KARAWANG, Mevin.ID – Kabar memilukan datang dari Karawang, Jawa Barat. Seorang balita laki-laki berusia 2,5 tahun kini tengah berjuang antara hidup dan mati di ruang perawatan intensif RSUD Karawang.
Bocah malang tersebut diduga menjadi korban kekerasan sadis yang dilakukan oleh pacar ibunya sendiri di sebuah kamar hotel.
Peristiwa ini mengungkap tabir kekejaman yang terencana di balik modus “sakit perut” dan sandiwara pelaku.
Modus Beli Makan: Korban Ditinggal Sendirian
Ibu korban, berinisial IP (20), menceritakan awal mula tragedi tersebut. Pada Sabtu dini hari (14/2/2026), IP bersama anaknya tengah berada di sebuah hotel dan meminta pacarnya untuk menyusul.
Sekitar pukul 01.30 WIB, sang pacar berpura-pura mengeluh sakit perut dan meminta IP keluar membelikan makanan.
Tanpa rasa curiga, IP meninggalkan putranya yang masih terjaga bersama pelaku di dalam kamar. Namun, keputusan itu menjadi awal dari mimpi buruk yang tak terbayangkan.
Temuan Mengerikan: Tang dan Jarum di Bawah Kolong Kasur
Saat IP kembali ke kamar, ia mendapati suasana gelap gulita. Ketika lampu dinyalakan, ia terkejut melihat pelaku sedang sibuk mengelap darah yang mengucur di wajah anaknya.
“Kondisi mata anak saya sudah berubah, dia terus membuka mulut seperti menahan sakit yang luar biasa,” tutur IP dengan nada bergetar saat ditemui di RSUD Karawang.
Melihat kondisi tersebut, pelaku justru bersandiwara dengan mengeluh seolah dirinya selalu disalahkan atas segala hal.
Namun, IP curiga melihat pelaku melempar sesuatu ke bawah kolong kasur. Saat diperiksa, betapa hancurnya hati IP menemukan barang bukti berupa tang dan jarum besar yang diduga digunakan untuk menyiksa sang balita.
“Sambil bilang kalau dirinya selalu disalahkan, dia membuang barang bukti. Saya cek ternyata ada tang dan jarum besar,” ungkap IP.
Pelaku Berhasil Ditangkap
Tak butuh waktu lama bagi pihak kepolisian untuk bertindak. Setelah menerima laporan dari IP, petugas langsung melakukan pengejaran. Pelaku akhirnya berhasil diamankan dan ditangkap tanpa perlawanan saat ia berada di area RSUD Karawang, tempat korban dirawat.
Hingga berita ini diturunkan, korban masih dalam kondisi kritis dan memerlukan penanganan medis khusus. Pihak kepolisian Karawang tengah mendalami motif di balik aksi keji tersebut serta memeriksa saksi-saksi lebih lanjut.
Tindakan kekerasan terhadap anak adalah kejahatan luar biasa yang tidak bisa ditoleransi. Mari kita kawal kasus ini agar pelaku mendapatkan hukuman seberat-beratnya!***
Editor : Bar Bernad















![BPTJ akan membatasi truk angkutan barang di masa libur Nataru 2023, mulai 24 Desember. [ANTARA FOTO/ Fakhri Hermansyah/tom]](https://mevin.id/wp-content/uploads/2026/03/29108-jalan-tol-jakarta-cikampek-ditutup-imbas-demo-buruh-di-cikarang-360x200.webp)










