Banda Aceh, Mevin.ID – Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Aceh mengimbau para nelayan untuk mewaspadai gelombang tinggi yang diperkirakan mencapai 2,5 meter di perairan Aceh hingga 16 Maret 2025.
Gelombang tinggi ini berpotensi membahayakan keselamatan pelayaran, terutama bagi perahu nelayan dan kapal tongkang.
Prakirawan BMKG Aceh, Khairul Akbar, menjelaskan bahwa gelombang setinggi 1,25-2,5 meter dengan kecepatan angin hingga 22 knot diprediksi terjadi di beberapa wilayah perairan Aceh.
“Gelombang tinggi ini berisiko terhadap perahu nelayan, terutama jika kecepatan angin mencapai 15 knot dan tinggi gelombang mencapai 1,25 meter,” ujar Khairul di Banda Aceh, Selasa (11/3).
Wilayah yang Terdampak
Gelombang tinggi diprediksi terjadi di beberapa wilayah perairan Aceh, antara lain:
- Perairan Aceh Besar-Meulaboh
- Perairan Selatan Simeulue
- Perairan Aceh Barat Daya-Simeulue
- Perairan Sabang-Banda Aceh
- Perairan Aceh Singkil-Pulo Banyak
Khairul menambahkan, angin umumnya bergerak dari timur laut ke barat daya dengan kecepatan berkisar 02-22 knot.
Penyebab Gelombang Tinggi
Tinggi gelombang di perairan Aceh dipengaruhi oleh beberapa faktor, termasuk:
- Belokan Angin (Shearline): Fenomena ini terjadi ketika terdapat perbedaan arah dan kecepatan angin di lapisan atmosfer.
- Konvergensi: Pertemuan massa udara yang dapat meningkatkan potensi cuaca ekstrem.
- Anomali Suhu Muka Laut: Suhu permukaan laut yang lebih hangat di perairan barat, utara, dan timur Aceh turut berkontribusi pada peningkatan tinggi gelombang.
“Kondisi-kondisi ini dapat meningkatkan kecepatan angin dan tinggi gelombang laut di beberapa wilayah perairan Aceh,” jelas Khairul.
Tidak hanya nelayan, gelombang tinggi juga berpotensi membahayakan kapal tongkang. “Gelombang setinggi 2,5 meter dapat berisiko bagi keselamatan kapal tongkang, terutama jika kecepatan angin mencapai 16 knot dan tinggi gelombang mencapai 1,5 meter,” kata Khairul.
Imbauan BMKG
BMKG Aceh mengimbau nelayan dan operator kapal untuk selalu memantau informasi cuaca terkini sebelum melaut.
“Kami menyarankan nelayan dan pelayar untuk menghindari aktivitas di laut jika kondisi gelombang tinggi dan angin kencang masih berlangsung,” ujar Khairul.
Dengan adanya peringatan ini, diharapkan para nelayan dan pelayar dapat mengambil langkah antisipasi untuk menjaga keselamatan dan menghindari risiko kecelakaan di laut.***


























