Bawah Tanah Karawang Dipantau Ketat, ESDM Buru Patahan Aktif Antisipasi Risiko Gempa

- Redaksi

Sabtu, 28 Februari 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

KARAWANG, Mevin.ID – Badan Geologi Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) tengah melakukan pemantauan dan survei pendahuluan terhadap aktivitas bawah tanah di wilayah Kabupaten Karawang.

Langkah ini diambil menyusul adanya indikasi kompleksitas struktur geologi yang berpotensi memicu gempa bumi di kawasan industri strategis tersebut.

Fokus pada Sesar Naik Baribis

Survei ini difokuskan untuk memetakan patahan aktif di wilayah Karawang dan Purwakarta, yang secara regional dipengaruhi oleh sistem Sesar Naik Baribis (back-arc thrust Jawa). Sistem patahan ini dikenal memiliki dinamika tektonik kompleks yang dapat menyebabkan deformasi kerak bumi.

Berdasarkan data Passive Seismic Tomography (PST) dan catatan gempa dari BMKG, aktivitas seismik di wilayah tersebut tidak hanya terpusat pada satu jalur, melainkan tersebar.

Hal ini memicu kekhawatiran adanya segmentasi patahan lain, khususnya di wilayah utara Karawang yang didominasi endapan Kuarter tebal.

Teknologi Canggih untuk Deteksi Bawah Tanah

Kepala Pusat Survei Geologi memantau langsung jalannya survei teknis pada Sabtu (14/2/2026) untuk memastikan efektivitas peralatan. Tim ahli gabungan menggunakan kombinasi metode untuk mendapatkan hasil komprehensif:

  • Survei Geologi Permukaan: Akuisisi data langsung di lapangan.
  • Ground Penetrating Radar (GPR): Memindai struktur bawah tanah menggunakan gelombang radar.
  • Seismik Refleksi: Menganalisis data pantulan gelombang seismik untuk melihat kemungkinan keberadaan patahan aktif di bawah tanah.

Mitigasi untuk Kawasan Industri dan Permukiman

Hasil dari survei ini akan menjadi dasar ilmiah yang krusial bagi pemerintah dalam menyusun kebijakan mitigasi bencana.

Data yang akurat mengenai karakter deformasi aktif sangat diperlukan untuk perencanaan pembangunan wilayah, khususnya memastikan keamanan infrastruktur di kawasan industri dan permukiman padat di Karawang.

Langkah preventif ini diharapkan dapat meminimalisir risiko geologi yang mungkin tersembunyi di bawah tanah, serta meningkatkan kesiapsiagaan warga terhadap potensi bencana gempa bumi di masa depan.***

Facebook Comments Box

Editor : Bar Bernad

Sumber Berita: CNBC Indonesia

Follow WhatsApp Channel mevin.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Kompensasi untuk Sopir Angkot, Becak, dan Andong Mulai Dicairkan, Pemprov Jabar Siapkan Rp6,9 Miliar
Cerita Pemudik yang Kembali Tersenyum Bersama Program Mudik Gratis Jabar 2026
Evaluasi Bansos di Bandung: Pengamat Soroti “Mentalitas Miskin” dan Dorong Transparansi Data
Wagub Jabar Resmi Berangkatkan Peserta Mudik Gratis 2026
Hadapi Mobilitas Tinggi, 845 Personel Gabungan Siap Amankan Operasi Keselamatan Lodaya 2026 di Majalengka
Skandal ‘Bangunan Hantu’ Srimukti: Mahasiswa Bekasi Bongkar Dugaan Korupsi Dana CSR BJB, Siap Geruduk KPK!
Viral Kericuhan di Balai Desa Purwasaba, Kades Hoho Dikeroyok Massa LSM
Lebaran Kali Ini Bandung Zoo Belum Bisa Buka, Wali Kota Minta Maaf

Berita Terkait

Jumat, 13 Maret 2026 - 14:07 WIB

Cerita Pemudik yang Kembali Tersenyum Bersama Program Mudik Gratis Jabar 2026

Jumat, 13 Maret 2026 - 12:58 WIB

Evaluasi Bansos di Bandung: Pengamat Soroti “Mentalitas Miskin” dan Dorong Transparansi Data

Jumat, 13 Maret 2026 - 11:54 WIB

Wagub Jabar Resmi Berangkatkan Peserta Mudik Gratis 2026

Jumat, 13 Maret 2026 - 10:19 WIB

Hadapi Mobilitas Tinggi, 845 Personel Gabungan Siap Amankan Operasi Keselamatan Lodaya 2026 di Majalengka

Kamis, 12 Maret 2026 - 22:40 WIB

Skandal ‘Bangunan Hantu’ Srimukti: Mahasiswa Bekasi Bongkar Dugaan Korupsi Dana CSR BJB, Siap Geruduk KPK!

Berita Terbaru

Juru Bicara Komisi Pemberantasan Korupsi Budi Prasetyo memberikan keterangan di Gedung Merah Putih KPK, Jakarta, Selasa (2/12/2025). ANTARA/Rio Feisal.

Berita

Update OTT Cilacap: KPK Sita Sejumlah Uang Tunai

Jumat, 13 Mar 2026 - 20:43 WIB