BPBD DKI Jakarta Intensifkan Penanganan Banjir Akibat Luapan Kali Ciliwung

- Redaksi

Senin, 3 Maret 2025

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Petugas BPBD saat memantau ketinggian banjir di Jakarta, Senin (3/3/2025).

Petugas BPBD saat memantau ketinggian banjir di Jakarta, Senin (3/3/2025).

Jakarta, Mevin.ID – Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) DKI Jakarta terus berkoordinasi dengan instansi terkait untuk menangani banjir yang disebabkan oleh luapan Kali Ciliwung.

Upaya penanganan dilakukan melalui penyedotan air dan memastikan tali air berfungsi dengan baik guna mempercepat surutnya genangan.

“Kami mengerahkan personel untuk memonitor kondisi genangan (banjir) di setiap wilayah,” kata Kepala Pusat Data dan Informasi (Kapusdatin) BPBD DKI Jakarta, Mohamad Yohan, di Jakarta, Senin.

Yohan menjelaskan bahwa BPBD bekerja sama dengan Dinas Sumber Daya Air (SDA), Dinas Bina Marga DKI, dan Penanggulangan Kebakaran dan Penyelamatan (Gulkarmat) untuk melakukan penyedotan air di lokasi-lokasi terdampak banjir.

Selain itu, petugas juga memastikan bahwa tali-tali air berfungsi maksimal untuk memperlancar aliran air.

“Kami upayakan genangan (banjir) untuk surut dalam waktu cepat,” ujarnya.

BPBD DKI Jakarta juga mengimbau masyarakat untuk tetap waspada terhadap potensi banjir. Yohan meminta warga segera menghubungi nomor darurat 112 jika membutuhkan bantuan. “Layanan ini gratis dan beroperasi selama 24 jam non-stop,” kata Yohan.

Dampak Banjir Meluas

Sebelumnya, Yohan melaporkan bahwa banjir akibat luapan Kali Ciliwung telah meluas dan berdampak pada 47 Rukun Tetangga (RT) di Jakarta Selatan (Jaksel) dan Jakarta Timur (Jaktim).

Pada pukul 04.00 WIB, banjir melanda 28 RT, dan jumlahnya meningkat menjadi 47 RT pada pukul 08.00 WIB.

Banjir ini disebabkan oleh luapan Kali Ciliwung setelah hujan deras mengguyur DKI Jakarta dan sekitarnya. Hujan yang terjadi pada Minggu (2/3) menyebabkan kenaikan level air di Bendung Katulampa, Bogor, Jawa Barat.

Status Bendung Katulampa meningkat menjadi siaga tiga (waspada) pada pukul 20.20 WIB, siaga dua pada pukul 20.40 WIB, dan siaga satu (bahaya) pada pukul 21.30 WIB.

Pemantauan di Pos Pantau Depok dan Angke Hulu

Di Pos Pantau Depok, status siaga tiga dicatat pada pukul 21.40 WIB, siaga dua pada pukul 00.00 WIB, dan siaga satu pada pukul 00.30 WIB. Sementara itu, Pos Pantau Angke Hulu mencapai status siaga tiga pada pukul 23.00 WIB, yang turut berkontribusi pada banjir di beberapa wilayah DKI Jakarta.

BPBD DKI Jakarta terus memantau perkembangan situasi dan berupaya mempercepat penanganan banjir. Masyarakat diharapkan tetap waspada dan mengikuti arahan dari pihak berwenang.***

Facebook Comments Box
Follow WhatsApp Channel mevin.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Pakai Modus “Uang Karungan”, Bupati Pati Sudewo Resmi Jadi Tersangka Jual Beli Jabatan
Wamenkum Desak Pembahasan Cepat RUU Pidana Mati Bersama Komisi III DPR
Gempa Berkekuatan M 5,7 Guncang Kepulauan Tanimbar, Maluku
Darurat Mental Health! Menkes Ungkap 28 Juta Penduduk Indonesia Punya Masalah Kejiwaan
Tingkatkan Kinerja, Komisi III DPR RI Setuju Usulan Penambahan Anggaran di Kejaksaan
Tangan Diborgol, Wali Kota Madiun Maidi Resmi Ditahan KPK Terkait Kasus Pemerasan & Gratifikasi
Pakai Rompi Oranye KPK, Bupati Pati Sudewo Bantah Peras Calon Perangkat Desa Rp2,6 Miliar
GUN Ketua LSM Sniper Diperiksa KPK Terkait Korupsi Bupati Bekasi Ade Kunang

Berita Terkait

Rabu, 21 Januari 2026 - 19:55 WIB

Pakai Modus “Uang Karungan”, Bupati Pati Sudewo Resmi Jadi Tersangka Jual Beli Jabatan

Rabu, 21 Januari 2026 - 16:07 WIB

Gempa Berkekuatan M 5,7 Guncang Kepulauan Tanimbar, Maluku

Rabu, 21 Januari 2026 - 11:49 WIB

Darurat Mental Health! Menkes Ungkap 28 Juta Penduduk Indonesia Punya Masalah Kejiwaan

Rabu, 21 Januari 2026 - 11:32 WIB

Tingkatkan Kinerja, Komisi III DPR RI Setuju Usulan Penambahan Anggaran di Kejaksaan

Rabu, 21 Januari 2026 - 08:48 WIB

Tangan Diborgol, Wali Kota Madiun Maidi Resmi Ditahan KPK Terkait Kasus Pemerasan & Gratifikasi

Berita Terbaru