Solo, Mevin.ID – Batik sebagai warisan budaya Indonesia yang telah diakui UNESCO, tidak hanya menjadi simbol identitas nasional tetapi juga memiliki potensi besar sebagai penggerak ekonomi.
Wakil Presiden (Wapres) Gibran Rakabuming beserta Ibu Selvi Gibran Rakabuming mengunjungi Kampung Batik Kauman di Jl. Trisula III No.1, Kauman, Surakarta, pada Minggu (23/02/2025).
Untuk memastikan batik tetap relevan dan memberikan manfaat nyata, diperlukan kolaborasi dari semua pihak, termasuk pemerintah, pelaku usaha, komunitas, dan generasi muda.
Dalam kunjungannya ke kampung batik Kauman di Jl. Trisula III No.1, Kauman, Surakarta, pada Minggu (23/02/2025) Wakil Presiden (Wapres) bersama Ibu Selvi menekankan pentingnya memperkuat posisi batik sebagai identitas budaya sekaligus meningkatkan kesejahteraan para perajin dan masyarakat sekitar.
“Batik adalah warisan leluhur yang harus kita jaga dan kembangkan. Namun, lebih dari itu, batik juga harus menjadi sumber penghidupan yang berkelanjutan bagi masyarakat,” ujar Wapres.
Pemerintah berkomitmen untuk mendorong sinergi antara berbagai pihak agar batik tidak hanya lestari secara budaya tetapi juga memberikan dampak ekonomi yang nyata.
Hal ini termasuk mendukung UMKM batik, memfasilitasi pelatihan dan pemasaran, serta mendorong inovasi dalam desain dan produksi batik.
Selama kunjungan tersebut, Wapres dan Ibu Selvi tidak hanya menyapa para perajin dan warga setempat, tetapi juga turut membeli sejumlah kain batik sebagai bentuk apresiasi dan dukungan terhadap produk lokal.
Langkah ini diharapkan dapat memicu semangat masyarakat untuk lebih mencintai dan membeli batik, sekaligus memperkuat posisi UMKM batik dalam perekonomian nasional.
“Kami berharap kunjungan ini dapat menjadi momentum untuk meningkatkan kesadaran akan pentingnya batik, baik sebagai warisan budaya maupun sebagai penggerak ekonomi. Dengan dukungan semua pihak, batik akan terus hidup dan berkembang, memberikan manfaat bagi banyak orang,” tambah Wapres.
Kolaborasi antara pemerintah, pelaku usaha, dan masyarakat diharapkan dapat menciptakan ekosistem yang mendukung pertumbuhan industri batik, sehingga warisan budaya ini tidak hanya terjaga tetapi juga menjadi sumber kesejahteraan bagi banyak pihak. ***


























