BEKASI, Mevin.ID – Warga Perumahan Mustika Grande, Desa Burangkeng, Kecamatan Setu, Kabupaten Bekasi, tengah dikepung polusi udara yang ekstrem.
Selama beberapa hari terakhir, aroma bau busuk menyengat menyerang pemukiman mereka, yang diduga kuat bersumber dari ribuan bangkai ayam yang mulai membusuk.
Kondisi ini tidak hanya mengganggu kenyamanan, tetapi juga mulai menimbulkan kekhawatiran serius terkait dampak kesehatan bagi warga di hampir seluruh RT di perumahan tersebut.
Diduga 3.000 Ekor Ayam Mati Akibat Kandang Roboh
Aroma tak sedap ini dilaporkan tercium semakin tajam sejak hujan deras disertai angin kencang melanda wilayah Setu beberapa hari lalu.
Berdasarkan penelusuran mandiri yang dilakukan warga, ditemukan indikasi adanya kerusakan pada sebuah peternakan ayam yang berlokasi di wilayah perkampungan di atas perumahan.
“Hasil pantauan warga ke luar perumahan, bau busuk menyengat itu diduga dikarenakan robohnya kandang ayam akibat cuaca ekstrem. Diduga ada kurang lebih 3.000 ekor ayam yang mati dan bangkainya belum dievakuasi,” ungkap salah seorang warga Mustika Grande yang enggan disebutkan namanya, Kamis (5/2/2026).
Lokasi peternakan yang berada di dekat pemakaman warga—tepat di dataran yang lebih tinggi dari perumahan—membuat aroma busuk tersebut terbawa angin dan mengendap di kawasan hunian Mustika Grande.
AMGB Desak Dinas Terkait Bertindak Cepat
Aliansi Mustika Grande Bersatu (AMGB) menyatakan kekecewaan mendalam atas lambannya respons pihak berwenang. Meski masalah ini sudah ramai dibahas di grup WhatsApp warga dan dilaporkan ke Bimaspol setempat, hingga kini belum ada tindakan nyata di lapangan.
Ketua AMGB, Pratigto, meminta Dinas Kesehatan dan Dinas Peternakan Kabupaten Bekasi segera turun tangan untuk memverifikasi temuan bangkai ayam tersebut dan memberikan solusi sanitasi.
“Kami berharap pemerintah segera membantu pemilik peternakan mencari solusi agar bau busuk dari bangkai ini segera hilang. Selain meresahkan, bau menyengat ini jelas bisa mengganggu kesehatan masyarakat,” tegas Pratigto.
Warga Menanti Solusi Nyata
Hingga saat ini, warga masih harus menutup rapat pintu dan jendela rumah untuk menghindari bau busuk yang masuk.
Masyarakat mendesak agar ribuan bangkai ayam tersebut segera dikubur sesuai standar kesehatan lingkungan atau dilakukan penyemprotan disinfektan untuk meminimalisir risiko penularan penyakit melalui udara.***
Penulis : Clendy Saputra
Editor : Bar Bernad
























