BMKG Ingatkan Ancaman Siklon Tropis: Selatan Sumatera hingga Papua Masuk Zona Waspada

- Redaksi

Selasa, 2 Desember 2025

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Pantauan TD Ex-Siklon Tropis Senyar per 29 November 2025 Foto: BMKG

Pantauan TD Ex-Siklon Tropis Senyar per 29 November 2025 Foto: BMKG

Jakarta, Mevin.ID — Memasuki awal Desember, Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) kembali mengingatkan bahwa Indonesia berada dalam periode paling rawan pembentukan bibit siklon tropis.

Peringatan ini disampaikan Kepala BMKG Teuku Faisal Fathani dalam rapat kerja bersama Komisi V DPR RI, Senin (1/12/2025).

Faisal menggambarkan situasinya dengan jelas: laut selatan Indonesia tengah memanas, dan “pabrik” bibit siklon mulai aktif dari Bengkulu hingga Papua.

Deretan wilayah itu—Sumatera bagian selatan, selatan Jawa, Bali, Nusa Tenggara, Maluku, hingga Papua Tengah dan Selatan—disebut sebagai jalur klasik kelahiran siklon tropis.

“Periode November sampai Februari adalah periode rawan. Kita sudah masuk Desember, dan bibit siklon berpeluang muncul di perairan selatan Indonesia,” ujar Faisal.

Menurutnya, bibit siklon yang berkembang menjadi siklon tropis dapat memicu hujan ekstrem, gelombang tinggi, hingga bencana hidrometeorologi yang lebih luas.

Jejak Siklon yang Pernah Mengguncang Indonesia

Faisal menyinggung kembali beberapa peristiwa yang masih meninggalkan trauma di banyak daerah.
Siklon Cempaka (2017) yang memicu banjir dan longsor besar di selatan Jawa.
Siklon Seroja (2021) yang memorak-porandakan sebagian wilayah NTT.
Siklon Senyar (2025) yang pergerakannya tak lazim karena terbentuk di Selat Malaka.

Dua di antaranya—Cempaka dan Senyar—masuk kategori satu, sementara Seroja berada satu tingkat di atasnya. Namun kategori bukan segalanya; lokasi kemunculan dan padatnya penduduk menjadi faktor yang dapat memperparah dampak.

“Kita perlu bersiap apabila siklon tropis dengan kategori lebih tinggi terjadi di provinsi padat penduduk. Kesiapsiagaan harus disiapkan mulai sekarang,” tegas Faisal.

Ancaman Nyata di Tengah Musim Puncak Hujan

Peringatan ini datang di tengah meningkatnya bencana hidrometeorologi di banyak wilayah, termasuk banjir besar yang melanda Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat beberapa hari terakhir. Banyak ahli menyebut fenomena ini sebagai tanda bahwa Indonesia semakin rentan terhadap “serangan” siklon tropis yang sebelumnya jarang terjadi.

BMKG meminta pemerintah daerah memperkuat mitigasi mulai dari early warning system, kesiapan logistik, hingga edukasi warga di zona rawan.***

Facebook Comments Box
Follow WhatsApp Channel mevin.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Menu MBG di Bulan Puasa: Ada Kurma, Susu, hingga Telur Puyuh
Black Box Ditemukan, KNKT Mulai Investigasi Kecelakaan ATR 42-500
Seni Cadas Tertua di Dunia Ditemukan di Gua Muna Sulawesi, Usianya 67.800 Tahun
Profil Kezia Syifa: Rela Status WNI Dicoret, Mantap Menjadi Tentara AS
Pakai Modus “Uang Karungan”, Bupati Pati Sudewo Resmi Jadi Tersangka Jual Beli Jabatan
Wamenkum Desak Pembahasan Cepat RUU Pidana Mati Bersama Komisi III DPR
Gempa Berkekuatan M 5,7 Guncang Kepulauan Tanimbar, Maluku
Darurat Mental Health! Menkes Ungkap 28 Juta Penduduk Indonesia Punya Masalah Kejiwaan

Berita Terkait

Kamis, 22 Januari 2026 - 18:00 WIB

Black Box Ditemukan, KNKT Mulai Investigasi Kecelakaan ATR 42-500

Kamis, 22 Januari 2026 - 16:15 WIB

Seni Cadas Tertua di Dunia Ditemukan di Gua Muna Sulawesi, Usianya 67.800 Tahun

Kamis, 22 Januari 2026 - 10:00 WIB

Profil Kezia Syifa: Rela Status WNI Dicoret, Mantap Menjadi Tentara AS

Rabu, 21 Januari 2026 - 19:55 WIB

Pakai Modus “Uang Karungan”, Bupati Pati Sudewo Resmi Jadi Tersangka Jual Beli Jabatan

Rabu, 21 Januari 2026 - 16:30 WIB

Wamenkum Desak Pembahasan Cepat RUU Pidana Mati Bersama Komisi III DPR

Berita Terbaru