Jakarta, Mevin.ID — Badan Gizi Nasional (BGN) akan membangun sebanyak 1.542 dapur Makan Bergizi Gratis (MBG) di berbagai daerah sebagai bagian dari program nasional pemenuhan gizi masyarakat. Proyek ini ditargetkan rampung pada Agustus 2025 mendatang.
Untuk mendukung pelaksanaannya, Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) telah menginstruksikan seluruh kepala daerah agar segera menyiapkan lahan yang akan digunakan untuk pembangunan dapur MBG.
“Penyediaan lahan sangat diperlukan untuk pembangunan 1.542 bangunan dapur MBG,” kata Deputi Sistem dan Tata Kelola BGN, Tigor Pangaribuan, saat ditemui di kawasan Abdul Muis, Jakarta Pusat, Selasa (3/6/2025).
Tigor menekankan bahwa lokasi dapur MBG harus dipilih secara strategis dan tidak berdekatan dengan Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) milik masyarakat atau mitra mandiri. Jika tidak ada pihak swasta yang membangun dapur di daerah tertentu, maka pemerintah daerah akan diminta menyediakan lahan agar dapur MBG bisa dibangun oleh BGN.
“Misalnya di daerah pegunungan dengan 500 siswa dan tidak ada mitra mandiri yang mau bangun. Maka BGN akan minta pemda atau desa siapkan lahan. Kalau ada, akan dipinjam pakaikan ke BGN,” jelasnya.
Pemda Diminta Ajukan 10 Lokasi Potensial
Sekretaris Jenderal Kemendagri, Komjen Pol Tomsi Tohir, mengungkapkan bahwa pihaknya telah menindaklanjuti arahan Mendagri Tito Karnavian dan Kepala BGN Dadan Hindayana agar pemerintah daerah mengajukan maksimal 10 opsi lokasi untuk SPPG atau dapur MBG.
“Data lokasi sangat penting karena nantinya akan dilakukan pengecekan kelayakan secara langsung,” ujar Tomsi melalui keterangan tertulis pada Kamis (22/5/2025).
Ia menambahkan, lokasi dapur MBG harus dipilih di titik yang paling strategis agar dapat menjangkau kelompok masyarakat yang membutuhkan secara efektif. Seluruh proses pendataan, pemilihan, dan persiapan lokasi diharapkan selesai sebelum pembangunan fisik dimulai pada pertengahan tahun ini.***


























