BEKASI, Mevin.ID – Bagi warga Bekasi yang mencari destinasi berburu takjil lengkap dengan harga ramah kantong, Bazar Ramadhan di Perumahan Bekasi Timur Regency (BTR) 7 menjadi pilihan yang tepat.
Berlokasi di titik strategis yang mempertemukan wilayah Kota dan Kabupaten Bekasi, bazar ini resmi dibuka sejak hari pertama Ramadan 1447 H, Kamis (19/2/2026).
Pihak penyelenggara Car Free Day BTR 7 tahun ini memberikan ruang khusus bagi sekitar 40 pedagang UMKM warga sekitar untuk menjajakan beragam hidangan berbuka puasa.
Surga Kuliner Murah Meriah
Bazar ini menyuguhkan variasi makanan yang menggugah selera. Salah satu yang menjadi primadona adalah Tahu Mendoan Brontak yang terkenal dengan cita rasa sangat pedas. Tak hanya itu, tersedia juga berbagai kudapan kekinian dan tradisional seperti:
- Menu Kenyang: Nasi Berkat Rames hanya Rp10.000, Sayur Matang, Lauk Pauk, Pempek Asli Palembang, hingga Bakso dan Cilok seharga Rp5.000.
- Minuman Segar: Es Lekoh, Es Pisang Ijo (Rp10.000), Es Apaya (Rp5.000), Dakochi, hingga Stik Milk berbagai rasa.
- Cemilan Hits: Mochi Isi Buah (Rp2.000), Cireng seribuan, Dimsum Mentai Pelangi, hingga Donat dan Party Snack.
Lokasi Strategis di Perbatasan
Letak BTR 7 yang mencakup tiga kelurahan di Kota Bekasi (Pedurenan, Sumurbatu, Cimuning) dan satu desa di Kabupaten Bekasi (Burangkeng) membuat akses menuju lokasi bazar sangat mudah.
Pengunjung bisa masuk melalui perempatan Cimuning, jalur Mustika Grande via Kampung Cinyodok, maupun dari arah BTR 5.
Berkah Bagi UMKM Lokal
Adanya wadah bazar ini disambut antusias oleh para pedagang. Selain menjadi sarana mengisi waktu dengan kegiatan bermanfaat selama bulan suci, bazar ini menjadi tumpuan harapan bagi peningkatkan ekonomi warga sekitar.
“Kami sangat senang dengan adanya bazar ini. Selain menambah pemasukan, kami juga berharap melalui pemberitaan positif, masyarakat luas semakin tahu dan datang berkunjung ke BTR 7 untuk mencari hidangan berbuka bagi keluarga,” ujar salah satu pedagang kepada awak media.
Bazar ini akan terus berlangsung selama bulan Ramadan, menjadi pusat interaksi sosial sekaligus pendongkrak ekonomi kreatif di wilayah Bekasi Timur dan sekitarnya.***
Penulis : Clendy Saputra
Editor : Pratigto


























