BNPB Rampungkan Pendataan Kerusakan Akibat Banjir dan Longsor di Sukabumi

- Redaksi

Senin, 10 Maret 2025

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Petugas gabungan melakukan pencarian dan pertolongan korban hilang karena banjir di Sukabumi, Jawa Barat, Minggu (9/3/2025).

Petugas gabungan melakukan pencarian dan pertolongan korban hilang karena banjir di Sukabumi, Jawa Barat, Minggu (9/3/2025).

Jakarta, Mevin.ID – Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) telah merampungkan pendataan kerusakan bangunan rumah dan infrastruktur akibat bencana banjir disertai tanah longsor di Kabupaten Sukabumi, Jawa Barat.

Berdasarkan data dari tim reaksi cepat di lapangan, tercatat ratusan unit rumah rusak dengan skala kerusakan bervariasi, mulai dari ringan hingga berat.

Data Kerusakan Rumah dan Infrastruktur

Kepala Pusat Data, Informasi, dan Komunikasi Kebencanaan BNPB, Abdul Muhari, mengonfirmasi bahwa kerusakan yang terjadi meliputi:

  • Rumah Rusak Ringan: 150 unit.
  • Rumah Rusak Sedang: 110 unit.
  • Rumah Rusak Berat: 95 unit.

Selain itu, kerusakan infrastruktur yang tercatat meliputi:

  • Jembatan Rusak Sedang: 3 unit.
  • Jembatan Rusak Berat: 3 unit.
  • Sarana Kesehatan Rusak Sedang: 1 unit.
  • Jalan Terdampak: 27 titik.
  • Jembatan Penghubung Antardesa Terdampak: 16 titik.

Upaya Percepatan Penanganan Bencana

Untuk mempercepat penanganan bencana, Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Kabupaten Sukabumi telah menurunkan alat berat ke lokasi terdampak.

Selain itu, BNPB bersama kementerian terkait dan Pemerintah Kabupaten Sukabumi telah mengaktifkan tiga posko darurat untuk mendukung upaya tanggap darurat dan pemulihan dampak bencana.

Lokasi Posko Darurat

  1. Posko Utama: Pendopo Pemerintah Kabupaten Sukabumi.
  2. Posko Lapangan: Pelabuhan Ratu.
  3. Posko Logistik: Kantor BPBD Kabupaten Sukabumi.

Kebutuhan Logistik Mendesak

Abdul Muhari menyebutkan bahwa kebutuhan logistik yang paling mendesak saat ini meliputi:

  • Makanan siap saji.
  • Air mineral.
  • Selimut dan matras.
  • Alat kebersihan.
  • Hygiene kit untuk pengungsi, terutama yang mengungsi secara mandiri.

Kondisi Terkini

Banjir yang sebelumnya merendam belasan desa di 22 kecamatan telah dinyatakan surut. Namun, tiga kecamatan masih dalam masa tanggap darurat akibat tanah longsor, yaitu:

  1. Kecamatan Pelabuhan Ratu.
  2. Kecamatan Simpenan.
  3. Kecamatan Lengkong.

Korban Meninggal dan Hilang

BNPB juga melaporkan bahwa bencana ini telah menelan korban jiwa. Sebanyak lima orang meninggal dunia, sementara empat orang lainnya masih dalam pencarian oleh tim SAR gabungan.

Harapan ke Depan

Dengan upaya penanganan yang terkoordinasi, diharapkan proses pemulihan dapat berjalan cepat dan korban hilang segera ditemukan.

BNPB dan pemerintah daerah terus berkomitmen untuk memastikan bahwa kebutuhan dasar pengungsi terpenuhi dan kerusakan infrastruktur segera diperbaiki.

Abdul Muhari menegaskan bahwa BNPB akan terus memantau perkembangan situasi dan memberikan dukungan penuh untuk pemulihan pascabencana di Kabupaten Sukabumi.***

Facebook Comments Box
Follow WhatsApp Channel mevin.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Bogor Memanas! Ribuan Sopir Angkot Bakal Geruduk Balai Kota Besok, Tuntut Kejelasan Nasib
Predator di Sekolah: Oknum Guru SDN di Serpong Diduga Cabuli Belasan Murid, Kini Dirumahkan
Polda NTT Ringkus Penembak Burung Hantu Tyto Alba di Belu, Senapan Angin Diamankan
Air Mata Bu Guru Tri, Kisah Razia Rambut di Jambi yang Berujung Jeruji Besi
Viral Aksi Kejam di NTT: Burung Hantu Manguni Ditembak Hanya Karena “Mengganggu Tidur”
KDM Turun Tangan Tengahi Sengketa Air Gunung Ciremai: PDAM Tirta Kamuning Vs Warga
Tanggul Citarum Jebol di Muaragembong, 553 KK Terendam Banjir Luapan Air Sungai
Melawan Arus Demi Sesuap Nasi: Kisah Viral Penjual Tahu Bulat Terjang Banjir 50 Cm

Berita Terkait

Rabu, 21 Januari 2026 - 17:10 WIB

Bogor Memanas! Ribuan Sopir Angkot Bakal Geruduk Balai Kota Besok, Tuntut Kejelasan Nasib

Rabu, 21 Januari 2026 - 11:29 WIB

Predator di Sekolah: Oknum Guru SDN di Serpong Diduga Cabuli Belasan Murid, Kini Dirumahkan

Rabu, 21 Januari 2026 - 11:10 WIB

Polda NTT Ringkus Penembak Burung Hantu Tyto Alba di Belu, Senapan Angin Diamankan

Rabu, 21 Januari 2026 - 09:22 WIB

Air Mata Bu Guru Tri, Kisah Razia Rambut di Jambi yang Berujung Jeruji Besi

Rabu, 21 Januari 2026 - 09:15 WIB

Viral Aksi Kejam di NTT: Burung Hantu Manguni Ditembak Hanya Karena “Mengganggu Tidur”

Berita Terbaru