BPJS PBI Dicoret Mensos, Iuran Diambil Alih Pemprov Jabar 

- Redaksi

Minggu, 8 Februari 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

BANDUNG, Mevin.ID – Pemerintah Daerah Provinsi Jawa Barat (Pemprov Jabar) memastikan warga miskin penderita penyakit kronis di wilayahnya akan terus mendapat jaminan pelayanan kesehatan.

Keputusan ini diambil menanggapi keresahan sejumlah pasien, seperti penderita kanker, thalasemia, dan gagal ginjal, yang tidak dapat lagi berobat karena status kepesertaan BPJS Kesehatan mereka berhenti.

Mereka sebelumnya tergabung sebagai peserta Penerima Bantuan Iuran (PBI) dari Kementerian Sosial (Kemensos). Setelah Kemensos melakukan penyesuaian data penerima bantuan iuran, nama mereka tercoret dari daftar.

Akibatnya, hak mereka untuk mendapatkan pelayanan kesehatan melalui BPJS Kesehatan terhenti, termasuk untuk pengobatan esensial seperti khemoterapi, transfusi darah, dan cuci darah.

Menanggapi kondisi darurat ini, Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi, menginstruksikan pendataan menyeluruh terhadap warga terdampak.

Pemprov Jabar kemudian akan menanggung langsung pembayaran iuran BPJS Kesehatan bagi mereka yang benar-benar tidak mampu dan mengidap penyakit kronis tersebut.

“Untuk itu saya sampaikan bahwa Pemprov Jabar akan segera mendata seluruh warga Jabar yang betul-betul tidak mampu dan memiliki penyakit yang saya sampaikan tadi untuk jaminan asuransi kesehatannya BPJS dibayarkan oleh Pemerintah Provinsi Jawa Barat,” tegas Dedi Mulyadi dalam keterangan resmi, Minggu (8/2/2026).

Kebijakan ini diharapkan dapat segera mengatasi kekosongan perlindungan kesehatan bagi kelompok rentan.

Dengan diambil alihnya pembayaran iuran oleh Pemda Provinsi Jabar, para penderita penyakit kronis yang terdampak tak perlu lagi menunda atau menghentikan pengobatan mereka. Mereka diharapkan dapat segera kembali mendapatkan layanan penuh di fasilitas kesehatan.

Langkah ini merupakan bentuk tanggap darurat Pemprov Jabar untuk menjamin kesinambungan layanan kesehatan dasar bagi warganya yang paling membutuhkan, sambil menunggu proses sinkronisasi dan verifikasi data lebih lanjut dengan pemerintah pusat.***

Facebook Comments Box

Penulis : Atep K

Editor : Bar Bernad

Follow WhatsApp Channel mevin.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Minibus Terpental Seruduk Truk Tronton m di Tol Gempol Terekam Dashcam, Sopir Diduga Microsleep
Semarak Ramadhan di Bantargebang: LPM Ciketing Udik Gelar Santunan dan Ngabuburit Bareng Komedi Topeng Bekasi
Antisipasi Lonjakan Pemudik, Satlantas Polres Bogor Siapkan Rekayasa One Way Lokal di 6 Titik Jalur Puncak
Senyum Taslim di Balik Kompensasi Rp1,4 Juta Mudik Lebaran 2026
Eks Penyidik KPK Novel Baswedan Punya Dugaan Lebih Mengerikan Soal Kasus Penyiraman Air Keras Andrie Yunus
Pasca Tewasnya Siswa SMAN 5 Bandung, Anak Tongkrongan Kini Diawasi Ketat
Kades Hoho Temui Gubernur Jabar Dedi Mulyadi di Lembur Pakuan, Bahas Keamanan hingga Tata Kelola Desa
Ngeri! Begal Tusuk Ojol Wanita di Jembatan Gantung Rancamanyar Bandung pada Sabtu Tengah Malam

Berita Terkait

Minggu, 15 Maret 2026 - 21:43 WIB

Minibus Terpental Seruduk Truk Tronton m di Tol Gempol Terekam Dashcam, Sopir Diduga Microsleep

Minggu, 15 Maret 2026 - 18:44 WIB

Antisipasi Lonjakan Pemudik, Satlantas Polres Bogor Siapkan Rekayasa One Way Lokal di 6 Titik Jalur Puncak

Minggu, 15 Maret 2026 - 16:30 WIB

Senyum Taslim di Balik Kompensasi Rp1,4 Juta Mudik Lebaran 2026

Minggu, 15 Maret 2026 - 15:06 WIB

Eks Penyidik KPK Novel Baswedan Punya Dugaan Lebih Mengerikan Soal Kasus Penyiraman Air Keras Andrie Yunus

Minggu, 15 Maret 2026 - 09:28 WIB

Pasca Tewasnya Siswa SMAN 5 Bandung, Anak Tongkrongan Kini Diawasi Ketat

Berita Terbaru