BNPB: Korban Banjir-Longsor Sumatera Tembus 604 Jiwa, Desakan Audit Lingkungan Menguat

- Redaksi

Selasa, 2 Desember 2025

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Warga melintasi jembatan sementara di Desa Garoga, Kecamatan Batang Toru, Kabupaten Tapanuli Selatan, Sumatera Utara. (ANTARA/HO-Pendam I/Bukit Barisan)

Warga melintasi jembatan sementara di Desa Garoga, Kecamatan Batang Toru, Kabupaten Tapanuli Selatan, Sumatera Utara. (ANTARA/HO-Pendam I/Bukit Barisan)

Jakarta, Mevin.ID – Jumlah korban meninggal akibat bencana banjir dan longsor di tiga provinsi di Sumatera terus bertambah. Data Pusat Data, Informasi, dan Komunikasi Bencana (Pusdatin) BNPB yang dirilis Senin (1/12/2025) pukul 17.00 WIB mencatat 604 warga meninggal dunia.

Rinciannya antara lain:
• Sumatera Utara: 283 orang meninggal, 169 hilang, 613 luka
• Sumatera Barat: 165 meninggal, 114 hilang, 112 luka
• Aceh: 156 meninggal, 181 hilang, 1.800 luka

Selain korban jiwa, lebih dari 28.000 rumah rusak dengan kategori ringan hingga berat. 271 jembatan dan 282 fasilitas pendidikan juga dilaporkan rusak.

Di banyak titik, upaya evakuasi masih berlangsung manual—terbatas alat berat, terkendala cuaca, dan akses yang terputus.

“Bencana yang Tak Lagi Alamiah”

Lonjakan korban jiwa kembali memicu perbincangan soal rusaknya ekosistem hulu, masifnya pembukaan lahan, dan lemahnya pengawasan pemerintah.

Kritik publik pun menguat. Di kolom-kolom komentar warganet, muncul desakan agar Presiden Prabowo Subianto mencopot menteri terkait bidang ESDM dan Kehutanan, serta melakukan audit besar-besaran terhadap tata kelola lingkungan.

Pesannya sama: “Jangan korbankan rakyat. Nyawa 604 orang bukan angka—itu keluarga, itu hidup yang hilang.”

Duka, Kekacauan, dan Pekerjaan Besar di Depan Mata

BNPB menyebut jumlah korban masih mungkin bertambah, mengingat ratusan warga belum ditemukan. Lebih dari 1 juta orang kini mengungsi di berbagai titik penampungan di Sumatera Utara, Sumatera Barat, dan Aceh.

Di lapangan, kisah-kisah memilukan terus berdatangan: anak-anak kehilangan keluarga, lansia terjebak lumpur hingga dua hari, warga menanti kabar orang-orang tercinta yang belum ditemukan.

Di tengah situasi ini, pemerintah pusat dan daerah diminta tidak hanya fokus pada penanganan darurat, tetapi juga membersihkan akar persoalan: tata ruang yang buruk, eksploitasi hutan, dan lemahnya penegakan hukum di sektor sumber daya alam.***

Facebook Comments Box
Follow WhatsApp Channel mevin.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

GUN Ketua LSM Sniper Diperiksa KPK Terkait Korupsi Bupati Bekasi Ade Kunang
Terjaring OTT Jual Beli Jabatan, Bupati Pati Sudewo Tiba di Gedung Merah Putih KPK
Cinta di Balik Air Bah, Kisah Induk Gajah Melawan Arus Dahsyat Demi Sang Anak
TKW Korban Penganiayaan di Oman Diselamatkan Pekerja Indonesia, Eka Diduga Jadi Korban TPPO
Kabar Baik untuk Pegawai Inti SPPG: Status PPPK Resmi Per 1 Februari 2026, Bagaimana Nasib Relawan dan Staf Lain?
Wapres Gibran di Tasikmalaya: Perkuat Ekonomi Rakyat hingga Pantau Inovasi AI di Pesantren
MK Tegaskan Aturan, Wartawan Tak Bisa Langsung Dituntut Pidana Atas Karya Jurnalistik
Karcis Hilang Kena Denda, Barang Hilang Ogah Tanggung Jawab? YLKI: Itu Pungli!

Berita Terkait

Selasa, 20 Januari 2026 - 16:00 WIB

GUN Ketua LSM Sniper Diperiksa KPK Terkait Korupsi Bupati Bekasi Ade Kunang

Selasa, 20 Januari 2026 - 15:06 WIB

Terjaring OTT Jual Beli Jabatan, Bupati Pati Sudewo Tiba di Gedung Merah Putih KPK

Selasa, 20 Januari 2026 - 13:00 WIB

TKW Korban Penganiayaan di Oman Diselamatkan Pekerja Indonesia, Eka Diduga Jadi Korban TPPO

Selasa, 20 Januari 2026 - 12:26 WIB

Kabar Baik untuk Pegawai Inti SPPG: Status PPPK Resmi Per 1 Februari 2026, Bagaimana Nasib Relawan dan Staf Lain?

Selasa, 20 Januari 2026 - 11:40 WIB

Wapres Gibran di Tasikmalaya: Perkuat Ekonomi Rakyat hingga Pantau Inovasi AI di Pesantren

Berita Terbaru

Ilustrasi bunuh diri. (Envato/LightFieldStudios)

Kolom

Skrining Dini Kesehatan Mental

Selasa, 20 Jan 2026 - 19:29 WIB