BOGOR, Mevin.ID – Hujan deras dengan durasi lama yang mengguyur wilayah Kabupaten Bogor, Jawa Barat, memicu bencana tanah longsor dan pergerakan tanah di sejumlah titik.
Akibatnya, belasan rumah warga dilaporkan mengalami kerusakan serius dan akses jalan desa terputus.
Peristiwa ini terjadi setelah wilayah Bogor Timur diguyur hujan lebat pada Sabtu (24/1) sore, yang menyebabkan kondisi tanah menjadi labil.
Sukamakmur: Jalan Retak 48 Meter, Akses Kendaraan Lumpuh
Kabid Kedaruratan dan Logistik BPBD Kabupaten Bogor, M. Adam Hamdani, mengungkapkan bahwa di wilayah Sukamakmur, pergerakan tanah berdampak pada pemukiman dan infrastruktur jalan.
-
Dampak Rumah: Tiga unit rumah warga mengalami keretakan pada bagian dinding.
-
Akses Jalan: Jalan desa yang menghubungkan Kampung Pancuran dan Kampung Jereged mengalami retakan sepanjang 48 meter dengan lebar antara 2 hingga 5 meter.
-
Kondisi Terkini: Jalur tersebut saat ini tidak dapat dilalui kendaraan roda empat karena kondisi aspal yang bergelombang dan licin. Bahkan, pejalan kaki pun dilaporkan kesulitan melintasi area tersebut.
“Tanah longsor juga sempat menutup setengah ruas jalan kabupaten, namun material longsoran kini sudah dibersihkan oleh warga secara gotong royong,” ujar Adam dalam keterangannya, Minggu (25/1/2026).
Bojong Koneng: 9 Rumah Rusak, Lantai Rumah Terangkat
Selain di Sukamakmur, pergerakan tanah juga terjadi secara masif di wilayah Desa Bojong Koneng, khususnya di Kampung Gunung Batu Kidul.
Berdasarkan data BPBD, tercatat sebanyak 9 unit rumah terdampak di wilayah ini. Kerusakan yang dialami warga cukup parah, meliputi:
-
Keretakan pada tembok dan dinding rumah.
-
Lantai rumah yang retak hingga permukaan lantai yang terangkat akibat tekanan dari dalam tanah.
Langkah Penanganan BPBD
Tim BPBD Kabupaten Bogor telah melakukan asesmen dan penanganan sementara di seluruh titik kejadian. Meski material longsoran di jalan kabupaten telah dibersihkan, warga diminta tetap waspada mengingat cuaca ekstrem masih berpotensi terjadi.
Pihak BPBD menekankan bahwa penanganan di jalur penghubung Kampung Pancuran-Jereged menjadi prioritas karena fungsinya yang krusial bagi mobilitas warga, namun kondisi tanah yang masih bergerak menuntut kehati-hatian ekstra.***


























