, 6 Maret 2026 - 11:11 WIB

Skandal Impor Bea Cukai: KPK Sita 5 Mobil Mewah, Enam Pejabat dan Swasta Jadi Tersangka

Kamis, 5 Maret 2026 - 23:07 WIB

Ironi Pemilik ‘Bibi Kelinci’: Unggah CCTV Pencurian di Restoran, Selebgram Nabilah O’Brien Malah Jadi Tersangka

Berita Terbaru